Tampilkan postingan dengan label Love is Complicated. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love is Complicated. Tampilkan semua postingan

Minggu, September 11, 2011

(2) the last

No teacher in math class yesterday..
I was jobless and didn't feel like studying so i grabbed my guitar.
I almost forgot it'd been years since the last time its strings was replaced
(yeah, by you.. not me)
I watched you replacing the strings like hundred times but still I couldn't do it like you did.
(well I know how to do it better now, thou I still need help)

Sure I needed to take off all the old strings first.
(bahkan ikatan di ujung senar itu khas kamu, aku ingat)
Rasanya seperti flashback.
Seperti sesaat melanglang buana lagi ke masa-masa dulu.
(hundred days with that strings!)

But you know what? I felt nothing.
Bahkan semua bayangan itu sebagian mulai kabur.
Hanya ingatan, bukan lagi kubangan tempatku stuck.

See? My stopper does work! :)

 PS: I might write some more letters, but that "you" word doesn't belong to you anymore. Good luck for everything then! See you someday in the future ;)

Rabu, Agustus 10, 2011

(1)

Hai.
(Even in words I don't know where to start)
Well, sorry for that. Apa kabar?
(Cliche, but yes I always wanna know if you're okay. Always, you know?)
No need to answer if you don't want to. It's okay.
(Aku bahkan sangsi kamu masih mengingatku)

Yesterday I came by to the place where we met for the first time.
Sebenarnya sudah kali ketiga aku berkunjung ke sana setelah kepulanganku.
Aku tahu bulan depan pun tempat itu akan kembali menjadi bagian dari rutinitasku. Seperti biasa.
Ya, dengan atau tanpa kamu.

Aku sedang duduk di hadapan meja ketika dua sosok melintas.
(Call it hallucination or something I don't know) 
I saw you. Agak bodoh kedengarannya memang, atau gila?
Sepertinya itu akibat obrolan santai kami yang mulai random dan melantur ke mana-mana.
Termasuk masa depan.. juga masa lalu.
Kamu. Kita.


"Beda sih ya.. Sayang, padahal waktu itu.." Aku cuma melengos mendengarnya.
Entah karena bosan, lelah, atau malah menutupi perasaan yang sesungguhnya.
Atau mungkin kamu tahu jawabannya?
Biasanya kan memang begitu. Aku selalu berbicara dan bertingkah apa adanya saat bersamamu.
Atau aku yang menjadi terlalu transparan saat di dekatmu..?
(Don't ask me, I don't know the answer)



Dua tahun baru aku lewati di dua benua berbeda: di tanah air kita dan nun jauh di seberang dunia.
Lucunya aku masih saja tetap sama, walaupun dalam beberapa hal aku kini berbeda.
Budaya Barat memang tidak berhasil meliberalkanku, aku bersyukur.
Tapi kadang ada saatnya pikiranku terombang-ambing dan kacau.
I started cursing the wind. I was mad.


I just couldn't stand not to question why,
Why hadn't we just born in that land..? Then wouldn't have been any problem!
Tidak ada sekat pemisah. Kalaupun ada, tidak dijadikan masalah.
Minyak dan air digeneralisasikan sebagai cairan.
Mengapa kita semua tidak bisa disebut sekedar manusia saja?


Saat menulis ini saja, rasanya aku ingin melanggar janjiku sendiri.
Kalau bisa bersuara pun aku ingin kamu tahu, aku ingin sekali duduk di sampingmu.
Memperhatikan perubahan-perubahan dalam dirimu. 
Tentunya tahun-tahun yang terlewat tidak berlalu begitu saja, bukan?


Dengan begini saja aku sudah menjilat kata-kataku sendiri.
Untuk tidak lagi berhubungan denganmu.
Tapi masih saja, aku belum bisa.. ternyata.
Maaf.


Biarkan aku jujur saja.
Kadang aku rindu bersandar di lekukan bahumu,
Atau menertawakan matamu yang nyaris hilang saat tertawa.
Berargumen keras denganmu, lalu dilanjutkan dengan percakapan berujung tawa yang malah tidak bersangkut-paut sama sekali dengan pokok masalah! Aneh, bukan.
Atau genggaman tangan dan kata-kata yang selalu menguatkan,
Juga alunan nada di malam hari saat aku tidak bisa memejamkan mata.


Kadang aku berharap kita bertemu di saat kita sudah lebih dewasa,
Jadi tidak perlu ada emosi atau sikap kekanak-kanakan.
Kamu tidak pernah meminta maaf setelah itu, tapi aku ingin minta maaf.
Tapi mungkin setelah aku pikir lagi itu hanya akan membuat semuanya lebih sulit dan menyakitkan.
Entahlah.


Aku masih ingat segala kalimat menyakitkan, yang dulu herannya bisa aku abaikan,
Yang bahkan perih sakitnya bisa hilang sesaat.
Darimu. Dari orang-orang.
Bahkan segala janji-janjimu yang hanya melewati mulut dan terbang pergi pun tak lagi ku permasalahkan.
(Atau mungkin karena aku mati rasa?)
Begitu banyak hal-hal buruk yang aku ingin lupakan,
But somehow, jauh di dalam diri kamu aku percaya masih ada sisi baik.
Bodoh memang. Aku hanya merasa ada sesuatu yang kamu sembunyikan.
Aku tidak tahu, kamu kan memang tidak pernah jujur padaku?
Inginnya aku menerjemahkan peristiwa dengan versiku,
Tapi aku tidak mau menerka apalagi berkata pada udara.


Aku belajar satu kata baru: penerimaan.
"Belajar memaafkan saja sudah sulit, bagaimana caranya aku bisa langsung mengerti apa itu merelakan?" Begitu pikirku dulu.
Tapi aku coba tersenyum, kalau memang aku menjalankan apa yang seharusnya aku lakukan, mengapa tidak?

Kamu dengan seseorang dari kalanganmu.
Aku pun akan bersama seseorang dari kalanganku.
Akhir yang indah untuk semua orang, bukan?

Itulah mengapa aku begitu tidak menyangka,
Kau meninggalkan dia dari kalanganmu dan memilih bersama seseorang dari kalanganku.
Maksudmu apa..?
Aku tidak mengerti dan tidak peduli lagi apa maumu.
Aku lelah bertanya pada ruang hampa.
Aku jelas-jelas kecewa.
Kamu.. memuakkan.

Bohong kalau aku bilang tidak.
Untaian nada memang satu-satunya penghubung kamu denganku,
Walau aku berjanji mulai sekarang itu bukan apa-apa lagi.
Tapi aku tidak bisa mencegah diriku bertanya, ingatkah kamu padaku saat melantunkannya?


Dusta bila aku menggeleng saat kau ajak aku bertemu.
Begitu kuat rasanya hasrat untuk mendengar suaramu lagi.
Aku bersamamu di awal penitianmu,
Sedih rasanya tidak bisa ada di sana saat ini, 
To watch you become somebody.
Tapi lebih baik tidak, memang.
Lebih banyak kebohongan lagi tidak akan menghasilkan apa-apa.
Satu kali pertemuan lagi bisa saja berbahaya.
Aku hanya ingin berterima kasih padamu untuk tidak mundur dari mimpimu.
Terima kasih.
Aku pun akan terus mengejar mimpiku sendiri.
Dan melangkah bersama seseorang yang baru,
Yang tidak seperti kamu.

So I make my stopper again today..
Between me and you.


Aku hanya bisa berdoa untuk yang terbaik.
Bukan untuk kita, tapi untukmu dan untukku.. masing-masing.


Azka Bastaman

Jumat, Januari 21, 2011

Just a Piece of Words

I used to be a little girl. Actually smart, but sometimes naive and stupid.
Actually childish, but felt so sure that she was so mature.
Always tried to look wise and tough, when actually so fragile.
So small, but always thought she could conquer the world.

And as the time goes by,
I learn more about life.
About love.
About forgiveness.
About future.
And about who I am.

I know I could not change anything in the past, even just reach that time back.
But I know I can always make a change.. so do other people in my life.
I can make today better and always make the best in tomorrow.
No more regret, neither cry..

And I will say, "I'm growing up."


AB

Selasa, Juli 13, 2010

Senang Sekaligus Sedih :)(


"Satu kaki gue ingin mulai melangkah, tapi kaki lain rasanya ingin bertahan di sini. Stuck di sini dan yah.. seperti ini saja. Ada di sini bersama orang-orang yang gue sayang, zona aman gue.."

Tapi kalo gini terus gue nggak akan maju-maju kan..? Coba gue merenung, berpikir, menelaah kembali apa tujuan gue mengambil keputusan buat ikut AFS. Coba-coba..? Iseng..? Yah ngga bisa dibilang gitu juga sih. Mungkin juga karena bokap gue seorang returnee (alumni) AFS juga jadi gue termotivasi denger pengalaman beliau yang manfaatnya terasa sampe sekarang. Walau gue sempet takut juga karena di sana bakal sendirian.. Gue masih inget doa gue waktu itu, "Ya Allah, kalau memang pergi jalan yang terbaik.. mudahkan jalan saya.."

Well, and here I am. Inget banget dulu masih masa-masa H2C nunggu surat putih berlogo "Bina Antarbudaya". Can't believe kalo gue sekarang udah di akhir masa penantian gue. Jadwal udah diberikan, dan segala sesuatu rasanya terasa hectic kareena waktu yang larinya ngebut. Packing heboh. Keluarga dan temen-temen udah nanya-nanyain farewell. How do i feel? Masih speecchless. Gue seneng, BANGET. Mau nangis saking senengnya. Tapi gue juga sedih melihat kenyataan temen-temen gue ada yang ngga pergi.. Temen-temen yang udah berusaha sejauh ini.. Mungkin gue ngga akan pernah ngerti perasaan mereka tapi gue tau Allah tau yang terbaik.. Cheer up yaa teman-teman! Gue cuma bisa bilang gue sayang kaliaaann.. :) Buat adik-adik yang lagi nunggu surat tahap 3, semangat yaa! ;)

Huhu rasanya kurang waktu buat sama-sama mama, papa, Ufal dulu.. Udah deket-deket hari H gini gue jadi males ke mana-mana, bawaannya homesick duluan :p apalagi denger lagu Home sama Leaving on a Jet Plane huhu.. Satu hal yang gue sadari dengan membuka mata gue lebar-lebar adalah ternyata banyak sekali yang sayang dan peduli sama gue.. menghargai gue for everything I am. :) Masa depan gue terbentang cerah and TOTALLY MINE! Keluarga dan temen-temen gue ngga sebanding dengan apapun! Gue bener-bener bersyukur punya kalian semuaa.. :)

Rasanya kalau gue mau mengucap syukur ngga akan ada habisnya.. Se-ngga-akan-habisnya kasih sayang Allah :) tapi gue berterima kasih yang tiada terhingga untuk kedua orangtua gue dan adik gue, harta termahal gue, gue janji akan selalu melakukan yang terbaik untuk kalian.. Juga temen-temen gue yang selalu ada, terima kasih buat membuat gue merasa "ada" dan "dibutuhkan".. :) Buat guru-guru gue dan semua pihak pokoknyaa.. Buat yang bilang gue cewek "beda", tegas dan punya pendirian, terima kasih. :)

Haha udahan ah jadi melankolis gini, thanks to thanks to-nya ntar deh kalo udah bener-bener berangkat. :)
Sekali lagi minta doanya yaa semoga semua lancar..

Gue ingin berangkat dengan mengucapkan selamat tinggal pada masa lalu, dan sekembalinya dari sana.. senyum dengan membawa sejuta pengalaman baru (bukan berat badan baru yang melebar ke samping pastinya hahah --"). Ngga selalu senang emang, yah namanya juga hidup di dunia bukan surga hehe. :p

"Goodbye my past, welcome my bright future.. Hope this is the first step for a new beginning!"

Oh ya, kenapa semua cerita tentang AFS gue kemaren-kemaren gue masukin ke label "masa depan dan cita-cita", itu karena gue ngerasa ngga afdol aja nulis label AFS kalo gue belum bener-bener dapet kepastian berangkat. Semoga benar-benar berangkat yaa Agustus nanti! Amiin. Ciao! :D

AB

Selasa, Desember 15, 2009

Cinta Cinta Cinta

Ada perbedaan besar antara cinta dan obsesi,
antara bahagia dan bangga,
antara rasa ingin menjaga dan nafsu,
antara ketulusan dan ingin memiliki.

Karenanya terpampang jelas di depan mata,
apa yang maya, apa yang nyata..


  -AB-

Rabu, November 11, 2009

Saya Hari-Hari Belakangan Ini..


CAPE.
Sibuk banget nih jadi bisa posting jarang-jarang aja..
Oke deh, semua berpendapat kelas XI SMA tuh nyantai, kecuali angkatan saya mungkin. Dengan guru-guru yang sangat tidak memungkinkan kita berleha-leha, setiap hari kerjaan gue nyelesain semua yang gue tulis di agenda gue, dan berharap cepet-cepet weekend. Maunya sih diapelin pacar tapi ngga punya! wahahahahaha merana gitu, hihi. Enjoying single laah.

Kenapa gue berharap cepet-cepet weekend?





1. Bales dendam tidur yang cukup.
2. Jogging melepas penat.
3. Kumpul sama Mama, Papa, Ufal.
4. Nyicil tugas buat minggu berikutnya.
5. Nonton Take Him Out. *haha ya ngga lah boong yang ini mah

Hmph. Gue berharap sehari ngga cuma 24 jam.. Rasanya ngga cukup buat beraktivitas! Apalagi sifat gue yang rada-rada perfeksionis bikin tambah runyam. Yah, time management emang merupakan salah satu peer gue. Sekarang gue berusaha terus membagi waktu lebih baik lagi. Masalahnya gue masih dalam pertengahan proses panjang AFS, terjebak di kelas yang seakan tiada jam kosong (lebay), ditunjuk jadi sekertaris EP sama Alin (bagus Abul, don't laughing me!!!), diajak audisi vokal grup, diajak jadi panitia SLPJ (tapi gue ngabur mulu gara-gara ada acara, maaf :( ), dan gue lagi bingung mau nyalonin diri jadi ketua voice atau ngga. Hemmh, apalagi gue mau ke bedah kampus terus ujian vokal. Huhu. Eh iya gue mulai bersua kembali dengan piano dan gitar gue yang lama ngejablay. *aduuuhh jangan pada jealous sama laptop yaa


Gue masih questioning myself nih, apa gue yakin mau jadi dokter..? Atau gue cuma mau gengsinya..? apa gue rela berkorban waktu..? Bingung. Gue mau kuliah nyanyi atau ngga..? Pandangan ortu masih banyak yang kolot sih, katanya kalau musik tuh ngga menjamin bla bla bla, tapi emang sih pasarnya sendiri begitu. Klasik (kalo yang ngga ngerti) pasti dinilai aneh, serem, berat, dst dsb. -,- Waahh, kalo gue dikasih kesempatan sih gue mau banget belajar ke Eropa dan jadi penyanyi opera di sana, hihihi. xp Oya, banyak yang nasehatin gue, katanya gue mesti bisa bedain mana hobi mana kerjaan. Ckck. Sebenernya salah satu alesan gue ikut AFS tuh gue mau "kabur" dulu setaun buat merenungkan cita-cita gue. Haha. What a silly reason!

So, should I do what I love or just love what I do..?
Ehm.

Oke ganti topik yuuk.
Beberapa hari ini gue ketemu Mr. S, you-know-who (ngga tau sih yaa sebenernya hehe), dan ajaib! Gue berasa dapet spirit injection setiap harinya. *oke, tabok gue teman-teman
Hahaha, yayaya gue tau itu statement yang sangat norak, tapi gue seneng. Enough. :)

Bad newsnya, gue akhir-akhir ini inget seseorang dari masa lalu. Well, gue ngga ngerti kenapa pelet dia sangat manjur. -,- Dan berhubung nyokap ngomel gue nyibukkin diri dengan hal-hal lain yang bikin gue ngga punya space buat mikir hal-hal yang ngga penting. Cukup berhasil. :)

Heuh gue jadi bingung sendiri kayaknya tadi bukan mau posting curhatan begini deh.. -,-
Ya udah deh, udah magrib. Hehe.


-AB-

Kamis, Oktober 22, 2009

Love, Life


Hari ini cape banget sumpah. Ergh.
Semalem gue ketiduran (lupa sikat gigi, ngga beresin buku) dan melek dengan shock karena waktu telah menunjukkan pukul setengah enam. Ngga solat Subuh deh jadinya. T.T

Dan dengan panik gue grabak grubuk mandi, abis itu beres-beres. Gue baru sadar kalau hari ini hari Kamis. Alhasil bawaan gue banyak bangeeeettt!!! Kerudung, gitar, baju olahraga+sepatunya. Juga handuk kecil, sabun muka, plus bekel dan obat antibiotik gue yang belom abis. Bersyukur Mr. PH-guru MTK gue-masih diklat, jadi gue ngga perlu berat-berat bawa buku dosa yang segede gaban itu.

Dari pagi sampe pulang sekolah, gue ribet banget ngurus voice. Anak-anaknya pada ngga bisa latihan, sebagian ngga bisa ikut tampil. Hadoh. H-3 saudara-saudara!! Dan kita sama sekali belum ngumpul serius. Gue sempet kesel juga. Kesel pengen ikutan Minggu nanti, tapi ngga mungkin ninggalin AFS. Kesel sama anak-anaknya yang pada sibuk. Les Inggris, bimbel, ekskul ini-itu, juga panitia pensi. Apalagi yang lagi pada LDK. Ampun deh ngapain kali pake ada pra-LDK segala?? Perasaan 3 hari juga udah cukup. Ngga tau lah.. Dan ujung-ujungnya minta tolong Ka Yabes lagi karena udah mentok (kapan ini bisa mandirinyaa??). -,-

Gue juga sempet bete gara-gara omongan satu orang yang sempet bikin gue tersinggung hari ini. Sumpah. Gue diem aja, terserah dia lah mau bilang apa, like I care. Ketambah lagi pinggang gue yang masih dalam masa pengobatan kram dan rasanya luar biasa nyeri gara-gara tadi roll depan belakang+sikap lilin, kayang, lompat kangkang, dan lompat harimau. Ampuunn. Udah berat-berat bawa sepatu kets ngga taunya hari ini senam lantai!

Hemm, tadi gue liat Sorrow (yayaya gue tau gue udah bertekad buat mengontrol perasaan gue, but I really hate this feeling T.T). Ngga ada kata-kata yang pas deh buat gambarin dia. Tapiii.. kalau gue disuruh nyebutin satu kata.. KEREN. Gosh! Yap, dia keren banget!!! Shit. Dia itu simple dan humble. Independent and nice. Have a good look and behaviour. Heuh, apalagi kalau gue kabayang dia lagi basah kuyup keringetan.. Rrrrrraaaawwwwrrrrr, menggoda iman (mulai lagi deh T.T)!!! Sedih gue ngga bisa masuk dalam dunianya.. *melankolis lagi


Gue pulang latian jam 5-an gitu, and my lovely brother (*pret) si Ufal belum balik main. Dan tau-tau dia pulang magrib-magrib dengan pipi memar. Ya langsung aja gue dan bonyok histeris. Ckckck. And guess why? Dengan enteng dia menjawab, "Tadi nabrak temen waktu lagi main tak benteng.. Ngga sakit kok."

Gue kadang heran, ade gue tuh umurnya berapa sih? Perasaan taun depan masuk SMP, tapi kelakuannya masi aja kaya bocah. Ckck. Dan bonyok gue lebih heran lagi kenapa ade gue ngga pernah absen pulang ke rumah denga hiasan di badannya. Ngga baret, luka, memar.. Wiiiiw, jagoan deh pokoknya kalo udah di jalan raya! tapi jangan tanya kalo udah di dalem rumah. Penakutnyaaaa bikin orang-orang senewen. Padahal gue lahir siang, dia malem. Bukannya kata orang yang penakut itu yang lahirnya siang ya..?


Nyokap juga suka bingung kenapa punya anak beda banget. Gue orang rumahan, ribet dan panikan, kadang cepet pesimis, tapi bisa ngelola finansial dengan baik. Gue lebih suka bergaul sama yang lebih dewasa dari gue, cinta nyanyi dan main musik, keras tapi ngga bisa dikerasin. Gue suka banget baca buku, travelling dan belajar bahasa. Sedangkan ade gue? Tukang kelayapan, confidence luar biasa tinggi, dan tenang kalo ngadepin apa-apa. Gaulnya sama bocah-bocah, sama sekali ngga bisa megang duit, cinta ngelukis. SAMA SEKALI ngga suka musik. Bahkan dia ngga pernah dateng kalo gue nyanyi di mana-mana. -,- Dia cuma suka komik Conan, ngga suka travelling dan ngga cerdas linguistiknya. Tukang ngeyel kalo ngga dikerasin. 

ANEH KAN?

Tapi kesamaan gue dan ade gue jelas banget. Sama-sama fleksibel, tukang makan, dan cerewet. Hahaha.

Duhduhduh, kok jadi nyeritain ade gue..? 

Hmm, hujan gede nih. Jadi inget Shadow.
Apa kabar ya dia sekarang..?
Ngga kerasa udah hampir setengah tahun yang lalu gue seperated dengan dia.
Kangen, sedih, tapi lega juga, masih campur aduk semuanya dalam hati.
Semoga dia baik-baik aja.


Mudah-mudahan gue sendiri yang sakit lebih baik daripada harus semua orang yang sakit.. 
Ah, hujan emang bikin gue selalu aja jadi melankolis.. 



-AB-

Selasa, Oktober 20, 2009

Hari Berbagai Emosi


Hei ho.


Gue baru sempet posting lagi nih, setelah quick post sebelum gue ke Bekasi kemaren (yang ditambah nyasar ke Harmoni gara-gara gue bengong di halte busway dan salah naik trans -,-). Gue kesel banget, gara-gara gue dapet tugas dari guru MTK gue tersayang buat ngerjain tugas akhir bab probability, dan ternyata di Bekasi MATI LISTRIK!!! Sia-sia lah gue bawa buku dosa yg segede gaban (300 halaman folio bo, naik bus pula) ke Bekasi. Dan waktu gue pulang ke Tangerang hari Minggu, di sini juga MATI LISTRIK. Ampuuunn. Wahai PLN, dosa apa saya sama situ? Kenapa ngga mati listriknya dibalik aja? Di Bekasi Minggu, Di Tangerang Sabtu. Finally, dengan TERPAKSA, gue merelakan waktu tidur gue yang sangat precious (gue udah ngerasain gimana ngga enaknya insomnia soalnya) dan ngerjain itu tugas dini hari. Ngga taunya.. Mr. MP yang terkenal anti ngga masuk itu DIKLAT!!! Jadi deh kaga dikumpulin itu tugas. Heuh, udah nasib kali ya emang. T.T
 
Haduh, haduh. Bawaannya kok pengen marah-marah mulu ya. Heuh. Sabar-sabar-sabar-sabar.. EQ gue memang ngga terlalu bagus, sepertinya gue kudu mengontrol emosi lebih baik lagi. Fiuh. Tapi kayanya gue terkena Sindrom Pasca-Menstruasi. Hahaha. Ketambah lagi banyak hal-hal yang bikin sensi dua hari ini. Yah, skip aja deh. Demi kenyamanan semua pihak. Hehe.


Gue seneng masalah gue dengan guru kimia sudah selesai (toh emang gue ngga ada urusan apa-apa sama dia =p). Dia udah mau senyum lagi ama gue, haha. Voice juga lagi sibuk latian buat opening guest star pensi nanti. GS-nya RAN, Endah n Ressa, trus.. gue lupa, hehe. Huhu udah lama nih gue ngga debat, pengen debat lagi.. Tadinya mau turun Sangtim, tapi gue ulangan termokimia.-,- Eh iya, congratulation yaa buat BEnny, Peter, dan SIndhu yang udah jadi champion di SMUKI!!! Proud of you guys! :) Dan gue gue juga lagi nungguin konfirmasi selanjutnya dari AFS.. Aduh, wish me luck yaa, gue sumpah ngiri banget baca blog mereka-mereka yang sudah ada di (atau juga yang sudah kembali dari) sana. Jadi ngayal tiap kali liat pesawat.. Akankah gue pergi ke sana???



Heeemm, manusia emang ngga bisa menguasai segala hal yaa..? Dan dalam pergaulan, kita ngga bisa bikin semua orang suka sama kita kan..? *tau-tau sok wise
Yah, try to be the best aja.
(maap, intermezzo dikit)



Oh iya, tadi gue ketemu Sorrow. Miss him so much, actually. Tapiiiiiii... I've decided to focus. Fokus sama semua tujuan gue! Gue ngga mau stuck di tempat yang sama, dan ngga mau terjebak dalam masalah yang sama. Dan yang lebih penting, gue ngga mau jadi teman yang jahat, atau anak yang ngga berbakti. Jadi.. Gue belajar untuk mengikhlaskan dia. :) Jadi temennya, enough for me. Gue ngga mau melangkah jauh-jauh.

Semoga hari esok, lebih baik dari hari ini.. 

-AB-

Jumat, Oktober 09, 2009

Para Bule dan Cowok Itu


Bingung mau mulai dari mana..
Sebenernya gue udah pengen nulis dari kapan tau, tapi berhubung wali kelas gue tercinta tidak lepas memberikan tugas yang menumpuk, ketambah lagi latihan voice yang hampir setiap hari (kalo yang ini sih gue sama sekali ngga keberatan :)) jadinya baru sekarang sempet nulis lagi.

Dan gue kena flu. Benci banget deh gue, mau nyanyi jadi nggak enak. Heuh. Gara-gara ade gue yang menyebalkan minta tolong gue nyariin bahan prakarya, dan gue udah ujan-ujanan nyari, ngga semuanya dipake ternyata. Bener-bener tu bocah. T.T

Oh ya, hari ini bule-bule sudah meninggalkan sekolah gue lagi.
Heeemm, ternyata ngga hebring-hebring amat seperti yang gue bayangkan. Walau lucu rasanya ngeliat bule-bule panas-panasan - nyeker pula - main futsal di lapangan sekolah gue yang unyil banget. Haha. Ada yang murah senyum, ada juga yang sengak. Ada yang bisa Bahasa Indonesia, ada juga yang ngga bisa sama sekali. And surprise!!! Ternyata mereka senang ke Timezone dan Dufan. Ckck. Kasian gue liat muka mereka merah kepanasan.. Hehe.

Tadi farewell-nya diisi sama fiesta voice, samanitra, marawis..
Gue sedih banget waktu nyanyiin lagu terakhir - You've Got a Friend - soalnya hari ini terakhir kelas 12 ikutan voice. Berasa kaya udah mau perpisahan. Kayanya waktu kok cepet banget ya..? :( Gue lebih suka jadi ade kelas daripada kaka kelas..

Tapi yang kocak, waktu ngeliat bule-bule pada poco-poco. Ya ampuunn.
Hahaha.

Hem.. walau di luar gue cengengesan (yak kalo di panggung sih emang tuntutan yaa), sebenernya gue lagi bingung. Bingung gara-gara logika vs perasaan gue yang lagi adu bacot. Haha kaya ada angel dan devil di tubuh gue. Fiuh.

Sedih juga, gara-gara gue naksir orang yang ngga boleh gue suka. Dia bukan buat gue.
Bahkan bule-bule pun ngga bisa mengalihkan perhatian gue dari dia.
Hmh, maunya sih maju terus pantang mundur!!
Tapi, ngga boleh. Tapi mau. Tapi susah. Tapi gimana..?
Masa iya gue mesti ngebohongin diri sendiri terus?
Ah, ngga tau deh..

Tapi boleh kan kalo gue sekedar berharap bisa ngobrol lagi sama dia besok-besok..?

Ngeliat dia aja gue udah seneng kok. :)

-AB-