Minggu, Maret 24, 2019

See You Again :)

Dear you, whoever and wherever you are.

I want to say thank you for being part of my journey since 2009.
Oh yes, even me myself can't believe that I've owned this blog since a decade ago!
Even before I went to States, got into college, graduated and started working..
But.. anyway.

I've almost done with my first half of my 20s. I can proudly say this is one my favorite times, even though I've been through so much I never imagined before. I succeed, I failed. I loved, I lost. I changed, I too dealt with the change of people and things. And here I am now, trying to re-organize my mind, heart and life. Restarting good habits that have been put aside and definitely starting many to-do-lists that I'm really excited about!

Here are some things that I learn so much on this point: we should always love ourselves first in order to be able to love others. Always work hard for your dreams, yet remember that nothing comes instantly. Also never forget to be "here and now" and enjoy every moments. We can plan our lives as we like, but always believe that The Biggest Power will always revise our plans into a better ones.

Always be good to others, but never ever lose yourself for you trying so much to please others or loving someone too much. I believe, true love will bring out the very best of two person instead of forcing us to change into someone we are not (but our partners want). True love will bring us closer to God, but also to ourselves :)

I was devastated, but not anymore. I'm really touched by everyone who "welcome me back"! It's really sad realizing I've been losing myself for years.. but now I'm ready start over ;)

I certainly won't stop writing and sharing, but marking this new chapter of  my life I won't use this blog anymore. You can read my thoughts here instead: http://azkabastaman.wordpress.com :)

I would also love to make friends and discuss about any random things! You can find me on instagram @azkabastaman or Linkedin Azka Maulida Bastaman (for work-related matters), and my Youtube channel (hopefully soon).

So, again thank you.. and I wish you a very good day <3 p=""><3 br="">

AB

Minggu, November 18, 2018

Hello again!

Oh. My. God.
Baru sadar sepanjang saya berumur 24 tahun, saya nggak nulis sama sekali di blog ini..
Sedih dengan inkonsistensi diri ini (halah) 😢

Oh yes, I am 25 now! Some people say this is the brightest age of all so I better don't waste this time (which leads me to so many insecurities huhu.. let's talk about this later), some say I'm still so young and still long way to go (insya Allah kalau diberkahi umur panjang), while others say I'm now getting old and keep telling me to get married soon.. Ha-ha. Well thankfully I learn the hard way to be selective when it comes to what I should listen to. Kadang butuh pengalaman hidup emang ye untuk memahami nasihat-nasihat yang terdengar klise seperti "don't let the behavior of others destroy your inner peace.."

Wonder why I suddenly nongol di sini? I had diagnosed with thypoid fever dan suddenly harus bedrest for days. The feeling of nggak bisa ngapa-ngapain is really killing me.. Tiduran terus nggak enak, kebanyakan gerak keliyengan. Serba salah. Ngeliat HP atau laptop aja nggak bisa lama-lama, dikit-dikit kudu rest dulu. Literally jadi reminder for me to be more aware kalau badan udah ngasih sinyal-sinyal drop, since seumur-umur baru kali ini kena tipes 😔

First of all. I wanna say sorry to all of you who tried to reach me while I was away. Whoever you are, thank you for giving such motivation for me to keep organizing my tangled thoughts into words (duile, gaya amat 😂). It's quite surprising sih, knowing that many people still actually write and read blogs.. while I thought semua orang udah beralih ke vlog. Honestly melihat perkembangan teknologi saat ini, mau nggak mau saya yang basically gaptek ini akhirnya juga memutuskan untuk nggak mau ketinggalan.. (stay tune for my upcoming project ya!) But that doesn't mean saya akan berhenti menulis for sure.

Promise to write again when I've done compromising with this body. Hope you all are in a good health 💓


AB

Sabtu, Mei 13, 2017

Dilemma Dewasa Muda (yang Paling Klasik): S2 atau Kerja?

I never thought growing up adult would be this tough.
Even for me, who love to plan and prepare myself for every thing.
Funny how, back then, I couldn't wait to be an adult for I thought I'd be so stable and mature.
Funny how, right now, I see myself as the same old teen with a more complicated mind..

*sigh*

Anyway. Hi again. Sedih ya, tahun sudah lama berganti dan saya baru nulis lagi. Maklum, udah bukan pengangguran lagi.. (jumawa ah, padahal mah as always making excuse aja)
Sibuk S2? Kerja? Atau berumah tangga? Ya kali yang disebut terakhir. Hahaha.

As I said in my previous post, masa post-bachelor bener-bener babak baru yang penuh dilemma. So now I can say that life IS getting real. I don't mean to say that masa-masa sekolah dan menjalani kehidupan sebagai remaja itu mudah, sama halnya dengan masa-masa kuliah yang seringkali stressful dan penuh perintilan organisasi. But this is different. Making choices in life akan selalu jadi pembelajaran, yet satu aja keputusan yang diambil di tahap ini bisa berdampak jauh ke masa depan.

Back then in my college life (or ever since I was still in high school I guess), saya selalu bilang setelah lulus kuliah saya mau S2. I basically love studying, and I grew up being told that I would follow my dad's path and become a lecturer. Till I came to the point where I started to question myself whether that was what I really wanted, or I just believed in what I'd always been told..

Hal ini sebenarnya salah satu hal yang bikin saya maju-mundur untuk mengurus beasiswa dan preparing untuk S2. Some people are lucky enough to have that privilege buat kuliah lanjutan tanpa harus memusingkan biaya atau kewajiban mencari uang. Tanpa harus memusingkan after getting master degree, then what? Atau untuk bisa berkata bahwa sekolah ya untuk mencari ilmu, aplikasinya bisa ke mana aja dan liat nanti aja. Tapi buat saya yang sangat mengandalkan beasiswa kalau memang mau lanjut sekolah, studi apa yang mau saya ambil dan apa yang akan saya lakukan dengan gelar yang saya punya setelahnya tentu jadi hal krusial.

Thing is, the clock is ticking. Saya sadar, mengurus beasiswa bukan hal yang prosesnya cuma sebulan dua bulan, dan nggak ada jaminan saya bisa langsung dapat di percobaan pertama. Jadi saya pikir paralel aja, sambil menyiapkan S2 sambil lihat-lihat lowongan kerja. Proses seleksi kerja yang saya ikuti dengan serius juga nggak banyak, cuma Danone MT STAR, PCPM BI, dan HC Trainee Astra International.

Danone MT STAR adalah pengalaman pertama saya ikut seleksi kerja. Pendaftarannya kalau nggak salah dibuka September lalu. Rangkaian tes yang saya ikuti waktu itu adalah online application dan assesstment, written interview, LGD, dan HR interview. Udah mentok segitu. Hahaha ya iyalah, siapa juga yang mau nge-hire kandidat yang bilang dengan polos dan jujurnya kalau mau lanjut S2 dalam waktu dekat..☺ Maklum ya, namanya juga pertama. Untungnya saya memang coba-coba daftar aja jadi memang nothing to lose.

Selanjutnya, saya datang ke job fair UI bareng Hitta buat "nyebar CV", where Astra was salah satu company yang buka stand di sana (walau ujung-ujungnya daftarnya tetap online sih di Astra Virtue). Saya sering denger dari senior-senior saya kalau Astra adalah salah satu company yang oke untuk membangun karir dan terkenal karena development SDM-nya. Supervisor saya waktu magang juga pernah menyarankan saya untuk apply ke Astra selepas lulus kuliah untuk alasan yang sama, walau saya belum cari tahu lebih lanjut tentang Astra.

Pas daftar inilah, saya baru tahu kalau Astra Group adalah korporasi raksasa dengan tujuh lini bisnis: automotif, financial service, agribisnis, mining and heavy equipment, infrastruktur dan logistik, IT, dan yang terbaru adalah properti. PT Astra Internasional, Tbk sendiri berperan sebagai holding company dengan aff-co (anak perusahaan) yang jumlahnya lebih dari 200 perusahaan. Di Astra Virtue kita diperbolehkan untuk apply ke tiga lowongan yang dibuka di berbagai perusahaan yang termasuk ke dalam Astra Group. Honestly saya nggak inget daftar apa aja, tapi pilihan pertama saya adalah HC Trainee PT Astra International, Tbk.

Tahapan seleksi di Astra terdiri dari online application, psikotes, FGD, presentasi + HR interview, dan yang terakhir adalah panel interview sebelum masuk ke offering, med-check, dan sign kontrak. Psikotes di Astra, I can say, is my favorite (saya emang suka ngerjain psikotes btw, hehe). Astra punya alat ukur sendiri yang menurut saya beda dari psikotes-psikotes lainnya yang ngebosenin. Tesnya terdiri dari aptitude dan personality test. I'm not gonna tell you in detail about the selection phase (or maybe in another post kalau ada request, lol), tapi yang bikin saya wondering apakah saya memang disuruh Allah kerja dulu adalah karena yang saya rasakan ketika selesai interview HR di Astra sama persis dengan perasaan saya waktu dulu keluar ruangan selepas interview kepribadian AFS.. maybe that was such a sign, I don't know. But then saya nyeplos dalam hati, "kalau memang keterima mungkin jalannya harus kerja dulu.."

Seleksi PCPM BI dibuka waktu saya sudah mulai proses seleksi di Astra. Yah, siapa sih yang nggak mau daftar BI (dan orangtua mana yang nggak nyuruh anaknya daftar BI wkwk). Mungkin cuma sebagian kecil. Jujur, saya coba-coba dengan tahu diri namun susah juga buat nggak berharap. Bukan semata karena gaji ataupun fasilitas, tapi saya ingin sekali bekerja di tempat yang juga mendukung kelanjutan studi saya (tetep yes). Tahapan yang saya ikuti dari PCPM BI adalah seleksi administrasi, seleksi potensi dasar, tes kebanksentralan, isu ekonomi terkini, dan Bahasa Inggris, dan berhenti di psikotes tertulis, LGD, dan interview kepribadian (wasn't sad but half disappointed, half annoyed with many people didn't seem to believe that I didn't pass through. kan aneh sayanya aja nggak pede-pede amat). Kalau ngutip kata-katanya temen saya Afi sih, "Kita terlalu rebel buat institusi macem BI" hahaha.


Singkat cerita, I got an email from Astra yang menyatakan saya lolos interview panel direksi just minutes sebelum saya presentasi di konferensi awal November lalu. Alhamdulillah. But it's kinda paradox to feel great to receive that congratulatory email, while sepanjang konferensi rasanya saya sedih karena rindu sekali kuliah dan ingin sekali cepat-cepat apply S2.. kegamangan pun makin menjadi-jadi.

Buth then setelah ngobrol dan diskusi dengan banyak orang, finally, bismillah.. I signed the contract. Agree untuk terikat di Astra for at least 3 tahun. Jujur aja, Astra bukan perusahaan yang mendukung untuk S2. Kalau mau ya monggo as long as kerjaan aman, tapi kalau berharap dibayarin atau mau unpaid leave hmm sepertinya sulit :') But then do I regret? No. Not at all. Saya akhirnya paham wajar aja kalau Astra nggak fokus ke sana, since Astra punya sistem pengembangannya sendiri yang udah banyak jadi benchmark perusahaan lain. I learn so much. I meet so many inspiring people. I make friends with so many great people. Dan rasanya superasik untuk finally mengerti aplikasi riil semua teori-teori yang saya pelajari.. bahkan seringkali teori itu sendiri di-challenge pada praktiknya :)
  
Many people don't understand why I only applied for MT program, which is harusnya saya udah tau dari awal pasti ada ikatan dinas sekian tahun dan penalti kalau mau keluar.. Gimana mau sekolah lagi gitu kan. Actually I don't either :") Tapi setelah saya renungkan, hal yang paling saya cari adalah kesempatan to grow as a person. Saya tidak ingin bekerja untuk sekedar cari duit dan ujung-ujungnya terjebak rutinitas tanpa bisa berkembang.. ujung-ujungnya melenceng jauh tujuan awal saya bekerja, yaitu untuk menemukan bidang apa yang selanjutnya mau saya fokuskan dan dalami.

If you ask me whether I still want to get master degree or to teach, well of course.. of course I do. Just not for now. Saya ingin sekolah karena saya butuh ilmunya, bukan sekedar cari titel master. Problematika jaman sekarang nih, efek banyak beasiswa menjamur banyak orang merasa S2 itu harus.. apalagi dengan mindset bisa sekalian ke luar negeri gratis. The more people I meet, yang saya amati ternyata S2 tidak selalu membuat kapasitas berpikir seseorang menjadi lebih besar. Memberikan ilmu lebih dan mengasah otak ya, tapi semua balik lagi ke individunya (#teamnature haha). S2-nya di mana dan sedalam apa belajarnya juga pasti hasilnya akan beda.

Soon as I'm ready I will go back to uni. Then later, saya ingin jadi dosen yang mengerti aplikasi lapangan seperti apa, bukan sekedar bacain teori dari textbook. Sekedar ngasih tugas then tau-tau keluar aja nilainya tanpa mahasiswa tau mana yang sudah baik atau perlu diimprove. But to be that teacher who can teach others to love to learn (tinggi amat ya mimpinya, tapi aminin aja lah ya wk). So maybe it's true that I would follow my dad's path.. to become a lecturer, yang memulai karir sebagai praktisi.☺

Intinya, mau S2 langsung ataupun kerja dulu.. You decide. Both have plus minus kok. Hehe. Kalau memang sudah tau mau berkarir di dunia akademik mungkin baiknya langsung, tapi kalau memang ingin jadi praktisi (atau mengajar sebagai pro) I think having work experience at first can give such a big advantage. You are always free to choose, but you always have to take the consequences. Nothing is free in this life, dear.


AB

Senin, April 24, 2017

Some Things

Some words, should be left unspoken.
Some stories, are better left untold.
Some thoughts, should not be put forward.
Some feelings, are not meant to be felt.
Some lives, are not meant to be lived.


AB

Jumat, November 04, 2016

Kita dan Persepsi

I'm back!

Alright. Almost 13 months without any post..
It's kinda sad but hopefully I can write better now, since I am officially a bachelor of psychology.

Hahaha, bercanda ah guys.. :")

It's simply because I found nyatanya setelah lulus hidup tidak menjadi lebih menyenangkan apalagi mudah. Dan, menjadi seorang sarjana tidak serta-merta membuat saya menjadi dewasa, apalagi merasa lebih berilmu dari yang belum lulus ataupun yang belum berkesempatan untuk kuliah. Lagian juga it is already sooo basi. Saya sidang pertengahan Juni dan resmi diwisuda akhir Agustus lalu. Manisnya hari-hari menuju wisuda setelah lepas dari skripsi usai sudah, digantikan oleh fase kehidupan fresh graduate yang untuk menjelaskannya dibutuhkan satu post tersendiri. Coming soon yah :p

Yang menggelitik saya untuk kembali menulis lagi adalah tanggal hari ini. 4 November 2016. Seperti yang kita semua tau, while saya menulis ini ada demo yang berlangsung terkait kasus dugaan "penistaan" agama oleh Bapak Gubernur DKI Jakarta. Tumben nggak sih, seorang Azka sampai mau nulis tentang hal kayak gini? Haha awalnya saya sebel sih karena gara-gara demo ini saya jadi dilarang datang ke pameran pendidikan. Ya walau ini katanya aksi damai saya nurut aja deh sama orangtua daripada ada apa-apa di jalan. Saya berharap semoga nggak ada huru-hara hari ini since mama papa saya tetap masuk kerja dan nanti malam juga Paragita akan melaksanakan konser tahunan.. best luck for you all dear choristers!

Kenapa "penistaan" pakai tanda kutip? Karena kepo, beberapa waktu lalu saya coba mendengarkan pidato Pak Ahok secara lengkap. And.. I honestly don't find it as "penistaan" or anything close to it. Saya merasa maksud Si Bapak bukan untuk melecehkan.. But on the other side, saya juga tidak menampik bahwa kalimat yang diucapkan beliau ambigu dan dapat diartikan berbeda. Even though at the end, makna sebenarnya cuma beliau dan Allah yg tahu..

This is what's interesting about human mind, how we perceive something always depends on our prior knowledge and experiences.

Sedikit oot ya btw. Waktu dulu saya exchange, saya dihost oleh keluarga multiras dan multikeyakinan: dad orang kaukasian dan mom orang Filipina. Dad percaya Tuhan tapi tidak dalam konteks agama dan mom adalah seorang Christian. Seumur saya tinggal bersama mereka, if I am not mistaken, mereka tidak pernah pergi ke gereja (kalaupun pernah mungkin bisa dihitung dengan jari sebelah tangan, can't remember). Even so, Christmas and Easter tetap menjadi hari yang ditunggu-tunggu banyak orang, including keluarga semang saya, dengan penuh excitement. 

Bingung ya ini arahnya ke mana? Hahaha. Singkat cerita, selepas exchange, buat saya mengucapkan selamat natal dan selamat paskah ke teman-teman menjadi hal yang biasa saja. You know, simply karena saya punya prior experiences yang membuat saya mengasosiasikan natal dan paskah dengan vacation, school break, party atau sekedar kumpul bersama keluarga, juga tradisi-tradisi fun seperti "menanti kado dari santa" dan anak-anak yang excited mencari Easter egg. Sesederhana untuk berbagi kebahagiaan yang juga saya rasakan ketika teman-teman nonmuslim saya mengucapkan selamat Idul Fitri dan hati-hati selama mudik :)

Sedihnya, ada orang-orang yang nggak punya enough gut untuk ngomong langsung tapi memilih untuk nyindir-nyindir di sosmed bahwa mengucapkan sama dengan merayakan dan merayakan sama dengan mengimani. Mengimani ajaran agama lain lalu saya tanpa sadar menjadi what so called orang "kafir". Pertanyaan saya, sejak kapan sih bermain sindir di sosmed bisa menghasilkan output positif? I simply believe that God knows everything, even the deepest of our hearts so I don't bother. I don't see that need to explain anything while they don't even give an ear.

Dulu saya memandang mereka sebagai orang menyebalkan berpikiran sempit. Tapi sekarang saya paham bahwa prior experiences saya dan mereka simply berbeda, which eventually membentuk persepsi yang berbeda. Bahwa perbedaan sangat wajar terjadi.. tidak terhindarkan, bahkan. Finally saya bersyukur bahwa saya diberi kesempatan untuk tinggal di negara lain dan memperluas pola pikir saya. Living in another kind of diversity. Memiliki teman dan keluarga dari berbagai latar suku, kebangsaan, dan agama yang saya kagumi.

Juga kesempatan mempelajari ilmu psikologi yang membuat saya belajar bukan untuk menyebutkan apa yang benar dan salah, tetapi melihat bagaimana tindak-tanduk manusia bisa dipahami, meskipun tidak selalu sejalan dengan apa yang kita yakini. Biarlah orang lain membenci, setidaknya saya belajar untuk tetap menghargai.

Balik lagi ke masalah "penistaan". Saya pribadi berpendapat sama dengan orang-orang yang menyimpulkan kalimat Pak Ahok sebagai "jangan mau terpengaruh oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan agama dalam perkara politik". Menurut saya sih, seperti tidak perlu mengangkat isu SARA untuk menjatuhkan lawan instead of mengedepankan proker yang bisa membuat masyarakat memilih berdasarkan kualitas. Beliau juga sudah meminta maaf dan melakukan klarifikasi dengan menjelaskan apa alasan beliau berkata seperti itu, yang beliau refer ke pengalaman semasa kampanye di Belitung Timur dan percakapan dengan Gusdur.. yaitu penegasan bahwa tidak perlu memilih beliau jika itu memang yang diyakini seperti itu. Monggo googling yang belum lihat.

Sebelum menyebutkan surat Al-Maidah beliau konteksnya lagi bahas proker dan menyentil pilkada kan. Saya melihat beliau memulai dengan mengucapkan salam. Pengetahuan agama saya memang belum ada apa-apanya, tapi setahu saya even seorang nonmuslim kalau memberi salam wajib dibalas dengan baik karena itu adalah bentuk penghormatan terhadap kita. Beliau membahas program-program yang diperuntukkan untuk rakyat dan tidak segan untuk mem-PHK PNS nakal. Sebelum sampai ke menit 19.12 yang jadi perkara itu, beliau sedang membicarakan bahwa jangan khawatir proker ini terhenti karena beliau masih menjabat sampai Oktober tahun depan. Beliau juga menambahkan setelahnya bahwa hak tiap orang untuk memilih atau tidak memilih beliau kembali.

Saya kira tidak jauh berbeda dengan masalah pemaknaan hari natal dan paskah tadi, pro dan kontra terhadap kalimat Pak Ahok ini juga dipengaruhi prior knowledge dan experiences tiap orang. Pemaknaan terhadap jabatan "gubernur" saja sudah berbeda-beda. Untuk orang-orang Islam yang memaknai gubernur sebagai pemimpin, jelas menganggap memilih Ahok sebagai haram. Mungkin mendengar hal ini, menjadi lebih reaktif. Yang memaknai gubernur sebagai pelayan masyarakat tentu berbeda anggapannya, begitu juga yang meyakini kata "awliya" dengan makna selain pemimpin. Bukankah keberagaman keyakinan terhadap terjemahan teks Al-Quran juga merupakan suatu hal yang perlu dihormati?

Saya sendiri berasal dari keluarga yang moderat dan saya bukan warga DKI. Tapi sebagai commuter yang sering lalu lalang di DKI, anak dari orangtua yang bekerja di DKI, dan sering berinteraksi dengan orang DKI saya melihat perubahan yang nyata di masa beliau menjabat. Saya cukup banyak bertukar pikiran dengan orang dan kesimpulan yang saya dapat so far, yang menjadi fokus memang kualitas calon.. bukan masalah tidak membela agama. Kalau ada calon yang beragama Islam dan kinerjanya sudah terbukti bukan janji-janji, kemungkinan besar beda cerita kok. Hehe. Sayangnya seems so far belum ada..

Ah, sudahlah. Nanti saya dinyinyirin dan dituduh macam-macam lagi. Hahaha.

Tapi walau bagaimanapun, saya menyayangkan Pak Ahok harus mengatakan kalimat yang terdengar ambigu tersebut. Beliau kurang berhati-hati dalam menyampaikan hal yang sensitif dibahas di sini: agama. Ceplas-ceplos dan kerasnya beliau sangat berguna untuk mengurusi Jakarta yang literally "tempat yang keras", namun untuk penyampaian ke masyarakat rentan sekali dipelintir dan dijadikan senjata untuk menyerang balik beliau. Sayang sekali. Beliau sudah meminta maaf dan meluruskan saja masih didemo, bukankah tanpa demo kasus ini memang sudah akan diusut? 

Jadi saya tidak membela siapa-siapa. Saya tidak menyalahkan siapapun yang menyatakan rasa marahnya terhadap kalimat Pak Ahok. Seminggu yang lalu saya juga habis bertengkar dengan si kakak dan ceritanya mirip dengan kasus ini. Saya marah karena dia mengatakan sesuatu yang sensitif, walau dia tidak berintensi untuk menyakiti. Apakah hikmah yang bisa diambil seperti kata pepatah "forgiven but not forgotten"? Saya sendiri adalah orang yang sulit untuk lupa.. but of course it's not that. Saya belajar untuk tidak melulu fokus pada pahitnya penyampaian, dan lebih tenang untuk melihat makna yang tersembunyi lebih dalam. Seperti dia belajar bahwa di balik reaksi yang sebegitunya, ada alasan. Sama seperti dinamika dalam hubungan yang saya harap bisa mendewasakan instead of menjauhkan, I wonder bisakah saya berharap dalam kasus ini juga begitu?

Supaya semua orang, tak cuma Pak Ahok, bisa lebih hati-hati. Mulutmu, harimaumu. Suka tidak suka, sadly, SARA masih sering dijadikan alat pemecah belah bangsa. Basi banget emang, mengingat seorang muslim sudah bisa diterima menjadi walikota London dan seorang kulit hitam bisa menjadi presiden Amerika. Walau isu SARA kayanya emang nggak akan bisa 100% hilang ya since judgement adalah bagian tidak terpisahkan dari manusia selaku makhluk sosial. Saya akan sangat menyayangkan kalau karena ini beliau tidak bisa mencalonkan diri kembali. Bukankah kita sudah lelah dengan janji-janji, juga lelah melihat yang terlihat beradab dan berpeci ternyata juga korupsi? Hanya mungkin untuk orang Indonesia yang terbiasa basa-basi, sebatas berkata-kata manis masih identik sebagai "akhlak" yang dijunjung tinggi.

Lagi-lagi soal prior experience, saya sendiri punya pengalaman buruk dengan orang yang saya kira teman, yang di depan saya baik hati tapi di belakang ngomongin. Bersyukur selama kuliah teman-teman saya kebanyakan ceplas-ceplos dan ngomongin di depan. Kadang nyelekit, tapi itu tulus dan jujur. Mungkin itu yang membuat saya "terkesan membela" orang yang ngomongnya nyablak daripada manis-manis di depan tapi ternyata menusuk dari belakang.

Saya juga berharap lebih banyak orang Islam yang menonjolkan Islam itu damai, bukan senggol bacok atau anarkis. Sesederhana berkomentar dengan sopan di media sosial. Saya heran sekarang "demo" di dunia maya kok jadi nggak kalah mengerikan daripada di dunia nyata -_- Sebaliknya, untuk yang beragama selain Islam saya harap untuk tidak menggeneralisasi. Menunjukkan kita bukan lagi jadi alay-alay baru kenal demokrasi tapi sudah mulai menyeimbangkan keberanian bersuara dengan kedewasaan berpikir dan kemampuan toleransi.

Kita tidak mungkin selalu sependapat dengan orang lain dan tidak akan pernah bisa. Tapi bagaimana menyikapi perbedaan yang jadi poin utamanya, bukan? Kayaknya ini kalimat klise yang orang sering lupakan.

Berikut beberapa komentar di media daring yang menggelitik saya, am sorry I picked randomly from what I read:
1. "Ini bukan soal politik, tapi soal harga diri dan agama." Ya. Tapi nyatanya ada yang memanfaatkan isu ini untuk tujuan politis.
2. "Kaum minoritas jangan sok merasa tersakiti, Islam yang menjadi minoritas di negara lain banyak yang lebih tersakiti!" Hmm, apa cuma saya yang gagal paham apa hubungan kondisi orang Islam di negara lain dengan non-Islam di Indonesia? Komentar kayak gini nih yang spreading hatred bukannya meredakan dan mengembalikan fokus ke topik awal.
3. Saya lupa persisnya tapi intinya "pemerintah dan aparat jangan antipati dengan pendemo, kecuali kalau pendemo diserang duluan wajib membela diri". Ya pendemo juga harus kooperatif dong. Aparat tetap warga negara dan manusia biasa, walau terluka itu resiko pekerjaan, mereka juga punya keluarga yang menunggu mereka pulang utuh dan nggak kurang suatu apa. Hahah bukan karena pacar saya, nggak suka aja kalo aparat bergerak langsung dibilang macem-macem (padahal pasti sifatnya reaksi dari suatu pemicu) tapi kalau terluka dianggap "sudah resiko" -_-

Mungkin sebentar lagi saya lagi-lagi dihakimi. Apalah yang bahkan belum syar'i sok berkomentar begitu begini? Tapi yang saya yakini, Allah yang lebih dekat dari pembuluh nadi jauh lebih mengetahui hati daripada makhluk yang cuma bisa menerka dan berasumsi. Dan mengingat waktu kita yang terbatas di dunia ini, in my humble opinion, membenahi diri sendiri jauh lebih penting dari mengoreksi orang lain ke sana ke mari. 

Wallahualam. Semoga Allah menunjukkan yang benar dan yang salah serta mengampuni seluruh dosa kita. Aamiin.


AB

Selasa, Oktober 13, 2015

Something I Don't Even Know

Do you ever feel empty?
Do you ever feel like missing something you just don't know?

Do you ever feel lost?
Do you ever feel like escaping reality?


AB 

Senin, Juni 17, 2013

Drizzly Day in June

It's afternoon already.
Biasanya jam segini saya udah ngeluh karena matahari lagi terik-teriknya.. Kalau nggak terpaksa mah, nggak usah deh ya ke luar rumah jam segini. Yew, free tanning yang ada --" But today it's cool, cloudy, and a bit windy.. my favorite weather :) Perfect! Padahal semalem saya udah niat nih hari ini mau jogging pagi sama si adek, taunya lebih direstui guling-guling di kasur daripada membakar kalori. Hahaha.

Rasanya ini kayak bukan bulan Juni.. lebih seperti penghujung atau awal tahun. Makes me thinking about him (selalu aja hujan tiap kita ketemu, dunno why). Apa kabarnya dia di sana setelah enam bulan nggak ketemu..? I just hope you're just as fine as you always tell me :) Kalau denger orang bilang kangen pacar, mengeluh karena udah dua minggu nggak ketemu misalnya, yah.. saya senyum dikulum aja.. hehe. Kangen? Yah udah biasa.. walau sampai kapan juga nggak akan terhabituasi :p Padahal baru aja kemarin ngobrol, udah meriang-merindu aja ini rasanya. Maaf jadi dangdut begini haha *kembali sok cool* Kangen aja sama dia yang selalu aja ngeledekin saya yang gampang pusing dan misuh-misuh kalau kepanasan, sampe-sampe dia bilang jangan-jangan kalau mau ngeliat sunset sama saya yang ada malah bukannya mendung lagi langsung blas hujan deres. Dasar -_____-"

A month to go, isn't it? Shouldn't be that bad, dear :)

Okay, hujan lagi. Fix deh saya nggak berangkat ke Depok.. Tadinya memang udah ragu mau berangkat karena lagi banyak demo BBM, jalanan di depan kompleks aja macetnya naudzubillah (laporan adek yang abis bawa motornya ke bengkel). Besok pagi aja deh, hehe. Jadi ceritanya besok dan lusa ada daftar ulang maba undangan dan PPKB makanya saya kudu ke kampus buat fundraising kompetisi pargit ke Filipina sama welcoming maba bareng humas kamaba yang lain dan anak-anak BEM :)

By the way, selamat ujian yaa buat yang besok SBMPTN.. sukses! Udah hari ini rileks-rileks aja :p Saya malah tahun lalu sampe sehari sebelum ujian pun terkapar nggak berdaya di kasur gara-gara sakit. Boro-boro deh sempet latihan soal hu ha hu ha. Yah pokoknya kalau persiapan udah mateng dan doa udah kenceng tinggal modal hati-hati aja. Banyak banget orang pinter yang gara-gara ceroboh jadi nggak lolos. Taun lalu misalnya ada temen saya yang cerita, di ruangan dia ada yang baru sadar belum ngisi kode soal setelah pengawasnya pergi ninggalin ruangan.. kan sayang banget :") Hati-hati juga sama kata "kecuali" dalam soal hehe. Bismillaah..

A-ny-way. Minggu kemarin saya abis jadi panitia acara We Care! di divisi acara. Acara ini sebenarnya salah satu proker dari pengmas BEM psiko UI yang udah dimulai dari taun-taun lalu. Dua tahun lalu acaranya adalah penyelenggaraan tes minat bakat buat anak SMA yang mau masuk kuliah. Tahun lalu acaranya adalah kunjungan ke lapas anak. Nah, tahun ini kita ngadain kunjungan ke rumah veteran-veteran dan bikin acara gathering serta talkshow sama mereka.

Agak kecewa sih awalnya karena panitia acara nggak bisa ikut jadi volunteer yang bisa ngobrol langsung sama veteran-veterannya, tapi sharing session-nya udah cukup seru kok. Saya jadi belajar banyak tentang veteran, sejarah, juga tentang militer sendiri :p Acara puncaknya Sabtu lalu, isinya mini ceremony, talkshow yang pembicaranya dosen saya, makan-makan, kesan pesan, sama hiburan. Akhirnya ditutup sama pembagian bingkisan dan tali kasih dari "Sahabat Veteran" yang kerja sama dengan kita. Awalnya saya diminta ngisi beberapa lagu, eh ujung-ujungnya opa-omanya bergiliran nyanyiin lagu-lagu perjuangan.. malah ada yang nyanyi bahasa Jepang, Belanda, juga Rusia! Saya salut banget-banget-banget sama mereka, with all the things they've done, life they've lived, dan fisik yang masih kuat di usia senja. Mereka serentak tegap berdiri saat menyanyikan lagu Indonesia Raya (grogi banget saya disuruh jadi dirigen --"). It sounded really different dan terdengar magis.. mengharukan. Mungkin karena mereka benar-benar berjuang untuk menyanyikan lagu itu, nggak seperti kita. Saya jadi malu sendiri kalau inget dulu jaman masih sekolah saya juga pernah ngobrol pas upacara bendera.. tapi yang saya mau tekenin ya bukan semata tertib dalam upacara beserta perintilan formalitasnya, melainkan kecintaan kita terhadap negara kita :)

Oh iya, saya juga seneng banget dikira anak SMA terus  gara-gara pake baju putih-putih, nggak kayak temen-temen saya yang pada pake batik lapis jakun. Hahahaha sok muda deeh :p Lalu saya masih inget pesen dari salah satu opa, "Belajar yang benar, jangan pacaran dulu, dan nggak usah ikut-ikutan demo! Lakukan aja yang terbaik dari diri kita." Siap opa! Tapi soal pacar.. yah saya cuma nyengir aja deh :p

Well, gotta go cook for lunch.. will write again very soon.

AB.

Kamu semangat ya ujiannya, I'll keep myself busy till you're home. Take care dearest :*

Rabu, Juni 12, 2013

Studying Psychology = Reading Mind?

Halo halo semua, apa kabarnyaaa? :D
*ceria amat* *yaiyalah udah libur*
Koreksi deng.. kuliahnya doang yang libur, lain-lainnya tetep. Masih aja nomaden Tangerang-Salemba-Depok :") Mana masih mantengin SIAK juga nunggu nilai keluar.. Nasib anak kuliahan *sigh* hahaha gayaaa deh yang udah bukan maba lagi!

Aneh ya, kayanya kemarin masih norak-noraknya sama jakun deh.. masih doyan juga nyanyiin Genderang UI, ngapalin warna makara-makara fakultas beserta yel-yelnya yang unik-unik. Tau-tau udah punya junior aja. Waks. Buat kalian yang lolos SNMPTN selamat yaa adik-adik! I feel the euphoria loh, padahal waktu itu harusnya lagi belajar buat UAS :p Especially for those accepted in psychology UI.. welcome to our big family :) (oopsie, a bit too soon.. selamat menikmati PSAF dan prosesi dulu ya hihi) Buat yang belum berhasil harus tetep semangat ya! Saya juga utul-er kok, I know how it feels waktu bestie saya udah diterima sebagai mahasiswi ITB sedangkan saya masih nyiapin buat SNMPTN tulis (or SBMPTN now)

There will always be some people who'll bring you down. I know, I've been there.. (dan juga banyak orang lain) Just let em shut their mouths by proving you can ;) You really never be alone.

*kebiasaan banget kalo nulis pake prolog panjang dulu* hehe anyway jadi ceritanya saya mau chit-chat (curhat, red) tentang psikologi. Tentang pengalaman saya sendiri sebagai mahasiswi psikologi UI setahun ini. Kalo menurut American Psychological Association, sederhananya psikologi itu ilmu yang mempelajari mind and behavior (www.apa.org). Objeknya tentu aja manusia, walaupun di luar negeri ada juga animal psychology.. And if I'm not mistaken, dosen saya pernah cerita ada juga penelitian yang melibatkan tumbuhan (tolong dicek takutnya saya salah hehe). Di UI, psikologi termasuk rumpun ilmu sosial (walau saya nggak setuju juga sih, menurut saya psiko itu setengah IPA dan setengah IPS). Di beberapa kampus ada yang menggunakan tes IPA untuk jalur masuk ke psikologi. Apa bedanya antara universitas ini saya juga masih mencari-cari tau. Hehe. Sampai dengan angkatan 2011, mahasiswa akan memilih dua peminatan di semester 5: psikologi klinis, perkembangan, pendidikan, sosial, atau industri-organisasi. Nah, luckily mulai angkatan saya we have no peminatan which means harus belajar se-mu-a-nya *tarak taktak dungdung cesss* Psikologi sebenernya nggak terbatas di lima bidang itu aja, malah banyak banget.. ada psikologi eksperimental, arsitektur, forensik, and so many more.

Buat saya pribadi, mempelajari ilmu psikologi itu bisa jadi menyenangkan, menyebalkan, juga melelahkan. Why I said it has so much fun? Simply karena psikologi itu "sehari-hari banget" dan aplikatif.. very interesting to learn :) Psikologi bisa diterapkan di mana-mana, mulai dari dunia kesehatan, institusi pendidikan, kantor, bahkan dalam rumah tangga *uhuk*. Kalau saya yang ilmunya masih cetek gini disuruh ngasih contoh, salah satunya kelas psikologi belajar yang saya ambil di semester 2 kemarin. Psibel banyak mengajarkan kita buat jadi orang yang lebih baik; untuk diri sendiri maupun dalam hubungan interpersonal. Prinsip-prinsipnya juga penting sekali untuk mendidik (buat bekal nanti jadi orangtua&dosen hehe :p). Atau contoh lainnya kelas sistem saraf dan tingkah laku yang mempelajari hubungan bagian otak tertentu dengan tingkah laku. Kerusakan di bagian otak tertentu bisa menyebabkan perubahan pada entah itu memori, nafsu makan, kepribadian, juga kemampuan kognitif seseorang. It's really amazing knowing how we act is controlled by such a brilliant-complex thing inside our head! Atau aplikasi psiko dalam pemasaran misalnya, menggunakan prinsip priming (cari tau sendiri ya :p). Kata orang, belajar psikologi itu semacam "rawat jalan". Haha bukan berarti yang masuk psikologi itu orangnya pada nggak beres ya --" tapi memang banyak hal tentang diri kita sendiri yang dapat lebih kita pahami setelah masuk psikologi. Konon katanya begitu. Hehe. Lagian, jurusan apalagi coba yang penelitiannya bahkan bisa mencakup jatuh cinta, depresi, fobia, dan bahkan uhm.. LDR? :p Semester depan saya bakal dapet kelas psikologi industri-organisasi (PIO) dan psikologi perkembangan, excited nih hehe.. Yang serunya lagi di psikologi adalah karakter mahasiswanya yang cenderung berempati tinggi, (seharusnya sih) are good listeners, dan mayoritas nggak judgmental. Atmosfer di kampus juga sangat kekeluargaan :)

Manusia, menurut saya, sesupermenarik itu buat dipelajari.. tapi juga semenyebalkan itu. Contohnya penelitian dengan menggunakan kuisioner ataupun wawancara. Mengolah data pun harus mempertimbangkan berbagai faktor yang mungkin mempengaruhi partisipan atau responden dalam menjawab. Yah, namanya juga manusia. Dan namanya ilmu sosial, nggak ada yang benar-benar pasti.. serbarelatif dan serbasubjektif. Saya kadang-kadang rindu sekali dengan eksakta di mana 1 + 1 = 2, lelah dengan paper dan paper. Eh, sekalinya dapet hitungan yah statistika (yang sejujurnya bukan cabang matematika favorit saya ._.). Tapi saya coba ambil positifnya, setidaknya saya jadi nggak kaku dan terlalu saklek dalam berpikir. Toh hidup pun bukan sesuatu sepasti hitungan aritmatika kan? Hehe. Poin lain adalah kenyataan kalau banyak sekali tugas psiko (bahkan mayoritas) yang merupakan tugas kelompok. Jeng jeengg. Yah, saya sih kurang suka karena jadi terkesan memaksa mahasiswa untuk jadi nge-peer. Tapi emang itu lebih aman dibandingkan dapet temen sekelompok yang free rider.. *eww, die die*

Why exhausting? Maybe it takes only 4 years for us to get our bachelor degree (skripsinya harus di semester 8 fyi -_-), but a whole life won't ever enough to understand mankind. Mungkin itu juga salah satu alasannya kenapa lulusan psikologi (kalau di UI sih), sebelas dua belas sama lulusan hukum, nggak banyak yang cumlaude.. jauh deh kalau dibandingin sama ekonomi atau ISIP. Untuk menjadi psikolog juga kita harus meneruskan ke jenjang profesi dulu (another 2/3 years), kalau cuma lulusan S1 ya baru S.Psi aja.

Selain itu kadang lelah juga dengan komentar orang-orang. Yang ini mungkin yang paling sering dikatakan dan paling annoying: "Anak psiko ya? Baca gue dong?" -_____- Lo kira kita dukun? No, we don't read mind.. we are behavioral analyst :) Yang terkesan "dibaca" itu bukan pikiran orang lain, tapi perilakunya instead. Gitu lo. Banyak orang juga masih salah kaprah soal psikolog vs. psikiater. Psikolog itu lulusan profesi psikologi, sedangkan psikiater itu dokter yang mengambil spesialis kejiwaan. So please jangan salah :') Bedanya di Indo sama US, kalau di US psikolog punya hak untuk ngasih obat sedangkan di Indo nggak.. Kalau mau tau psikiatri itu belajarnya apa, wah jangan tanya saya karena saya nggak tau. Hehe.

Yah, sekian lah ocehan dari mahasiswi yang baru setahun belajar psikologi. Haha. Anyone interested? ;) 

AB.

Minggu, November 27, 2011

"Who are you gonna be?"

Buenas noches :)

Gue yakin banget ini adalah salah satu pertanyaan yang pernah dihadapi setiap orang setidaknya ribuan kali dalam hidup dari orang yang berbeda (well, sorry for exaggerating). Dari jamannya gue masih nyanyiin lagu Susan (Susan, Susan, Susan.. kalo udah gede, mau jadi apa?) sampe sekarang di akhir masa sekolah gue (saelah) pertanyaan itu nggak ada matinya. Saking seringnya ditanyakan, gue sampe bosen berat sama pertanyaan yang satu ini. Dan saking bingung jawabnya, gue sampe ke kabur ke US setahun buat nyari jawabannya! Haha :p


The thing that's obviously changed by the time is my answer.. and the way I answer for sure. Nyokap pernah cerita kalo pas gue masih balita gue pernah bilang cita-cita gue adalah jadi burung. Yes, that creature with wings, flying freely.. Khas anak-anak yang pikirannya sederhana dan lugas banget ya :) Waktu gue TK-SD, kayanya semua profesi pernah gue cita-citain deh. Dan kebetulan (tanpa bermaksud nyombong ya) gue udah tau jauh lebih banyak jenis profesi yang ada daripada temen-temen seusia gue, haha. Mulai dari dokter, profesor, jurnalis, guru, diplomat.. sampe jadi Puteri Indonesia pun pernah gue cita-citain! Masya Allah. Aib banget emang, tapi kalo diinget-inget suka bikin ketawa sendiri. Secara gue sekarang udah tidak senaif itu, gue sadar diri banget kalo gue bukan cetakan barbie doll dan harus puas dengan tinggi *** cm.. dan tentunya gue udah ngerti kalau ajang putri-putrian seperti itu no matter how smart you are or how beautiful your inner beauty is, tetap physical appearance yang diliat pertama :p

Waktu gue masuk SMP, seiring bertambahnya pengetahuan gue, bertambah pulalah profesi di list cita-cita gue. Penyanyi, psikolog, ekonom, gubernur BI, dosen, dan pialang saham di antaranya. I know it's just sooo random lol. Galau banget kayanya ya gue jadi orang :p Oh ya, FYI, dulu tuh ya, gue benci banget sama profesi kedua orangtua gue yang guru&dosen (no no no, it's not as what you think) karena kadang rapor gue suka diambil belakangan atau duluan (bagi rapornya barengan sih), bokap nyokap juga jarang bisa dateng ke pertemuan ortu kalau itu siang di hari kerja. Ibaratnya tuh ya, ngurusin anak orang dulu dari anak sendiri! :p But as the time passed, I became so proud of them dan secara nggak sadar gue dan adik gue dididik buat mandiri, tapi waktu kumpul buat keluarga selalu ada. Rasanya bangga banget bilang, "mama saya guru, papa saya dosen." :)


Okay, we continue to high school. Kalau di SMP gue ikut pembinaan olim bio, di SMA gue milih ekonomi (buah jatuh emang nggak jauh dari pohonnya ya? --') Sayang banget waktu gue kelas 10, cuma kelas 11 yang diikutseratakan di lomba. I don't even know why. Dan gue galau habis-habisan waktu penjurusan. Jujur, selain ekonomi gue nggak bener-bener suka pelajaran IPS yang lain. Sedangkan di IPA, gue nggak suka fisika. Kalau gue masuk IPA, gue harus merelakan olim ekonomi.. tapi kalau gue masuk IPS, konsekuensinya gue harus konsisten karena there's no way to change my mind. Nggak bisa tiba-tiba gue galau mau jadi dokter atau arsitek. Bahkan sampai 3 hari pertama di kelas 11 di mana gue masih boleh merubah jurusan gue masih aja galau. Di sekolah gue, IPS itu cuma satu kelas, jadi jatah SNMPTN undangan (dulu PMDK ya) itu gede banget. Sedangkan di IPA susah, secara ada enam kelas. But even thou finally I end up in science program, I don't regret anything, and it's not because of the stereotype yang bilang IPS itu kelas buangan lo.. Wong jurusan IPA itu isinya sebagian besar anak-anak galau yang nggak tau mau jadi apa kok, am I wrong? :p


Sampai di akhir kelas 11, gue masih nggak ngerti gue mau jadi apa. Alhamdulillah banget rasanya gue dikasih waktu setahun lagi untuk mikir, menimbang-nimbang. Gue pun bisa memperhatikan temen-temen gue berjuang lebih dulu dan tanya-tanya info kuliah sama mereka :p Awalnya nyokap (seperti semua orangtua lain) mau gue jadi dokter (atau cari suami dokter -_-). Oma nyuruh gue ambil hukum internasional, adiknya oma bilang komunikasi aja. Guru BK gue nyuruh gue ambil psikologi, temen-temen juga bilang gue ambil musik atau ekonomi aja. Hasil psikotes gue pas penjurusan malah lebih ajaib: arsitektur, ilmu komputer, sama HI. Dan hati gue pun bingung nan galau.


You know what I learn dari kegalauan panjang akademis gue? It's really good to collect information as much as you can, listen to others' advices.. But listening too much is really harmful. Kenapa? Karena pendapat orang itu relatif, dan menyedihkannya banyak orang yang suka berkomentar walau nggak benar-benar paham apa yang mereka omongin. Kalau kuliah ini lama lulusnya lah, kuliah itu kerjaannya nggak jelas lah, jurusan ina pasaran, jurusan inu nggak bergengsi.. Haaaahh -_- Sebagian orang mungkin masih beropini kalau cewek itu nggak boleh berkarir melebihi keluarga, sebagian mungkin berpikir sebaliknya, sama seperti sebagian mungkin mengincar uang, status dalam hidup saat sebagian yang lain mencari kepuasan individu dan mengabdikan diri untuk sosial. Semua orang itu berbeda cara berfikirnya dengan perspektif masing-masing.. Even orangtua sekalipun, according to me, they have rights to give you advice but not to decide. This is your life man, not them. Bukan mereka kok yang mau menjalani, bukan guru, bukan orang lain, tapi kita. Jadi dengerin kata hati! :) Kalau kata Kahlil Gibran, anak itu hanya anak busur yang bisa diarahkan.. tapi tetap akan memilih jalannya sendiri. Rasanya gue bersyukur sekali kedua orangtua gue nggak pernah maksa gue harus jadi ini jadi itu :) Gue suka miris melihat banyak temen-temen yang masih di bawah paksaan atau tuntutan orangtua buat kuliah di bidang A atau B tanpa ngedengerin apa maunya anak.

Gue merasa dunia pemerintahan 'bukan gue'. Gue suka banget itung-itungan, tapi nggak suka analisis masalah di fisika. Dan semakin lama gue sadar kalau gue nggak tahan ngedenger orang ngerintih kesakitan.. Akhirnya gue milih psikologi yang gue berdoa semoga jadi yang terbaik buat gue. Bismillah. Gue juga mau jadi dosen kaya bokap :) (once again it is proved, fruit falls never far from its tree) Kebanyakan sih orang mikirnya gue bakal ambil kedokteran atau HI (seperti kebanyakan exchange student :p). Well I've listened sooo much (too much I think), sekarang waktunya nutup telinga sambil berikhtiar. Banyak banget komentar "mau-kerja-apa-lo-kuliah-itu" atau "siap-hidup-susah?" dan yang lebih bikin pengen muntah "kenapa-nggak-kedokteran-aja" atau yang lebih parah "ya-paling-kerjaannya-jadi-penghibur-orang-atau-ngurusin-orang-gila" tapi gue udah belajar buat bersikap "terserah-elo-deh-gue-nggak-ambil-pusing" sambil cengengesan. Yang lucu, bahkan di antara orang-orang yang berkomentar nggak enak itu ada yang nggak tau bedanya psikolog dan psikiater. Astagaaa -_-

Tapi gimanapun juga, gue punya second and third back-up plans kok. Belajar dari teman-teman yang udah duluan lulus, gue liat kalau sengotot apapun lo mau kuliah A, ya kalau bukan rezeki there must be something better. Makanya gue suka kasian sama anak-anak SMA yang galau (berasa bukan anak SMA lagi :p) tapi nggak berusaha nyari informasi. Informasi sama dengan kesempatan, nggak selalu menyodorkan diri ke depan hidung lo man. Contohnya yang bilang mau kuliah kedokteran, tapi pas ditanya kenapa jawabnya "karena nggak tau jurusan lain selain itu". Atau mau perminyakan "karena disuruh orangtua", atau teknik kimia tapi bahkan nggak tau kalau semua teknik itu dasarnya belajar kalkulus -_- Punya hobi juga nggak ada salahnya sama sekali lo buat ditekunin. Banyak kok orang-orang yang justru pekerjaan utamanya malah dari hobi, bukan dari gelar akademik mereka.

Well, I've faith and I pray. I believe kalau rezeki itu sebanding dengan usaha kita dan udah ada jatahnya dari Tuhan, nggak terbatas di bidang apa, di aspek apa pun dalam hidup. Dan gue udah melihat, kita bisa mengabdi dan berguna buat orang lain dalam bentuk apa saja.. Many ways to success and to make change. *lagi inspiring banget nih sama pengajar muda ceritanya, mau banget ikut program ini kalo udah lulus kuliah nanti :)* We might make mistakes and learn.. but that's life, right? Hidup cuma sekali, jadi jalanin sebaik-baiknya aja ya nggak :)

So, what are you gonna be? Have you got the answer? :D

Well, udah tengah malem aja -_- So I guess I'll see you in the next post amigos, oyasumi nasai!

AB.

Minggu, September 11, 2011

(2) the last

No teacher in math class yesterday..
I was jobless and didn't feel like studying so i grabbed my guitar.
I almost forgot it'd been years since the last time its strings was replaced
(yeah, by you.. not me)
I watched you replacing the strings like hundred times but still I couldn't do it like you did.
(well I know how to do it better now, thou I still need help)

Sure I needed to take off all the old strings first.
(bahkan ikatan di ujung senar itu khas kamu, aku ingat)
Rasanya seperti flashback.
Seperti sesaat melanglang buana lagi ke masa-masa dulu.
(hundred days with that strings!)

But you know what? I felt nothing.
Bahkan semua bayangan itu sebagian mulai kabur.
Hanya ingatan, bukan lagi kubangan tempatku stuck.

See? My stopper does work! :)

 PS: I might write some more letters, but that "you" word doesn't belong to you anymore. Good luck for everything then! See you someday in the future ;)

Rabu, Agustus 10, 2011

(1)

Hai.
(Even in words I don't know where to start)
Well, sorry for that. Apa kabar?
(Cliche, but yes I always wanna know if you're okay. Always, you know?)
No need to answer if you don't want to. It's okay.
(Aku bahkan sangsi kamu masih mengingatku)

Yesterday I came by to the place where we met for the first time.
Sebenarnya sudah kali ketiga aku berkunjung ke sana setelah kepulanganku.
Aku tahu bulan depan pun tempat itu akan kembali menjadi bagian dari rutinitasku. Seperti biasa.
Ya, dengan atau tanpa kamu.

Aku sedang duduk di hadapan meja ketika dua sosok melintas.
(Call it hallucination or something I don't know) 
I saw you. Agak bodoh kedengarannya memang, atau gila?
Sepertinya itu akibat obrolan santai kami yang mulai random dan melantur ke mana-mana.
Termasuk masa depan.. juga masa lalu.
Kamu. Kita.


"Beda sih ya.. Sayang, padahal waktu itu.." Aku cuma melengos mendengarnya.
Entah karena bosan, lelah, atau malah menutupi perasaan yang sesungguhnya.
Atau mungkin kamu tahu jawabannya?
Biasanya kan memang begitu. Aku selalu berbicara dan bertingkah apa adanya saat bersamamu.
Atau aku yang menjadi terlalu transparan saat di dekatmu..?
(Don't ask me, I don't know the answer)



Dua tahun baru aku lewati di dua benua berbeda: di tanah air kita dan nun jauh di seberang dunia.
Lucunya aku masih saja tetap sama, walaupun dalam beberapa hal aku kini berbeda.
Budaya Barat memang tidak berhasil meliberalkanku, aku bersyukur.
Tapi kadang ada saatnya pikiranku terombang-ambing dan kacau.
I started cursing the wind. I was mad.


I just couldn't stand not to question why,
Why hadn't we just born in that land..? Then wouldn't have been any problem!
Tidak ada sekat pemisah. Kalaupun ada, tidak dijadikan masalah.
Minyak dan air digeneralisasikan sebagai cairan.
Mengapa kita semua tidak bisa disebut sekedar manusia saja?


Saat menulis ini saja, rasanya aku ingin melanggar janjiku sendiri.
Kalau bisa bersuara pun aku ingin kamu tahu, aku ingin sekali duduk di sampingmu.
Memperhatikan perubahan-perubahan dalam dirimu. 
Tentunya tahun-tahun yang terlewat tidak berlalu begitu saja, bukan?


Dengan begini saja aku sudah menjilat kata-kataku sendiri.
Untuk tidak lagi berhubungan denganmu.
Tapi masih saja, aku belum bisa.. ternyata.
Maaf.


Biarkan aku jujur saja.
Kadang aku rindu bersandar di lekukan bahumu,
Atau menertawakan matamu yang nyaris hilang saat tertawa.
Berargumen keras denganmu, lalu dilanjutkan dengan percakapan berujung tawa yang malah tidak bersangkut-paut sama sekali dengan pokok masalah! Aneh, bukan.
Atau genggaman tangan dan kata-kata yang selalu menguatkan,
Juga alunan nada di malam hari saat aku tidak bisa memejamkan mata.


Kadang aku berharap kita bertemu di saat kita sudah lebih dewasa,
Jadi tidak perlu ada emosi atau sikap kekanak-kanakan.
Kamu tidak pernah meminta maaf setelah itu, tapi aku ingin minta maaf.
Tapi mungkin setelah aku pikir lagi itu hanya akan membuat semuanya lebih sulit dan menyakitkan.
Entahlah.


Aku masih ingat segala kalimat menyakitkan, yang dulu herannya bisa aku abaikan,
Yang bahkan perih sakitnya bisa hilang sesaat.
Darimu. Dari orang-orang.
Bahkan segala janji-janjimu yang hanya melewati mulut dan terbang pergi pun tak lagi ku permasalahkan.
(Atau mungkin karena aku mati rasa?)
Begitu banyak hal-hal buruk yang aku ingin lupakan,
But somehow, jauh di dalam diri kamu aku percaya masih ada sisi baik.
Bodoh memang. Aku hanya merasa ada sesuatu yang kamu sembunyikan.
Aku tidak tahu, kamu kan memang tidak pernah jujur padaku?
Inginnya aku menerjemahkan peristiwa dengan versiku,
Tapi aku tidak mau menerka apalagi berkata pada udara.


Aku belajar satu kata baru: penerimaan.
"Belajar memaafkan saja sudah sulit, bagaimana caranya aku bisa langsung mengerti apa itu merelakan?" Begitu pikirku dulu.
Tapi aku coba tersenyum, kalau memang aku menjalankan apa yang seharusnya aku lakukan, mengapa tidak?

Kamu dengan seseorang dari kalanganmu.
Aku pun akan bersama seseorang dari kalanganku.
Akhir yang indah untuk semua orang, bukan?

Itulah mengapa aku begitu tidak menyangka,
Kau meninggalkan dia dari kalanganmu dan memilih bersama seseorang dari kalanganku.
Maksudmu apa..?
Aku tidak mengerti dan tidak peduli lagi apa maumu.
Aku lelah bertanya pada ruang hampa.
Aku jelas-jelas kecewa.
Kamu.. memuakkan.

Bohong kalau aku bilang tidak.
Untaian nada memang satu-satunya penghubung kamu denganku,
Walau aku berjanji mulai sekarang itu bukan apa-apa lagi.
Tapi aku tidak bisa mencegah diriku bertanya, ingatkah kamu padaku saat melantunkannya?


Dusta bila aku menggeleng saat kau ajak aku bertemu.
Begitu kuat rasanya hasrat untuk mendengar suaramu lagi.
Aku bersamamu di awal penitianmu,
Sedih rasanya tidak bisa ada di sana saat ini, 
To watch you become somebody.
Tapi lebih baik tidak, memang.
Lebih banyak kebohongan lagi tidak akan menghasilkan apa-apa.
Satu kali pertemuan lagi bisa saja berbahaya.
Aku hanya ingin berterima kasih padamu untuk tidak mundur dari mimpimu.
Terima kasih.
Aku pun akan terus mengejar mimpiku sendiri.
Dan melangkah bersama seseorang yang baru,
Yang tidak seperti kamu.

So I make my stopper again today..
Between me and you.


Aku hanya bisa berdoa untuk yang terbaik.
Bukan untuk kita, tapi untukmu dan untukku.. masing-masing.


Azka Bastaman

Minggu, Juli 31, 2011

Home
"A place where you can always be truly yourself." - Azka :)


Wew, it's almost 2 months since my last post.. no wonder gue diberondong orang-orang buat nulis lagi *minta ditimpuk* :p


Oh yes, I'm hooommmeeee!!! :D
Sebenernya udah dari July 6 maghrib sampai rumah, I just had a lot of things to do jadi baru sempet blogging (oh well i'm making excuse lol). Masih jetlag dan ngantuk ternyata rumah gue lagi direnovasi dan be-ran-tak-an. Hadeeh --" Tau-taunya pas gue udah siap tidur - berdaster pula! - datanglah para manusia fresh high school graduates alias "mantan" teman-teman seangkatan gue dari jaman teka: Ika, Hanny, Widya, Dichiel, Randy, Isal, dan Archie dengan sekotak chocolate cake, puding, dan handmade welcome home board! Ya ampun terharuuuu :') Makasih ya teman-teman.. :* Udah sempet ketemuan juga sama temen-temen IPA 1 (ya ampun kangen kangen kangen) dan sebagian besar anak-anak #smanitra51 (yang belum ketemu gue berarti sombong nggak main-main ke SMA!) dengan beragam rencana kuliah dan obrolan-obrolan seru soal kost-an dan OSPEK kuliah.


What do I feel? Sedih sih. Iri dengan KTM dan jaket-jaket almamater kampus mereka: kuning, biru, cokelat, hijau - umm pokoknya kayak pelangi. Kangen saat-saat bareng mereka yang udah nggak ada lagi, atau mungkin (nggak selebay itu) nggak seintens dan sekompak dulu. Tapi ini salah satu hal yang gue pelajari dari program ini (this is why I won't ever regret, I can always learn any-thing from this journey!) adalah memahami kalau hidup itu dinamis. Kalau hidup itu mengalir, kalau nggak mau disebut berputar kayak rotasi mode fashion (nah lo yang ini out of context, lo siento :p). Namanya perpisahan ya tidak terelakkan. Kita selalu bakal menemui namanya saat perpisahan yang penuh dengan pelukan dan airmata. Tapi juga selalu ada awal dan awal-awal baru lain. Kita nggak bisa berharap dunia bakal berhenti kalau kita nggak melangkah maju :) 


"Though we go our separate ways, i won't forget so don't forget the memories we made.." Salah satu kutipan dari lagu Please remember-nya Leann Rimes yang gue nyanyiin atas permintaan guru gue di baccalaurate service. Liriknya asli ngena banget tentang yang namanya "memories". Tapi kenangan itu bukan jebakan buat kita terperangkap di masa lalu kan? :)


So singkat cerita gue udah merelakan (gayaaa) kalau teman-teman gue yang tadinya seangkatan sama gue udah melangkah duluan lebih dekat ke cita-cita mereka through college (but who knows gue bakal mengejar? hihi balapan kuda kali :p). Hanya saja denger cerita-cerita mereka gue jadi menggalau lagi soal kuliah. Huaaaaa :'( Oh ya btw kak Pablo, Riri, Sah, Septi, Cipto, Anggit, Yoga, dll thanks buku-buku sumbangannya yaaa! Semoga bermanfaat buat gue. Yang masih punya buku-buku dimasukkin kardus aja ya kakak-kakak langsung bawa ke Smanitra, gue di IPA 5 kok ngga kemana-mana :p


Yes I miss states, Dawson, Weezorak, Huss, Colepaugh, Handayani, friends all over the world, all orientations and trips, AFS/YES 2010-2011, kakak-kakak volunteer.. But I'm so glad to be home again. Trust me you'll love your family more after your exchange year! Dan jujur gue jadi merasa agak-agak.. spoiled, apalagi di awal-awal pas baru dateng. hihi. Tapi bukan berarti exchange yearnya jadi sia-sia loh yaaa :p

Oh ya, papa baru ajaa dilantik jadi doktor dua minggu yang lalu! Alhamdulillah.. :) Gue, Ufal, sama mama sampe izin dari sekolah masing-masing buat dateng ke promosi terbukanya di pascasarjana FEUI. Tante Yessy, Ilmi, Izza, Nenek, Oma, para om, tante, dan sepupu juga pada hadir. Aww, sidang S3 itu keren sekali yaaa jadi mupeng gue huhu T.T Apalagi walau nggak puas ngiterin komplek UI hati gue rasanya sangat merindu mau kuliah di sana --" I will insya Allah. Bismillah.. :)


Ngeliat papa dan Pak Firmanzah Phd (dekan FEUI yang baru 30-an) ingin rasanya terus belajar sampai ke jenjang doktOr! (nggak harus doktEr kan hehe :p) Si papa malah katanya mau ambil post doctoral (Ya Tuhan -.-).. Semangat gue yang berapi-api buat study abroad sekarang malah surut. Gue mau kuliah S1 di sini saja dulu supaya bisa volunteering di binabud dan "melakukan sesuatu" alias bikin proyek yang bertujuan bikin perubahan-perubahan kecil.. Insya Allah bisa dimulai dari diri sendiri dulu..

Udah dimarahin mama belum shalat dzuhur, to be continue amigos!


-AB-

Jumat, Juni 03, 2011

Things I'm Gonna Miss
part 1.

1. Go to school at 7.00 am (oh yeah, need to adjust with 05.30 again -___-)
2. My lunch bag :p I usually prepare it by myself, but sometimes when I'm late the lunch bag is on the table already. Thank you mom :*
3. Walking to the school bus stop. When I'm late I usually run.. when I'm too early I like to walk as slow as I could, enjoying the fresh air :)
4. Yellow school bus number 69 :) Say hi to Steve (the driver) and chatting with friends. Sometimes reading when I had test that day and i fell asleep the night before :p
5. Go to library before the bell rings. Say hi to Ms. Allers, asking to print something, read the newspaper, browsing, and chatting with friends (or finishing homework :p)
6. Chorus! yay! Write the schedule and change the date on the board. Chatting with my beloved classmates, warm up together (included waiting for everybody to get ready, hahah -.-), sing a lot of different pieces. Sometimes Mrs. Rob got mad when somebody kept talking, joking, or didn't pay attention :p People makin excuses, playing the piano when Mrs. Rob went to bathroom :p Watchin movies, quizes, tests, sharing, take pics together, pickin on each other :p The field trip, rehearsal, audition, competition, concert.. Everything! Just too much to explain.
7. IB chem with funny Mrs. inman :p The labs, disscussing things, breakfast together :p talking about food which led to random stuffs with Kyra and Melia, laughing together :D
8. English 12 "really?" "seriously?" with Mr. Ricci who always tries to be mean (no you're not sir.. keep trying! :D) reading poem, and analyzing them together, learning history, watching Mr. Ricci vs. Octavis wrestling :p Leaving stuffs on Alec's seat (soorryy :p), watching Taylor bothers Jen. Spend lunch time with Mary and Beth. Eating nachos and cheese plus cookies! :D
9. Current events; shaking head because of the kids -___- answering questions about islam, indonesia, me!, everything. Sharing and disscussing a lot of differennt issues. Watching news and movies. Warm-up questions always interesting! Runaway to Mrs. Kimmel's class to learn calc or go to chorus when Mr. Noblitt out :p
10. Disscussing "Indonesian math" problems with Mrs. Kimmel. Freak out together! hahay~ Sometimes asked something to Mr. Hatley and Mr. Black too, especially matrix (we-hate-it) :p
11. Unique warm-up from Mrs. Pond. The sketch! Talking about random stuffs :p
12. All the greetings and hugs from friends and teachers in the hallway and classrooms, everywhere.
13. Chatting with Cheron and Cath in Spanish. Got candies from Mrs. Denny :p go to bathroom in gym together!
14. GLEE aand interact club
15. Field trip with renassaince! Always fun in the bus! :D
16. Volunteering in St. Michael mid-school. the kids are soo adorable!! :D All the teachers are so kind :)
17. PAX trip with Domna, Ayes, and Merve! :D
18. Being different (i'm the only muslim at school and Asian girls are so limited :p), my accent in their ears..
19. Walking home from afterschool-stay when couldn't find anybody to give ride, besides, I need exercise!!! All the roads, the trees and houses.. Talking to children I met on the way, being barked or followed by stupid dogs, looking at the squarrel, chipmunks, or wild rabbits. Listening to the birds sound.
20. Dad's grilled chicken/beef (haha, however i'm sure i'm gonna miss it when i'm home :p), turkey and gravy!!!
21. Talking to mom about a lot of different things, eating rice together :p Looking for cosmetics, go somewhere :D watching VHS, washing dishes, eating ice cream.. everything!
22. Watching Amy and Ashley dancing :p Listening to Amy's stories, trying to understand Ashley talking :p
23. Staying with Edeth when nobody's home, watching TV together :D
24. Telling stories about my day to Domna and parents in Indo.
25. Receiving monthly stipend and newsletter :p
26. Talking about random stuffs in group.
27. Go to some new places! :D
28. Having straight 100 on report cards --'
29. Go with Mom Maria on the weekends :D
30. "Bolang"-ing with Shasha to Derita area and stay up late, chatting, curcol about random things :D

to be continue.

Azka Bastaman
Quick Post

Hi y'all how's it goin? :)

Oh yes it's been a while since my last post, sorry.
It's.. JUNE!! Too fast, ain't it?
Today is the first exam day (can't believe), but I exempt soo I'm free :D

Hmm, let's see where should I start.
Oh ya first I wanna congrats those who have accepted in college through SNMPTN undangan!
And for you who are still waiting for the result of SNMPTN tulis I send my prayer and best wishes for you.. :)

So I've done with last orientation hiks), prom (love it so much!), spring concert (I cried when I was singing, well everbody did too thou), and (almost) school. I'm just so sad. The info school starts on July 11 just makes it worst! How come I only have a week break? -_____- Then I'm gonna be busy with college thingy. I'm asked to sing in baccalaurate service and.. I will sing national anthem in graduation :D *Gosh, it's gonna be at football stadium!* Can't wait for my NYC-Boston trip too with Shasha and Fara! :D

Packing is kinda frustating, but it's not a nightmare. Guess what, I still have pretty big space in my suitcase so I still can go shooopppiiinngg! *Well, I need to weigh it still. Haha. I wish we're gonna have safe trip home :)

Well now I have one more families :) My friends, teachers, host families, they're all my families..
Well I know when the time is coming I have to be ready no matter how.
I promise i'm coming back, someday.

PS: I can't wait to have my cellphone and laptop again! Fi-nal-ly! :D So I could write as much as I could. yay! 

Azka Bastaman

Rabu, April 27, 2011

Being a Woman


Halo halo hiyaaaa.. *jayus*
I'm still in spring break! Gaston county has longer spring break than other county, but still, despite the fact I prefer go to school than stay at home, as I always say: time is flying here.

Tulisan gue kali ini memang random sekali, maaf saudara-saudara :p Well gara-garanya si Arya ngelindur ngomongin soal nikah muda terus *haha stress* juga gara-gara teman-teman saya yang sering sekali memberondongi saya dengan komentar "kenapa-nggak-cari-bule" -___-

Oke, gue jawab. Gue nggak minat sama yang namanya LDR antarkontinen.. Gue optimis kok someday I'll come back here either for vacation, study or stay.. well we never know! Tapi tanpa kepastian ya gue ogah karena ending dari relationshipnya sangat mudah ditebak :p Dan juga kalo gue pikir punya pasangan yang lahir dan tumbuh besar di budaya yang sama lebih nyaman aja :p Ngga tau sih ya masalah jodoh mah.. Hehe. *nyokap bokap gue pasti geleng-geleng baca tulian gue, haha --'*

If you know me, I'm sure you know how much I love singing though I'm not a professional singer. Dan gue punya mimpi *yang mungkin kedengarannya agak nggak waras* buat punya empat anak: sopran-also-tenor-bass :D Gue inget banget diketawain sama classmates dan guru gue di kelas choir gara-gara gue curhat soal itu :p

Oke, sorry. :p Kembali ke topik. Become a woman for me is a gift, a challange, a dilemma. Let's start from a simple thing kaya prom (again). Seliberalnya Amerika kata orang, semajunya wanita sejak jaman Kartini, tetep aja gue nggak bisa yang namanya ngajak cowok duluan. Hiiyy~ Kadang gue pengen bikin riset deh pandangan cowok soal batasan agresifitas cewek --'

Jadi cewek ituu.. anugerah. Kalo inget sabda Nabi soal 'surga di telapak kaki ibu' dan list orang yang harus kita hormati (ibu-ibu-ibu-ayah tau kan?) rasanya bangga dan bersyukur jadi perempuan. Jadi inget kata mama, perempuan itu setinggi apapun degree pendidikannya or posisi di tempat kerja tetep harus bisa ngurus rumah dan anak: multitasking-red. :) Udah gitu mau pake rok monggo, pake celana juga ngga apa-apa *ngga nyambung*

Jadi cewek itu.. tantangan dan dilemma. Surprisingly, banyak lo temen gue yang passionnya untuk sosial atau karir tinggi yang bilang "Kok gue jadi mikir nggak mau nikah ya?" atau setatement yang sejenis. I know I haven't even been twenty and so do my friends, I know our minds are always changing by the time.. Tapi emang realita kalau jadi perempuan itu membingungkan. Mau berkarir tapi juga mikirin berkeluarga. Kaya gue aja nih mau jadi dokter tapi lamanya itu.. bikin gue merenung. Gue nggak mau salah pilih buat masa depan..

Haduh, lomba nyanyi gue hari Sabtu dan gue belum latihan, zzz -___-
~sorry for this random post!

AB

Jumat, April 15, 2011

Reflection of Rain


4.14 am, I can't sleep again.
It's raining outside, seems like reflecting my feeling right now.

UN just finished..
And the reality that I won't see my friends again in the same school really brings me down :'(
I still remember how 12 IPA 1 came to my house with farewell banner and pictures, also the "curhat"session full of tears.. Thank you very much! You guys are just so silly! :'p We had so much fun even I have only a year with y'all. Oh ya, I love Kansas and Kandang Mbe too :p

Rinduuu sekali saya mendengar adzan. Kangen masakan mama. I'm glad Ramadhan is coming soon I'm home! Sahur, buka, teraweh, silaturahmi, mudik Lebaran! I can't wait to come home , kembali ke pelukan keluarga tercinta :)

Spring break is here. I hate this. I wanna go to school, it is the best part of my exchange year! Udah jadi tulang belulang kalo gue ngga sekolah di sini..


~yang ngepost lagi galau, makanya ini posting asli ngga penting haha

Senin, April 11, 2011

April-May-June.. Counting Down.

Holaaa! How are y'all doing? :))
80 days left, weeeeww.. Soon I'll be busy of bimbel, exam, college thingy, everything'll back to my normal life! Yeah yeah it means another senior year in high school :( But it's worthed thou :p

I'm excited of going back home, but half of my heart has been here already.. Just like the other exchange students, going to college abroad is one thing that is in my mind right now. My plan is getting my bachelor degree in Univeristy of Indonesia (amiiinn!) and then find scholarship for graduate program. :) My choices are still medicine and psychology, but I still figure out and make sure myself this is the right choices. Sometimes majoring vocal performance makes me doubt, but.. anyway. I better enjoy my last weeks in United rather than getting frustated about college! Not now :p But I've been practicing problems for exam too here! I'm lucky my teachers are just as excited as me in discussing all that problems.

Oh God, I do miss bubur ayam and nasi Padang! -___- I'm tired of sandwiches, hahah --" #random

Seems like I'm growing and growing up everyday. Last month I felt so melancholic, afraid of going back home.. But now I think I'm ready. Thou adjusting with the weather which is getting warmer (despite thunderstorm that happened twice this week) is kinda hard for me (i hate hot even before I came here!), it is what it is! Spring break is coming next week, but I'm not that excited because i don't have any plan -___- I wish I could go with Arya-Eki-Zia traveling in northeast - i need to wait til my hostfam came home from vacation to ask for permission. World seems so unfair.. when I have spring break all my friends are struggling for passing national exam :( Good luck dearest friends! I do wish we could graduate together.. Throw away all our uniforms together. I wanna sing for our graduation too (well I'm part of y'all! I'm always be) if I had gone home in on May.. I just can say good luck and I'll mention y'all in my prayers :) For 12 IPA 1, thank you for amazing farewell for me! :') (the thing is i don't think I wanna y'all to come to the airport coz i don't wanna hear any comments like: "fat" and "dark" -___-)

I got a lesson this week. If you let a thing go with a sincere, God will give you better things even more than what you expect! I've decided to withdraw from Miss. Asia Carolina pageant, and focus to my district competition. And guess what: I am asked to be a guest performer in the talent night! :) I never even expected that. I am also asked to sing, dance, and do some presentations in some schools. And.. Mrs. Robinson asked me if I wanted to do the senior solo in spring concert next month. Sure I'll do! I wanna song 'Time to Say Goodbye' for all of them who have made this year memorable for me.. They just makes my day! :))) Domna, my local coordinator also gives me and Shasha permission to go to my city dream where my college dream is tehre: BOSTON. I'm gonna be there after graduation! Also go to NYC, shopping time! We're comiiiinnnnggg :D

Last thing.. I just realize I've been enjoying being single for almost two years! :p I'm normal, I'm just an ordinary girl who sometimes feel like I wanna date with somebody - especially here in United States *kidding :p But it'd just make it hard for me to come here and go home.. I understand now why parents always say "later" about dating after my lil brother is starting become a teenage and fall in love! I just don't like it --" Well I'll turn 18 soon I get home and sure I'll get permission to have boyfriend from my parents - without backstreet anymore :p But why should I have one just because I wanna have a relationship status in my facebook profile? :p I will just save the best for last.. The right guy in the right time will make it right. ;) I don't run away from my past with somebody else.. no more, but I do something else instead. :) *what are you talking about, Azka? I know right :p

Gotta go shower, I'll post again tomorrow!
- Buenas noches! Thanks for visiting my blog and read my random post anyway ;)

Love, AB.