Tampilkan postingan dengan label Random Topics and Opinion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Random Topics and Opinion. Tampilkan semua postingan

Jumat, November 04, 2016

Kita dan Persepsi

I'm back!

Alright. Almost 13 months without any post..
It's kinda sad but hopefully I can write better now, since I am officially a bachelor of psychology.

Hahaha, bercanda ah guys.. :")

It's simply because I found nyatanya setelah lulus hidup tidak menjadi lebih menyenangkan apalagi mudah. Dan, menjadi seorang sarjana tidak serta-merta membuat saya menjadi dewasa, apalagi merasa lebih berilmu dari yang belum lulus ataupun yang belum berkesempatan untuk kuliah. Lagian juga it is already sooo basi. Saya sidang pertengahan Juni dan resmi diwisuda akhir Agustus lalu. Manisnya hari-hari menuju wisuda setelah lepas dari skripsi usai sudah, digantikan oleh fase kehidupan fresh graduate yang untuk menjelaskannya dibutuhkan satu post tersendiri. Coming soon yah :p

Yang menggelitik saya untuk kembali menulis lagi adalah tanggal hari ini. 4 November 2016. Seperti yang kita semua tau, while saya menulis ini ada demo yang berlangsung terkait kasus dugaan "penistaan" agama oleh Bapak Gubernur DKI Jakarta. Tumben nggak sih, seorang Azka sampai mau nulis tentang hal kayak gini? Haha awalnya saya sebel sih karena gara-gara demo ini saya jadi dilarang datang ke pameran pendidikan. Ya walau ini katanya aksi damai saya nurut aja deh sama orangtua daripada ada apa-apa di jalan. Saya berharap semoga nggak ada huru-hara hari ini since mama papa saya tetap masuk kerja dan nanti malam juga Paragita akan melaksanakan konser tahunan.. best luck for you all dear choristers!

Kenapa "penistaan" pakai tanda kutip? Karena kepo, beberapa waktu lalu saya coba mendengarkan pidato Pak Ahok secara lengkap. And.. I honestly don't find it as "penistaan" or anything close to it. Saya merasa maksud Si Bapak bukan untuk melecehkan.. But on the other side, saya juga tidak menampik bahwa kalimat yang diucapkan beliau ambigu dan dapat diartikan berbeda. Even though at the end, makna sebenarnya cuma beliau dan Allah yg tahu..

This is what's interesting about human mind, how we perceive something always depends on our prior knowledge and experiences.

Sedikit oot ya btw. Waktu dulu saya exchange, saya dihost oleh keluarga multiras dan multikeyakinan: dad orang kaukasian dan mom orang Filipina. Dad percaya Tuhan tapi tidak dalam konteks agama dan mom adalah seorang Christian. Seumur saya tinggal bersama mereka, if I am not mistaken, mereka tidak pernah pergi ke gereja (kalaupun pernah mungkin bisa dihitung dengan jari sebelah tangan, can't remember). Even so, Christmas and Easter tetap menjadi hari yang ditunggu-tunggu banyak orang, including keluarga semang saya, dengan penuh excitement. 

Bingung ya ini arahnya ke mana? Hahaha. Singkat cerita, selepas exchange, buat saya mengucapkan selamat natal dan selamat paskah ke teman-teman menjadi hal yang biasa saja. You know, simply karena saya punya prior experiences yang membuat saya mengasosiasikan natal dan paskah dengan vacation, school break, party atau sekedar kumpul bersama keluarga, juga tradisi-tradisi fun seperti "menanti kado dari santa" dan anak-anak yang excited mencari Easter egg. Sesederhana untuk berbagi kebahagiaan yang juga saya rasakan ketika teman-teman nonmuslim saya mengucapkan selamat Idul Fitri dan hati-hati selama mudik :)

Sedihnya, ada orang-orang yang nggak punya enough gut untuk ngomong langsung tapi memilih untuk nyindir-nyindir di sosmed bahwa mengucapkan sama dengan merayakan dan merayakan sama dengan mengimani. Mengimani ajaran agama lain lalu saya tanpa sadar menjadi what so called orang "kafir". Pertanyaan saya, sejak kapan sih bermain sindir di sosmed bisa menghasilkan output positif? I simply believe that God knows everything, even the deepest of our hearts so I don't bother. I don't see that need to explain anything while they don't even give an ear.

Dulu saya memandang mereka sebagai orang menyebalkan berpikiran sempit. Tapi sekarang saya paham bahwa prior experiences saya dan mereka simply berbeda, which eventually membentuk persepsi yang berbeda. Bahwa perbedaan sangat wajar terjadi.. tidak terhindarkan, bahkan. Finally saya bersyukur bahwa saya diberi kesempatan untuk tinggal di negara lain dan memperluas pola pikir saya. Living in another kind of diversity. Memiliki teman dan keluarga dari berbagai latar suku, kebangsaan, dan agama yang saya kagumi.

Juga kesempatan mempelajari ilmu psikologi yang membuat saya belajar bukan untuk menyebutkan apa yang benar dan salah, tetapi melihat bagaimana tindak-tanduk manusia bisa dipahami, meskipun tidak selalu sejalan dengan apa yang kita yakini. Biarlah orang lain membenci, setidaknya saya belajar untuk tetap menghargai.

Balik lagi ke masalah "penistaan". Saya pribadi berpendapat sama dengan orang-orang yang menyimpulkan kalimat Pak Ahok sebagai "jangan mau terpengaruh oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan agama dalam perkara politik". Menurut saya sih, seperti tidak perlu mengangkat isu SARA untuk menjatuhkan lawan instead of mengedepankan proker yang bisa membuat masyarakat memilih berdasarkan kualitas. Beliau juga sudah meminta maaf dan melakukan klarifikasi dengan menjelaskan apa alasan beliau berkata seperti itu, yang beliau refer ke pengalaman semasa kampanye di Belitung Timur dan percakapan dengan Gusdur.. yaitu penegasan bahwa tidak perlu memilih beliau jika itu memang yang diyakini seperti itu. Monggo googling yang belum lihat.

Sebelum menyebutkan surat Al-Maidah beliau konteksnya lagi bahas proker dan menyentil pilkada kan. Saya melihat beliau memulai dengan mengucapkan salam. Pengetahuan agama saya memang belum ada apa-apanya, tapi setahu saya even seorang nonmuslim kalau memberi salam wajib dibalas dengan baik karena itu adalah bentuk penghormatan terhadap kita. Beliau membahas program-program yang diperuntukkan untuk rakyat dan tidak segan untuk mem-PHK PNS nakal. Sebelum sampai ke menit 19.12 yang jadi perkara itu, beliau sedang membicarakan bahwa jangan khawatir proker ini terhenti karena beliau masih menjabat sampai Oktober tahun depan. Beliau juga menambahkan setelahnya bahwa hak tiap orang untuk memilih atau tidak memilih beliau kembali.

Saya kira tidak jauh berbeda dengan masalah pemaknaan hari natal dan paskah tadi, pro dan kontra terhadap kalimat Pak Ahok ini juga dipengaruhi prior knowledge dan experiences tiap orang. Pemaknaan terhadap jabatan "gubernur" saja sudah berbeda-beda. Untuk orang-orang Islam yang memaknai gubernur sebagai pemimpin, jelas menganggap memilih Ahok sebagai haram. Mungkin mendengar hal ini, menjadi lebih reaktif. Yang memaknai gubernur sebagai pelayan masyarakat tentu berbeda anggapannya, begitu juga yang meyakini kata "awliya" dengan makna selain pemimpin. Bukankah keberagaman keyakinan terhadap terjemahan teks Al-Quran juga merupakan suatu hal yang perlu dihormati?

Saya sendiri berasal dari keluarga yang moderat dan saya bukan warga DKI. Tapi sebagai commuter yang sering lalu lalang di DKI, anak dari orangtua yang bekerja di DKI, dan sering berinteraksi dengan orang DKI saya melihat perubahan yang nyata di masa beliau menjabat. Saya cukup banyak bertukar pikiran dengan orang dan kesimpulan yang saya dapat so far, yang menjadi fokus memang kualitas calon.. bukan masalah tidak membela agama. Kalau ada calon yang beragama Islam dan kinerjanya sudah terbukti bukan janji-janji, kemungkinan besar beda cerita kok. Hehe. Sayangnya seems so far belum ada..

Ah, sudahlah. Nanti saya dinyinyirin dan dituduh macam-macam lagi. Hahaha.

Tapi walau bagaimanapun, saya menyayangkan Pak Ahok harus mengatakan kalimat yang terdengar ambigu tersebut. Beliau kurang berhati-hati dalam menyampaikan hal yang sensitif dibahas di sini: agama. Ceplas-ceplos dan kerasnya beliau sangat berguna untuk mengurusi Jakarta yang literally "tempat yang keras", namun untuk penyampaian ke masyarakat rentan sekali dipelintir dan dijadikan senjata untuk menyerang balik beliau. Sayang sekali. Beliau sudah meminta maaf dan meluruskan saja masih didemo, bukankah tanpa demo kasus ini memang sudah akan diusut? 

Jadi saya tidak membela siapa-siapa. Saya tidak menyalahkan siapapun yang menyatakan rasa marahnya terhadap kalimat Pak Ahok. Seminggu yang lalu saya juga habis bertengkar dengan si kakak dan ceritanya mirip dengan kasus ini. Saya marah karena dia mengatakan sesuatu yang sensitif, walau dia tidak berintensi untuk menyakiti. Apakah hikmah yang bisa diambil seperti kata pepatah "forgiven but not forgotten"? Saya sendiri adalah orang yang sulit untuk lupa.. but of course it's not that. Saya belajar untuk tidak melulu fokus pada pahitnya penyampaian, dan lebih tenang untuk melihat makna yang tersembunyi lebih dalam. Seperti dia belajar bahwa di balik reaksi yang sebegitunya, ada alasan. Sama seperti dinamika dalam hubungan yang saya harap bisa mendewasakan instead of menjauhkan, I wonder bisakah saya berharap dalam kasus ini juga begitu?

Supaya semua orang, tak cuma Pak Ahok, bisa lebih hati-hati. Mulutmu, harimaumu. Suka tidak suka, sadly, SARA masih sering dijadikan alat pemecah belah bangsa. Basi banget emang, mengingat seorang muslim sudah bisa diterima menjadi walikota London dan seorang kulit hitam bisa menjadi presiden Amerika. Walau isu SARA kayanya emang nggak akan bisa 100% hilang ya since judgement adalah bagian tidak terpisahkan dari manusia selaku makhluk sosial. Saya akan sangat menyayangkan kalau karena ini beliau tidak bisa mencalonkan diri kembali. Bukankah kita sudah lelah dengan janji-janji, juga lelah melihat yang terlihat beradab dan berpeci ternyata juga korupsi? Hanya mungkin untuk orang Indonesia yang terbiasa basa-basi, sebatas berkata-kata manis masih identik sebagai "akhlak" yang dijunjung tinggi.

Lagi-lagi soal prior experience, saya sendiri punya pengalaman buruk dengan orang yang saya kira teman, yang di depan saya baik hati tapi di belakang ngomongin. Bersyukur selama kuliah teman-teman saya kebanyakan ceplas-ceplos dan ngomongin di depan. Kadang nyelekit, tapi itu tulus dan jujur. Mungkin itu yang membuat saya "terkesan membela" orang yang ngomongnya nyablak daripada manis-manis di depan tapi ternyata menusuk dari belakang.

Saya juga berharap lebih banyak orang Islam yang menonjolkan Islam itu damai, bukan senggol bacok atau anarkis. Sesederhana berkomentar dengan sopan di media sosial. Saya heran sekarang "demo" di dunia maya kok jadi nggak kalah mengerikan daripada di dunia nyata -_- Sebaliknya, untuk yang beragama selain Islam saya harap untuk tidak menggeneralisasi. Menunjukkan kita bukan lagi jadi alay-alay baru kenal demokrasi tapi sudah mulai menyeimbangkan keberanian bersuara dengan kedewasaan berpikir dan kemampuan toleransi.

Kita tidak mungkin selalu sependapat dengan orang lain dan tidak akan pernah bisa. Tapi bagaimana menyikapi perbedaan yang jadi poin utamanya, bukan? Kayaknya ini kalimat klise yang orang sering lupakan.

Berikut beberapa komentar di media daring yang menggelitik saya, am sorry I picked randomly from what I read:
1. "Ini bukan soal politik, tapi soal harga diri dan agama." Ya. Tapi nyatanya ada yang memanfaatkan isu ini untuk tujuan politis.
2. "Kaum minoritas jangan sok merasa tersakiti, Islam yang menjadi minoritas di negara lain banyak yang lebih tersakiti!" Hmm, apa cuma saya yang gagal paham apa hubungan kondisi orang Islam di negara lain dengan non-Islam di Indonesia? Komentar kayak gini nih yang spreading hatred bukannya meredakan dan mengembalikan fokus ke topik awal.
3. Saya lupa persisnya tapi intinya "pemerintah dan aparat jangan antipati dengan pendemo, kecuali kalau pendemo diserang duluan wajib membela diri". Ya pendemo juga harus kooperatif dong. Aparat tetap warga negara dan manusia biasa, walau terluka itu resiko pekerjaan, mereka juga punya keluarga yang menunggu mereka pulang utuh dan nggak kurang suatu apa. Hahah bukan karena pacar saya, nggak suka aja kalo aparat bergerak langsung dibilang macem-macem (padahal pasti sifatnya reaksi dari suatu pemicu) tapi kalau terluka dianggap "sudah resiko" -_-

Mungkin sebentar lagi saya lagi-lagi dihakimi. Apalah yang bahkan belum syar'i sok berkomentar begitu begini? Tapi yang saya yakini, Allah yang lebih dekat dari pembuluh nadi jauh lebih mengetahui hati daripada makhluk yang cuma bisa menerka dan berasumsi. Dan mengingat waktu kita yang terbatas di dunia ini, in my humble opinion, membenahi diri sendiri jauh lebih penting dari mengoreksi orang lain ke sana ke mari. 

Wallahualam. Semoga Allah menunjukkan yang benar dan yang salah serta mengampuni seluruh dosa kita. Aamiin.


AB

Minggu, November 27, 2011

"Who are you gonna be?"

Buenas noches :)

Gue yakin banget ini adalah salah satu pertanyaan yang pernah dihadapi setiap orang setidaknya ribuan kali dalam hidup dari orang yang berbeda (well, sorry for exaggerating). Dari jamannya gue masih nyanyiin lagu Susan (Susan, Susan, Susan.. kalo udah gede, mau jadi apa?) sampe sekarang di akhir masa sekolah gue (saelah) pertanyaan itu nggak ada matinya. Saking seringnya ditanyakan, gue sampe bosen berat sama pertanyaan yang satu ini. Dan saking bingung jawabnya, gue sampe ke kabur ke US setahun buat nyari jawabannya! Haha :p


The thing that's obviously changed by the time is my answer.. and the way I answer for sure. Nyokap pernah cerita kalo pas gue masih balita gue pernah bilang cita-cita gue adalah jadi burung. Yes, that creature with wings, flying freely.. Khas anak-anak yang pikirannya sederhana dan lugas banget ya :) Waktu gue TK-SD, kayanya semua profesi pernah gue cita-citain deh. Dan kebetulan (tanpa bermaksud nyombong ya) gue udah tau jauh lebih banyak jenis profesi yang ada daripada temen-temen seusia gue, haha. Mulai dari dokter, profesor, jurnalis, guru, diplomat.. sampe jadi Puteri Indonesia pun pernah gue cita-citain! Masya Allah. Aib banget emang, tapi kalo diinget-inget suka bikin ketawa sendiri. Secara gue sekarang udah tidak senaif itu, gue sadar diri banget kalo gue bukan cetakan barbie doll dan harus puas dengan tinggi *** cm.. dan tentunya gue udah ngerti kalau ajang putri-putrian seperti itu no matter how smart you are or how beautiful your inner beauty is, tetap physical appearance yang diliat pertama :p

Waktu gue masuk SMP, seiring bertambahnya pengetahuan gue, bertambah pulalah profesi di list cita-cita gue. Penyanyi, psikolog, ekonom, gubernur BI, dosen, dan pialang saham di antaranya. I know it's just sooo random lol. Galau banget kayanya ya gue jadi orang :p Oh ya, FYI, dulu tuh ya, gue benci banget sama profesi kedua orangtua gue yang guru&dosen (no no no, it's not as what you think) karena kadang rapor gue suka diambil belakangan atau duluan (bagi rapornya barengan sih), bokap nyokap juga jarang bisa dateng ke pertemuan ortu kalau itu siang di hari kerja. Ibaratnya tuh ya, ngurusin anak orang dulu dari anak sendiri! :p But as the time passed, I became so proud of them dan secara nggak sadar gue dan adik gue dididik buat mandiri, tapi waktu kumpul buat keluarga selalu ada. Rasanya bangga banget bilang, "mama saya guru, papa saya dosen." :)


Okay, we continue to high school. Kalau di SMP gue ikut pembinaan olim bio, di SMA gue milih ekonomi (buah jatuh emang nggak jauh dari pohonnya ya? --') Sayang banget waktu gue kelas 10, cuma kelas 11 yang diikutseratakan di lomba. I don't even know why. Dan gue galau habis-habisan waktu penjurusan. Jujur, selain ekonomi gue nggak bener-bener suka pelajaran IPS yang lain. Sedangkan di IPA, gue nggak suka fisika. Kalau gue masuk IPA, gue harus merelakan olim ekonomi.. tapi kalau gue masuk IPS, konsekuensinya gue harus konsisten karena there's no way to change my mind. Nggak bisa tiba-tiba gue galau mau jadi dokter atau arsitek. Bahkan sampai 3 hari pertama di kelas 11 di mana gue masih boleh merubah jurusan gue masih aja galau. Di sekolah gue, IPS itu cuma satu kelas, jadi jatah SNMPTN undangan (dulu PMDK ya) itu gede banget. Sedangkan di IPA susah, secara ada enam kelas. But even thou finally I end up in science program, I don't regret anything, and it's not because of the stereotype yang bilang IPS itu kelas buangan lo.. Wong jurusan IPA itu isinya sebagian besar anak-anak galau yang nggak tau mau jadi apa kok, am I wrong? :p


Sampai di akhir kelas 11, gue masih nggak ngerti gue mau jadi apa. Alhamdulillah banget rasanya gue dikasih waktu setahun lagi untuk mikir, menimbang-nimbang. Gue pun bisa memperhatikan temen-temen gue berjuang lebih dulu dan tanya-tanya info kuliah sama mereka :p Awalnya nyokap (seperti semua orangtua lain) mau gue jadi dokter (atau cari suami dokter -_-). Oma nyuruh gue ambil hukum internasional, adiknya oma bilang komunikasi aja. Guru BK gue nyuruh gue ambil psikologi, temen-temen juga bilang gue ambil musik atau ekonomi aja. Hasil psikotes gue pas penjurusan malah lebih ajaib: arsitektur, ilmu komputer, sama HI. Dan hati gue pun bingung nan galau.


You know what I learn dari kegalauan panjang akademis gue? It's really good to collect information as much as you can, listen to others' advices.. But listening too much is really harmful. Kenapa? Karena pendapat orang itu relatif, dan menyedihkannya banyak orang yang suka berkomentar walau nggak benar-benar paham apa yang mereka omongin. Kalau kuliah ini lama lulusnya lah, kuliah itu kerjaannya nggak jelas lah, jurusan ina pasaran, jurusan inu nggak bergengsi.. Haaaahh -_- Sebagian orang mungkin masih beropini kalau cewek itu nggak boleh berkarir melebihi keluarga, sebagian mungkin berpikir sebaliknya, sama seperti sebagian mungkin mengincar uang, status dalam hidup saat sebagian yang lain mencari kepuasan individu dan mengabdikan diri untuk sosial. Semua orang itu berbeda cara berfikirnya dengan perspektif masing-masing.. Even orangtua sekalipun, according to me, they have rights to give you advice but not to decide. This is your life man, not them. Bukan mereka kok yang mau menjalani, bukan guru, bukan orang lain, tapi kita. Jadi dengerin kata hati! :) Kalau kata Kahlil Gibran, anak itu hanya anak busur yang bisa diarahkan.. tapi tetap akan memilih jalannya sendiri. Rasanya gue bersyukur sekali kedua orangtua gue nggak pernah maksa gue harus jadi ini jadi itu :) Gue suka miris melihat banyak temen-temen yang masih di bawah paksaan atau tuntutan orangtua buat kuliah di bidang A atau B tanpa ngedengerin apa maunya anak.

Gue merasa dunia pemerintahan 'bukan gue'. Gue suka banget itung-itungan, tapi nggak suka analisis masalah di fisika. Dan semakin lama gue sadar kalau gue nggak tahan ngedenger orang ngerintih kesakitan.. Akhirnya gue milih psikologi yang gue berdoa semoga jadi yang terbaik buat gue. Bismillah. Gue juga mau jadi dosen kaya bokap :) (once again it is proved, fruit falls never far from its tree) Kebanyakan sih orang mikirnya gue bakal ambil kedokteran atau HI (seperti kebanyakan exchange student :p). Well I've listened sooo much (too much I think), sekarang waktunya nutup telinga sambil berikhtiar. Banyak banget komentar "mau-kerja-apa-lo-kuliah-itu" atau "siap-hidup-susah?" dan yang lebih bikin pengen muntah "kenapa-nggak-kedokteran-aja" atau yang lebih parah "ya-paling-kerjaannya-jadi-penghibur-orang-atau-ngurusin-orang-gila" tapi gue udah belajar buat bersikap "terserah-elo-deh-gue-nggak-ambil-pusing" sambil cengengesan. Yang lucu, bahkan di antara orang-orang yang berkomentar nggak enak itu ada yang nggak tau bedanya psikolog dan psikiater. Astagaaa -_-

Tapi gimanapun juga, gue punya second and third back-up plans kok. Belajar dari teman-teman yang udah duluan lulus, gue liat kalau sengotot apapun lo mau kuliah A, ya kalau bukan rezeki there must be something better. Makanya gue suka kasian sama anak-anak SMA yang galau (berasa bukan anak SMA lagi :p) tapi nggak berusaha nyari informasi. Informasi sama dengan kesempatan, nggak selalu menyodorkan diri ke depan hidung lo man. Contohnya yang bilang mau kuliah kedokteran, tapi pas ditanya kenapa jawabnya "karena nggak tau jurusan lain selain itu". Atau mau perminyakan "karena disuruh orangtua", atau teknik kimia tapi bahkan nggak tau kalau semua teknik itu dasarnya belajar kalkulus -_- Punya hobi juga nggak ada salahnya sama sekali lo buat ditekunin. Banyak kok orang-orang yang justru pekerjaan utamanya malah dari hobi, bukan dari gelar akademik mereka.

Well, I've faith and I pray. I believe kalau rezeki itu sebanding dengan usaha kita dan udah ada jatahnya dari Tuhan, nggak terbatas di bidang apa, di aspek apa pun dalam hidup. Dan gue udah melihat, kita bisa mengabdi dan berguna buat orang lain dalam bentuk apa saja.. Many ways to success and to make change. *lagi inspiring banget nih sama pengajar muda ceritanya, mau banget ikut program ini kalo udah lulus kuliah nanti :)* We might make mistakes and learn.. but that's life, right? Hidup cuma sekali, jadi jalanin sebaik-baiknya aja ya nggak :)

So, what are you gonna be? Have you got the answer? :D

Well, udah tengah malem aja -_- So I guess I'll see you in the next post amigos, oyasumi nasai!

AB.

Rabu, April 27, 2011

Being a Woman


Halo halo hiyaaaa.. *jayus*
I'm still in spring break! Gaston county has longer spring break than other county, but still, despite the fact I prefer go to school than stay at home, as I always say: time is flying here.

Tulisan gue kali ini memang random sekali, maaf saudara-saudara :p Well gara-garanya si Arya ngelindur ngomongin soal nikah muda terus *haha stress* juga gara-gara teman-teman saya yang sering sekali memberondongi saya dengan komentar "kenapa-nggak-cari-bule" -___-

Oke, gue jawab. Gue nggak minat sama yang namanya LDR antarkontinen.. Gue optimis kok someday I'll come back here either for vacation, study or stay.. well we never know! Tapi tanpa kepastian ya gue ogah karena ending dari relationshipnya sangat mudah ditebak :p Dan juga kalo gue pikir punya pasangan yang lahir dan tumbuh besar di budaya yang sama lebih nyaman aja :p Ngga tau sih ya masalah jodoh mah.. Hehe. *nyokap bokap gue pasti geleng-geleng baca tulian gue, haha --'*

If you know me, I'm sure you know how much I love singing though I'm not a professional singer. Dan gue punya mimpi *yang mungkin kedengarannya agak nggak waras* buat punya empat anak: sopran-also-tenor-bass :D Gue inget banget diketawain sama classmates dan guru gue di kelas choir gara-gara gue curhat soal itu :p

Oke, sorry. :p Kembali ke topik. Become a woman for me is a gift, a challange, a dilemma. Let's start from a simple thing kaya prom (again). Seliberalnya Amerika kata orang, semajunya wanita sejak jaman Kartini, tetep aja gue nggak bisa yang namanya ngajak cowok duluan. Hiiyy~ Kadang gue pengen bikin riset deh pandangan cowok soal batasan agresifitas cewek --'

Jadi cewek ituu.. anugerah. Kalo inget sabda Nabi soal 'surga di telapak kaki ibu' dan list orang yang harus kita hormati (ibu-ibu-ibu-ayah tau kan?) rasanya bangga dan bersyukur jadi perempuan. Jadi inget kata mama, perempuan itu setinggi apapun degree pendidikannya or posisi di tempat kerja tetep harus bisa ngurus rumah dan anak: multitasking-red. :) Udah gitu mau pake rok monggo, pake celana juga ngga apa-apa *ngga nyambung*

Jadi cewek itu.. tantangan dan dilemma. Surprisingly, banyak lo temen gue yang passionnya untuk sosial atau karir tinggi yang bilang "Kok gue jadi mikir nggak mau nikah ya?" atau setatement yang sejenis. I know I haven't even been twenty and so do my friends, I know our minds are always changing by the time.. Tapi emang realita kalau jadi perempuan itu membingungkan. Mau berkarir tapi juga mikirin berkeluarga. Kaya gue aja nih mau jadi dokter tapi lamanya itu.. bikin gue merenung. Gue nggak mau salah pilih buat masa depan..

Haduh, lomba nyanyi gue hari Sabtu dan gue belum latihan, zzz -___-
~sorry for this random post!

AB

Minggu, Januari 30, 2011

Amerika
(nggak nemu judul yang menarik -_____-)

Hola!
Finally weekend.. This week seems like forever!
Mon: final test Spanish (well i exempted thou hehe :p)
Tue: make-up school
Wed: first day of 2nd semester!
Thurs: meeting with Charlotte's mayor anthony Fox, visit Queens university, and did mid-year orientation in Greek Isles (nyam! :p). Gue nyanyi loo American National Anthem buat beliau!! Finally I got the chance! :')
Fri: reg school
Not too bad right? :p But it feels so long..

Hehe anyway (i know itu ga penting buat diceritain), di pertengahan januari yang baru aja lewat, gue off school selama 10 hari gara-gara salju. (I know!) It sounds interesting buat kita yang belum pernah liat salju sebelumnya, tapi in fact it's b-o-r-i-n-g. Well, yeah the snow was fun tapi gue prefer went to school deh.. -_____- Snow is okay, tapi yang namanya es nggak banget deh. Bikin semuanya licin dan bahaya kalo ke luar rumah. Dan bodohnya gue malah nggak blogging ya waktu itu, hahah --"

Dan akhirnya udah ganti semester aja. Huhu sedih pisah sama classmates in first semester.. :'( Jadwal gue last semester asik banget, hehe. Jadwal gue sekarang.. yaa ngga bisa santai karena gue ambil English 12 sama Ap Chemistry 2 (yang karena sekelas sama anak IB, jadinya kita ngikutin materi IB minus praktikumnya yang seabrek itu, alhamdulillah --"). Tapi ya nggak papa lah, toh di Indo gue masih harus berjuang buat masuk PTN (wooy lulus SMA dulu kali Az). Gue dapet straight A's buat semua kelas, alhamdulillah.. Dan lucunya gue lulus pre-calculus dengan nilai 131, hahaha Pak ** ketawa deh --" Gara-gara gue exempted tapi tetep ambil final (which was the same thing that my teacher'd do if she were me, she said - mini me :p). Tapi emang gue lebih semangat belajar di sini, nggak tau ya kenapa.. Mungkin karena gue bisa jadi satu-satunya orang Indo yang temen-temen atau guru-guru gue kenal, gue nggak mau gambaran orang Indonesia yang mereka tau itu males atau have bad grades.

Ngomong-ngomong PTN, gue jadi bingung deh sama pemerintah. Well, gue sih setuju aja kalo SNMPTN didahuluin or SNMPTN jadi the only way to go to PTN, so semua anak kesempatannya rata. Cuma kenapa sih ngubahnya di tengah-tengah begini.. Kalo dari Juli taun kemarin kan setidaknya semuanya bisa nyiapin diri. Sadis juga ya tapi kalo dipikir-pikir; cuma ada 1 kesempatan buat masuk PTN. Kalo nggak masuk.. Ya udah bye-bye, optionnya: PTS, kerja, nunggu setaun (glek), atau.. nikah. Hahaha jangan lah ya yang terakhir ini mah. Mana pake acara UN-in agama di angkatan gue ntar lagi, udah gitu UN jadi prasyarat PTN.. *prasyarat boleh, tapi kalo SNMPTN dihapus jadinya digabung ke UN gue nolak mentah-mentah deh -_____- Hadeh daripada pusing ikhtiar aja lah ya sekarang mah.

Gue ambil current events juga semester ini, yang gue drop last semester karena gue mau ambil chorus yang merupakan AB class (for a whole year)--", awalnya bete karena muridnya sekelas banyak (lupa kali di Indo sekelas 40 anak), tapi nggak nyesel deh hehe. Selain pendapat gue di kelas ini bakal didenger banget (secara dari different point of view), gue juga belajar banyak. :)

Dan kemaren gue nonton dokumenter soal violence di Amerika. Di negara Paman Sam ini hak untuk barearms (melindungi diri dengan senjata) emang ada di konstitusi. rata-rata orang jawab kalo punya senjata itu "untuk melindungi diri". Tapi coba deh liat nggak di berita di koran atau TV.. setiap hari selalu aja ada accident gara-gara senjata api. Nggak disengaja maupun disengaja. Dan waktu gue ke mall, di hunting section, kita bisa dengan mudahnya beli senjata. banyak banget cowok-cowok yang liat-liat senjata dengan penuh minta, nyeh. Walau gue tau butuh permit yang nggak gampang juga dapetinnya, it shows how easy it is to get weapon here.. Setting film dokumenter otu nggak cuma di Amrik, tapi juga ke negara tetangganya di utara: Kanada. Well, di Kanada kehidupannya beda jauh banget sama US. Padahal mereka sama-sama suka senjata juga kok, but people don't use it.

Tapi kalo dipikir-pikir emang susah buat menemukan alasannya. Kenapa? Rasisme, ekonomi? Kalo orang jawab punya senjata alasannya buat melindungi diri, asalnya dari ketakutan kan. Kalau semua ortu begitu otomatis pola pikir anak-anak pun bakal jadi kayak gitu, ya nggak? Senjata api bukan alasan bukan menyelesaikan masalah.. Salah satu orang di Kanada yang diinterview bilang: "Orang di sini lebih memilih negosiasi, kalau di US banyak orang yang mengeluarkan senjata tanpa berpikir dahulu." Di Amerika masalah rasisme memang masih jadi issue walaupun segregasi hitam-putih emang udah lama banget.. Masalah ekonomi juga bisa faktor pemicu (walau yah semiskin-miskinnya di sini di Indonesia banyak yang lebih mengenaskan).

Jadi Amerika pun nggak sempurna dalam kenyataannya. Tapi kenapa orang-orang kita banyak yang lebih bangga dengan gaya kebarat-baratan? Produk Indonesia banyak juga malah di sini; dan harganya berkali-kali lipat. Pernah gue liat baju "made in indonesia" yang harganya amit-amit.. It's sad remembering buruh-buruh kita salarynya cuma seperberapanya kali gue ngga tau.

Haha jadi random gini --" Gitu deh ntar gue nulis lagi.
Anyway selamat berakhir pekan! :)

AB

Minggu, Januari 23, 2011

Random Curcol :p

Baru selesai cuci piring dan bersih-bersih nih, haha kerasa banget bedanya ya sama di Indonesia. Bukannya gue ngga pernah cuci piring di rumah, cuma kan kalo di sana occasional aja; misalnya kalo teteh lagi pulang kampung :p Di sini kalo gue bilang punya PRT di rumah orang-orang pada nganga kesannyaaa gue kaya gitu. Haha --" Padahal mah bukan masalah kaya, emang menggaji pembantu terjangkau kan di negara kita, nggak kaya di sini, cuma orang yang super-duper kaya aja yang punya pembantu. Hostmom gue nggak kerja, otomatis di rumah setiap hari, ngasuh ade-ade gue plus ngurus rumah TANPA BANTUAN. Salut banget deh gue. Gue ikut kesel sama ade gue kalo nyolot sama nyokap, dasar bocah (belum ngerti aja dia -_____-). One time she said to me, "If I have to give definition about being a mother, I don't know how to answer.". Ya Allah itu kalimat ngena banget di gue. Kebayang sama nyokap gue, yang mesti pergi tiap pagi-pagi buta buat ngajar ke Jakarta, pulang sore, masak, ngomel-ngomelin ade gue yang pulang maghrib abis main bola atau gue yang bukannya buru-buru shalat magrib abis adzan malah masih nonton Air Crash Investigation di NGC, nunggu iklan dulu. --" Udah gitu maih harus nyiapin bahan ngajar, meriksa ulangan.. (blah, pengen jadi anak-anak selamanya gue rasanya) Figur ibu itu.. undefined. Terlalu complicated kalau perlu dijelasin dengan kata-kata. Intinya gue makin sayang deh sama mama :* Dan bangga juga menjadi seorang perempuan yang nantinya bakal jadi ibu, hehe.

Bukannya gue mengesampingkan peran laki-laki ya.. Toh wanita dan pria kan saling melengkapi. Ya tak? :) Allah aja menciptakan makhluk di bumi ini berpasang-pasangan. *apa sih Az

Well anyway, sekalian nunggu cucian kering mending gue blogging aja, toh komputer juga lagi nganggur :p

Again.. Talking about one submaterial in my sociology class; this time nature versus nurture (seems like sociology is my favorite, huh? haha :p). In this material we try to figure out if an individual personality comes through heredity or social environment. We also watched video about feral children; children who live without parental guidance and protection.

Salah satu contoh simple, orang pinter itu karena gennya pinter apa karena rajin belajar? Well, kalo menurut gue pribadi, orang pinter itu yang punya gen pinter. Tapi kalo pinter tapi males, ya kalah sama yang biasa-biasa aja tapi rajin. Nah, lain cerita kalo yang pinter sama yang biasa-biasa ini sama-sama rajin. Yang biasa-biasa aja pasti bakal di bawah yang emang gennya asli pinter. Itu pendapat gue yaa~

Nah, di materi ini kita belajar ada yang namanya aptitude (things that we naturally good at - bakat) dan instinct (hal-hal yang nggak perlu diajari tapi kita tau sendiri, contohnya insting buat makan buat bertahan hidup). Video tentang feral children menarik banget buat gue, gimana kita mengikuti perjalanan ilmuwan yang meneliti soal anak-anak yang diabaikan ortunya, tinggal di luar rumah sama anjing dari kecil, hidup di hutan sendirian, dsb. Manusia memang punya ability untuk berkomunikasi, tapi namanya pembelajaran tentang komunikasi itu harus 2 arah; dengan kata lain anak belajar dari mendengar lalu berbicara, akhirnya mampu berkomunikasi. Feral children ini tingkah lakunya persis kaya binatang yang hidup di lingkungan tempat mereka berkembang. Dan ketika mereka dibawa ke "lingkungan manusia", inteligensi mereka di usia remaja setara dengan anak TK. And in the end I agree if personality comes through nurture. I agree both actually, but environment influence us more.

Ngomong-ngomong soal anak, secara adek gue masih kecil-kecil, gue selalu takjub melihat gimana mereka yang pas gue baru dateng masih kecil-kecil sekarang tumbuh, berkembang.. Gimana anak-anak menyerap apa aja yang mereka dengar, lihat (I do understand now bahayanya anak dibesarin di lingkungan ngga baik, apalagi umur-umur di bawah 5 tahun). Gimana mereka tambah tinggi, belajar bicara, belajar berguling, duduk, berdiri, merangkak, jalan.. Haha gue jadi nggak perlu ambil kelas parental atau teen living di sekolah, udah dapet pelajarannya kok dari dunia nyata. Afterall, gue kan sama aja kaya cewek-cewek lain. Mimpi untuk berkarir yes, tapi tetep mau berkeluarga, hehe. :) Berarti nature sama nurture juga berlaku buat pemilihan pasangan ya, kalo gennya bagus produknya bagus, apalagi kalau proses sosialisasinya juga baik. Kalau orangtuanya ngerokok, jangan salahin anaknya ngerokok juga. Ibaratnya gitu. Well, jadi mikir, kalo bapaknya playboy ntar anaknya playboy juga ngga ya? hihi :p

Maaf ngga jelas, hahah --"

AB.

Jumat, Januari 14, 2011

Berbincang Mengenai Kemiskinan dan Pendidikan (Lagi)

Semester pertama, salah satu kelas gue di Hunter Huss adalah Sociology distance learning; di mana kita belajar bareng sekolah-sekolah lain di gaston county lewat webcam. Untungnya penyajinya adalah guru di sekolah gue, jadi gue ngga cuma ngeliat gurunya lewat monitor aja, hehe.

As I wrote before about American students, mereka emang benci nomor satu sama yang namanya menghafal dan terbiasa berkutat dengan kalkulator. Tapi mereka emang bener-bener kritis dan cepat respon, apalagi di kelas-kelas sosial. Gue selalu kagum dengan gimana mereka menyampaikan ide-ide atau opini, yang nggak pernah dibuat-buat dan apa adanya (justru yang kayak gitu yang bikin gue terkesan, daripada kalimat-kalimat sok pinter yang malah bikin keliatan bodoh).

Well, anyway. Salah satu submateri di kelas sosiologi gue adalah poverty. Dan kita kudu bikin essay argumentasi whether we agree or disagree with statement "Whether rich or poor American live remarkably similar life". Dan sebagian temen-temen gue nggak setuju. Mereka bilang, kalo kaya ya kaya, bisa minta apa aja dari orangtua, bisa pergi ke private school atau college yang bagus. Mereka membandingkan kualitas public and private school, mengeluhkan berbagai hal tetang public school yang bikin gue miris banget. Oh yeah, miskin buat mereka adalah nggak punya mobil pribadi (padahal mobil keluarga ada 2), nggak tinggal di kawasan elite (padahal rumah sih bertingkat). Andai mereka melihat lebih luas.. Coba di negara kita, yang namanya miskin itu orang yang nyari makan aja susah. Tempat tinggalnya dipertanyakan kelayakannya. Sekolah negeri aja bayar. Belum bukunya. Seragam. Bayaran ina-inu ini itu. Though I know our government is trying to make our education better but still.. Gue sedih aja dengernya. Mereka pasti akan lebih bersyukur kalau mereka tau.

Di Amerika pengangguran aja dapet tunjangan dari pemerintah. Single mom dapet bantuan juga. Tapi bukan berarti hidup di sini semudah itu. Pajak di sini amit-amit -_____- So, sebenernya gimanapun ada plus minusnya masing-masing negara. Gue bersyukur dapet kesempatan dateng ke sini; no matter people said: "Nanti jadi liberal lo.." atau "Di sana pergaulannya kan.." atau "Amerika itu begini lho.." (padahal yang berkomentar pernah liburan ke sini aja nggak). Datang ke sini, berbicara dengan banyak orang dengan berbagai latar belakang dari berbagai penjuru dunia, gue belajar memahami yang namanya pilihan setiap orang. Nggak ada yang salah atau benar, semuanya relatif.

Gue udah 4 hari off school because the road is frozen. But I still have to make-up these days, zzz -______-
Dan gue flu lagi. Kebayang banget kalau Indonesia punya 4 musim, gimana caranya orang-orang yang hidup di garis kemiskinan survive? Harus punya clothing sesuai dengan pergantian cuaca. Apalagi abis ngobrol sama anak-anak chapter Jakarta soal tukang gorengan di Indonesia aja sekarang jual cabe. Haduh, tambah mikir aja gue apa yang bisa gue lakuin buat negara? -_____- I'm only little part of Indonesia yang terlempar jauh ke balahan lain bumi.. Tapi seenggaknya gue yakin dan percaya Indonesia itu kaya. SDM-nya juga bukan rendahan. Semoga besok bisa lebih baik dari hari ini..


AB.

Kamis, Desember 09, 2010

2011~

Happy New Yeaarrr!! :D
And another year has already passed. I have no idea why time is going so fast and become faster and faster every year. Looking back to my resolutions.. not bad lah. Kalo gue pikir-pikir gue emang rada lebay gitu bikin resolusi (read: too perfectionist). Kerasa banget my exchange year ini banyak menempa gue; salah satunya belajar buat MENERIMA. Hal sepele yang dampaknya luar biasa! Like my dad said: "Enjoy your time there, being excellent doesn't have to be perfect!" That's a sentence that remains in my mind. Every single seconds I remember. Hasilnya? Bukan cuma membersihkan hati dari rasa iri walau secuil, tapi juga lebih banyak bersyukur dan memaafkan.. :))

Well, maaf ngelantur. Anyway, it's been almost 5 months here, feel so yesterday I came here! I wish I can get at least one big achievement during my stay here. Feel so weird like I don't wanna go back home, but I really want to. I know it's weird.. but yah I'm just trying to say what I'm feeling right now. I had a perfect christmas; my first and perhaps last..? i don't know. I watched christmas concert with my local coordinator and her family, also my exchange friend from Turkey. I met Manado family there! hehe. I also went to Biltmore house with my Renassaince Club (grup khusus buat anak-anak dengan grade bagus heheh :p). Pertama kalinya gue kedinginan di sini sampe jari-jari gue sakit -_____- Ada plan mau ski loh bulan depan! asyik asyik :p Gue juga diwawancara sama koran lo hehe :p Dan gue kepilih jadi salah satu solois di christmas concert sekolah. Aduh rasanya terharu banget *loh?* waktu turun panggung dipeluk banyak orang..

Liburan ini gue pergi ke Florida with the Weezorak and (AGAIN) Shasha, sebelumnya ngerayain early christmas saa The Dawson; ke Tony's ice cream and saw lights in Mcadenville! :)) Kita ke Disneyworld, subhanallah berasa jadi kaya anak kecil lagi! Bener-bener kaya mimpi gueee.. Kita ke Magic Kingdom, sayang banget nggak sempet ke Epcot lain kali deh hehe. Amiin. Tita Shasha, Tito Sonny, Nanay, dan Keith juga baik.. (relativesnya mom Maria di FL) Feeling so thankful lah, walau ada juga yang gue gagal, tapi kan itu tadi.. belajar untuk menerima. We get some, loose some. Namanya juga hidup ngga sempurna hehe.

Mau curcol nih.. adaptasi sama cold weather in the beginning was really challanging me. Dan sekarang gue udah mulai terbiasa sama dingin (bahayaaaa ini pulang-pulang huhu). Second is saving money. ya allah susahnya amit-amit nabung di sini.. Gue kira monthly stipend $125 sebulan itu banyak, gue kira gue bisa nabung dan jadi kaya pas pulang. Ternyata? Boro-boro, zzz -_________-

Aduh jadi meracau nggak jelas gue, too much eating candy i guess hahah --"
Doakan saya yaa taun ini, semoga lebih baik dari kemarin. Alhamdulillah untuk semua hal baik dan ujian di 2010, semoga semuanya jadi kenangan dan pelajaran yang baik untuk saya ke depannya. my exchange year bener-bener mengubah gue.. ke sisi positif pastinya. Amiinn lah. :)

How about you? Gimana kamu memaknai tahun baru? :D
Gue sih cuma nonton TV semalem sama Mom and hostsister gue hehe :p

Kamis, November 11, 2010

Hal-Hal Aneh Lainnya


1. Nginjek acorn (eh bener ngga sih spellingnya?) yang jatuh dari pohon (apalagi pas fall) adalah kegemaran aneh gue. Haha konyol emang, kaya bocah. Tapi gue seneng aja sama bunyinya kretek-kretek gitu :p FYI, acorn itu sejenis kacang yang biasa disimpen chipmunks sama squarrel buat winter. Itu alesannya sekarang gue berusaha ngga nginjek-nginjek lagi. Soalnya kata bokap, kalo gue ngerusak acorn-acorn itu sama aja gue ngurangin jatah makanan chipmunks sama squarrel. Ah, kasian! Maaf yaaa..

2. Nafas gue beruap! Hahaha norak abis guee :p Yaa wajar dong, namanya di Indonesia kaya gini cuma bisa di daerah-daerah tertentu aja.. Di sana gue selalu basah kuyup keringetan, di sini gue menggigil, hehe. Berhubung fall udah mau abis, suhu turun drastis ke 10 derajat celcius. Bahkan 2 hari yang lalu gue ngeliat frost waktu berangkat sekolah! Frost itu bukan salju tapi kaya lapisan es tipis, biasanya ada di rumput gitu. Ah, excited! :D

3. Pintu toilet kenapa renggang-renggang sih? Okelah kalo buat safety reason, mencegah kasus-kasus bullying gitu mungkin? Ngga ngerti. Tapi siapa sih yang ngga risih kalo aktivititas apapun yang dilakukan di kamar mandi bisa diintip dari luar? Nyeh. Itu kamar mandi cewek ya, ngga tau deh kalo kamar mandi cowok, nggak pernah masuk sih gue hihi :p

4. Jam 7 pagi bintang bertebaran! Waaahh.. indah banget :))) Yep, jam 7 pagi di Indonesia gue biasanya udah diledekin anak-anak gara-gara gue mulai lepek. Hahah --" Di sini jam 7 pagi gue menggigil nunggu bus sekolah sama tetangga gue. Brrr. Tapi itu minggu kemaren.. Minggu ini jam 7 pagi udah terang benderang. Loh kok aneh? Yup, itu gara-gara..

5. Daylight saving time yang aneh. Di sini ada yang namanya daylight saving time. Kalo lagi summer, siang lebih lama dari malem (it explains why gue selalu cape waktu baru dateng, udah mah puasa, tidur bentar, hemm -__________-). Kalo winter sebaliknya. Pas autumn: backward (ends), pas spring: forward (start). Hari Minggu yang lalu daylight saving time ends. Jadi, kita mundurin waktu 1 jam. Nanti pas spring, kita majuin lagi sejam. Aneh emang, karena malem Minggu yang lalu gue begadang dan iseng buka world clock gue heran tiba-tiba jam di ipod gue sama dengan jam Jakarta, cuma beda siang-malemnya (beda 12 jam maksudnya, biasanya kan 13 jam). Dan sekarang matahari udah terang jam 7 pagi. Bener-bener aneh, hahah --" Haha.

6. Nangis di gereja gara-gara veteran day. Yeah, minggu lalu gue sleep over di rumahnya Ayesh dan as usual, kita kudu ikut sama hostfamnya ke gereja (yaahh toleransi lah ya, toh mereka juga respect kalo kita solat dan ngga tiap minggu juga gue nginep di rumah Ayesh). Berhubung hari ini adalah veteran day, mereka-mereka yang dulunya pernah berjasa dipanggil satu-satu dan disebutin kontribusi juga lama pengabdiannya. Gue dan Ayes nangis gara-gara inget gimana pahlawan dan pejuang-pejuang kita banyak yang hidup sulit di masa tuanya.. Bener-bener menyedihkan kalo dibandingin sama orang-orang Amerika yang bener-bener menghargai mereka.. Di mana rasa terima kasih kita..? :'(

to be continue..

AB.

Minggu, Oktober 31, 2010

Frequently Asked Question&Given Statement
(Pertanyaan-pernyataan yang... silakan jawab sendiri)

1. "You have McD in Indonesia? Really?"
    Menurut lo..?

2. "Have you ever been in roller coaster before? You have to go!"
    Jakarta punya Dufan kaleee..

3. "Try this Azka, this is delicious!"
    *sambil nyodorin pringles dan marshmallow

4. "Do you go to school by horse in Indonesia?"
    Seandainya mereka tau gimana macetnya Jakarta gara-gara kendaraan bermotor

5. "Do you have computer? Internet access?"
    Oh yeah, di indo ada yang jualan BB juga kok mas..

6. "So you're in facebook? Waaaw, cool!"
     gue: *nyengir kudaa

7. "Does KFC in Indonesia has fried chicken?"
    Kalo B2 mah namanya KFB dong..

8. "Are there any rock bands in Indonesia?"
    Band yang nyanyinya pake screaming juga banyak kok

9. "You never saw snow before??"
    *lihatlah peta dunia, di mana Indonesia berada. Harusnya gue tanya balik ya, "nggak punya globe yaa di rumah?"

10. "Do you know Celine Dion?"
      Siapa sih yang ngga tau, hehe :p

11. "Aah.. so you have tall building in Indonesia.."
     *tampang ngga percaya minta ditimpuk pake sendal!

12. "You watch them too in Indonesia?"
      Iyeee TV kabel nyampe ke negara saya juga kok -______-

13. "That's a good brand!" *sambil nunjuk Polo
      Harusnya gue bilang ya, "mampir dong ke Indonesia, ntar gue ajak ke PS atau PIM" :p

to be continue...

for your advice: Promosikan negeri kita segencar yang kita bisa! dan kalau mau jadi exchange student.. siapkanlah dirimu menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang.. silakan siapin responnya sendiri.

AB

Senin, Agustus 23, 2010

What Shocking Me (part. 2)


Nih lanjutannya..

14. Is that.. proposal or something..?
Waktu arrival orientation gue ditanyain sama Natasha, roommate gue dari Thai, soal cowok. Awalnya gue nggak engeh kenapa tiba-tiba dia ngomong soal cowok, tunangan, bla bla bla.. Gue baru baru sadar pas dia nunjuk cincin di jari manis kiri gue. Ya spontan aja gue ngakak! "Nooo, this is from my mother!" :p Waktu liburan ke SC gue ditanya lagi sama Anthony. Haha dasar! Gara-gara pake cincin aja jadi dikira udah tunangan! -.-
Ternyata di sini kalo pake cincin (apalagi emas terus ada matanya) di jari manis kiri emang indikasinya ke situ.. Alhasil cincin gue nggak gue pake deh, daripada ditanya-tanya terus! Kan males juga kalo mesti ngejelasin berulang kali..

15. Ternyata G4UL nggak cuma di Indonesia!
Yap! Waktu di jalan balik dari Myrtle Beach gue nemuin menu dengan tulisan gaul di sebuah resto. Hahaha ternyata alay merajalela yah.. :p

16. Sopan-santun bukan berarti basa-basi
Yaa, di sini saya belajar buat mengutarakan kemauan dengan jelas. Mau ya bilang aja mau.. nggak ya bilang aja nggak.. kalo di Indonesia kan kita suka nggak enakan sama orang. Di sini mah cuek-cuek aja.. Asal tetep sopan, emang lebih to the point daripada basa-basi! :p Kaya beberapa hari yang lalu waktu saya main ke rumah tetangga saya, dia mau dinner, dia bilang mau dinner tapi saya nggak diajak. :p Yap, kalo di Indo kan empunya rumah suka heboh sebdiri kalo ada tamu pas jam makan. mau makan jadi nggak enak kalo nggak ngajak! Hihi.

17. Saya rindu mall Indonesia..
Mungkin ini karena gue tinggal di small town, nggak tau juga. Mall di sini kaya satu komplek luas, ada department store, toko buku, toko musik, restoran, tapi semuanya nggak terhubung, bangunannya kepisah-pisah gitu. Kata mom sih karena di sini rawan badai, dkk jadi bangunannya nggak bisa tinggi-tinggi. Nggak ngerti deh. Waktu di DC juga gue ngerasa mallnya nggak kaya di Indo. Main ke mall rasanya garing banget. Sumpah, kangen banget sama mall-mall Indonesia! Padahal gue bukan tipe yang suka belanja lo..

18. Coke dan Fast food
Orang sini kok doyan amat ya sama coke. Gue ngerasa kayanya jarang banget ngeliat orang minum air mineral, haha --" Gue suka-suka aja sih, tapi kalo tiap hari coke jadi pengganti air putih? Ya ngga laah.. Bokap gue lagi, jarang banget mau ngebeliin gue atau ade gue coke *ajaran gaya hidup sehat :p
Di sini banyak restoran fast food, sama aja sih ya kayak di Indo. Tapi kalo di Indo restoran fast food alih fungsi jadi tempat nongkrong, di sini sih, ya bener-bener cuma buat makan bentar udah terus pulang.. Oh ya, di McD sini cuma ada burger, tapi kayanya kalo KFC ada ayam deh, cuma ya ngga ada paket ayam+nasi+coke=kurang lebih 20.000 kaya di Indo hahaha.. Maklum belum sempet wisata kuliner, kan lagi bulan puasa.

19. Indonesia? *garuk-garuk kepala*
Where do you come from? Indonesia. *muka si penanya mulai aneh*
Do you know Indonesia? Or bali? *gue bertanya dengan penuh harap*
Dan biasanya si penanya cuma nyengir guilty ke gue. Hahah --"
Sedih ya, mengetahui kalo negeri kita nggak banyak diketahui orang.. Even hostfam saya sendiri, banyak banget nanya-nanya soal Indonesia yang bikin gue geleng-geleng kepala. Maaann, kadang gue gemes mau nyombong! Kita juga punya kali McD, KFC, Starbucks, Hard Rock cafe! Please dong, mall kita juga ampun-ampunan gedenyaaa, zzz. Kita juga punya jalan tol, gedung bertingkat, jalan layang.. Gue jadi kesel deh. Kalo dipikir, negeri kita apa sih yang nggak punya? Kita punya segala macem SDA, tapi kenapa kita nggak bisa semaju negeri lain yang nggak sekaya kita? Kalo ada orang pinter dari Indonesia (man, kita hampir selalu punya prestasi kayanya di kancah olimpiade internasional), pasti ujung-ujungnya kuliah di luar negeri, direkrut sama negara tersebut buat kerja di sana. Tapi gue bisa ngerti sih kenapa, wong mereka lebih dihargai di negeri orang daripada negeri sendiri.. Aduh, ayo dong tingkatin SDM kita, majukan Indonesia! *on fire kaya mamanya Sinchan

20. Made in USA
"Az, titip oleh-oleh dong! Apa ajaa yang made in USA!" Gue ketawa ngakak deh ngedengernya. Gimana nggak? Dari awal gue jalan di national mall di DC, sampe di ke Walmart, yang gue liat pasti made in China, Guatemala, Meksiko, ada Indonesia bahkan --" Gue jadi bingung yang made in USA itu nyarinya di mana..? Kata Mom Maria emang gitu di sini, kebanyakan kalo kayak clothing gitu impor dari negara lain. Yah, mau tulisannya di bajunya USA, sama aja boong doonngg..

AB

Jumat, Agustus 20, 2010

What Surprising Me

Posting kedua dari NC! :p
Mau curcol dikit nih soal hal-hal yang gue temuin di minggu-minggu pertama di US ini..

1. Everythin looks green, clean, and organized..
Pertama kali keluar Dulles Washington int'l airport dan naik bus ke 4-H Youth National Conference Center, gue norak banget. Gue kira yang namanya capital city itu pasti ada polusi, penuh kendaraan, agak gersang (itu mah Jakarta sih yeee). Di sini jalan tol juga nggak serame Jakarta, banyak banget pohon, semuanya teratur! Atau gue belum menjamah sudut Amerika yang kotor dan berantakan (kalau ada)? Nggak ngerti deh. Di NC lebih-lebih lagi. Pohon hijau di mana-mana (walau mungkin pas ganti musim ntar nggak bakal kayak gini juga). Gue ngerasa fresh tiap hari. :) Walau sepinya Gastonia kadang bikin kangen sama ramainya Jakarta..

2. They speak too fast -.-
Mereka bisa ngomong berkalimat-kalimat tanpa ngambil nafas! Yah, secapcus-capcusnya lo berkotek dalam bahasa Inggris di Indo, belum tentu lo bisa serileks dan se-fluent itu di lingkungan yang semuanya native. Dan mereka suka pake ungkapan-ungkapan yang nggak lazim kita pelajarin di studi formal. Gue mending di middle-east, kata CD gue semakin utara ngomongnya tambah cepet (nggak tau sih ya teori dia bener apa nggak). Tapi sejauh ini orang-orang yang gue temuin baik-baik kok, kalo muka gue mulai aneh mereka ngerti dan bicara lebih pelan. Hehe. Yah, yang nggak baik sih pasti bakal ada, dibawa enjoy aja lah. :) Even cewek-cewek gaul (atau cewek-cewek sini memang begitu ya? -.-) ramah-ramah kok ke gue. Lebih susah lagi mahamin orang asing - dengan segala macam aksennya - ngomong bahasa Inggris, baru sadar deh kalo bahasa Inggrisnya orang Indonesia tuh bagus banget! atau mungkin lidah kita memang didesain begitu? :p

3. Stir mobil di kiri&seat belt
Gue emang udah tau dari dulu, tapi tetep aja tiap naik mobil gue lupa terus. Hahah --" Dan jalan jadi terasa aneh karena posisi arus kendaraan juga berubah, pokoknya kalo ngalamin langsung jadi aneh deh kerasanya. Serius. Di sini, setiap orang dari depan sampe belakang wajib pake seatbelt!

4. Tangan kiri dan nama depan
Yap, pake tangan kiri dan nyebut nama depan, even ortu, wajar-wajar aja buat mereka. Tapi tetep aja lidah dan tangan gue (yang merupakan produk Indonesia) merasa aneh. Walau teorinya tau, prakteknya beda banget rasanya.. Karena kita menjunjung tinggi sopan-santun (dan basa-basi) sih yaa. Haha.

5. (They said) Jalapeno is hot!
Apanya yang pedes. Nyeh -.- Ah, gue kangen sambel! Aduh aduh aduh gue udah mencicipi berbagai macam sambel di sini, dan yang masih bisa diterima lidah gue adalah sambel Thailand. Lainnya? A-n-e-h. Pepper aja nggak ada rasanya! Dan hostfam saya sama sekali nggak suka pedes. Haha --"
Kirimin saya cabe rawiiiiiiiiiiiiiiiittttttttttt!!!

6. Toilet paper dan kamar mandi kering
Ini salah satu yang saya benci! Tisu basah memang membantu, tapi tetep aja -.- Gue juga baru ngeh kalo ternyata nggak semua temen gue tau kalo toilet paper itu bisa terurai sama air.. Haha dodol deh ah. Di sini kamar mandi kering semua, berkarpet malah. --" Jadi kalo abis mandi atau wudu mesti ati-ati, jangan sampe bikin becek abis keluar bathtub. Rambut yang jatuh ke lantai juga pasti dipungutin dan dibuang ke tempat sampah. :)

7. Sekolah? Suka-suka gue..
Yah, walau kebanyakan dari kita udah tau high school di Amrik kaya gimana dari TV, tetep aja gue gimanaaa gitu. Ngeliat cewek-cewek ke sekolah pake shorts yang really really short rasanya aneh aja.. :p Piercing, dandan, dkk.. Ya tapi gue sih nggak ngejudge, emang lifestylenya begitu kok. Yang penting mereka baik. :) Enak juga, di sini weekend libur full 2 hari, dan pelajaran milih sendiri. Yeaay! Kalo suka biologi ya nggak harus ngambil fisika, yeks.. :p Aku ambil English (ya iyalah), sociology (harus sih), current events (like this!), earth science, bussiness&management (konselor yang suggest; jangan-jangan gara-gara papa dosen manajemen lagi, hahah --"), pre-calculus (supaya nggak bego-bego banget pas pulang), sama spanish! (yeay, akhirnyaaa :) ).

8. PDA dan kehidupan "bebas"
Kalo ada orang mesra-mesraan di tempat umum gimana sih respon orang-orang di Indo? Pasti pada gimanaaa gitu. Di sini mah semua orang menjunjung tinggi kebebasan individu, jadi kalo ada orang mesra-mesraan nggak bakal dipelototin sampe nyureng. Haha. Gue sih udah biasa aja. Secara kemaren gue liburan ke pantai, liat cewek-cewek pake bikini dengan pacarnya terus. --" Gue sama Ayesh jadi diliatin sama orang-orang; turis Asia, baju renangnya tertutup! :) Masalah hidup bebas sebenernya sih di Indo juga ada, cuma sembunyi-sembunyi aja sih ye.

9. Kafetaria sekolah dan makanan
Yah, emang sedikit bikin nervous sih. Berasa stranger banget masuk kafetaria (apalagi gue bakal jadi satu-satunya exchange student di sekolah gue taun ini; dan exchange student pertama dari Asia! :p), tapi yah, modal tebel muka aja deh. Abis kalo nggak gitu gimana mau making friends? Makanan di sini selain rasanya nggak kreatif seperti yang udah gue bilang, porsinyaaa GEDE AMIT-AMIT! Waktu di SC gue mesen cheeseburger special gitu sama french fries, dan satu porsi itu buat 2 kali makan, sahur sama buka. Dan itu kenyang bangeeett.. Bisa dimengerti kenapa orang sini gede-gede. Ckck.

10. Size S.. Kok, kegedean? :p
Yap! Itu nyata saudara-saudara! Bayangin dong, waktu lagi nyari kaos, size S aja gede buat gue! Padahal di Indo gue biasanya M/L. Jadi berasa kecil di sini. Ahahah~

11. Serius, ini Summer?
Yah, summer di sini (nggak kaya yang gue kira), ternyata nggak selalu kering dan panas. Contohnya aja sekarang, ujan mulu di sini. Plus petir kilat yang nyeremin juga (secara tidur sendirian di atas). Bikin kangen rumah.. :( *skip Ini aja gue udah kedinginan mulu (hotfam gue hobinya masang AC gede-gede sih), gimana winter niih..? :(

12. Senjata, alkohol, drugs
Kalo masalah alkohol sama drugs mungkin di Indo juga ada ya, cuma sekali lagi, nggak terang-terangan. Tapi yang namanya senjata, legal di sini (butuh izin juga sih kalo nggak salah). Tapi tetep aja serem jadinya, considering ngedapetin weapon kayak gun di sini gampang banget.

13. Bacon oh bacon
Tiap gue baca daftar menu, pasti bacon selalu terpampang. Yah, bacon kayak udah makanan sehari-harinya mereka.. Jadiii, harus hati-hati kalo mesen apa-apa! Oh ya, gelatin sama salami juga mengadung pork yaa.

Perasaan tadi banyak yang mau ditulis deh.. -.-
Ntar gue bikin part 2-nya deh ya, hehe.

AB.

Selasa, Juli 20, 2010

We Have Our Own Way.. :)

Today's already July 20th.
Means i have only 9 days left to gather with my family and friends, prepare everything.. terutama hati dan pikiran gue. Udah deket-deket gini perasaan bawaannya gamang terus, badan jadi rentan sakit, euh.

Kemarin hari terakhir gue ke sekolah, niatnya sih cuma mau nyerahin rapor sama surat izin aja terus pamitan sama warga sekolah (cie, gaya lo Az!), ujung-ujungnya malah jadi dirigen. Haha ngga papa lah buat upacara terakhir.. :) Nah, di sekolah gue tiap Senin ada speech 5 minutes after ceremony. Dan baru aja gue ngelepas atribut upacara - yang baunya bikin gue mau muntah (pasti udah berabad lamanya ngga dicuci deh -.-) - tiba-tiba nama gue dipanggil dan gue digeret Bu Suarni dengan tampang masih pongo.

Bu Suarni: "Ayo Azka!"
Gue: "Hah, saya mesti ngomong apa nih Bu??" *panik sejuta umat*
Bu Suarni: *ngegeret gue ke depan mic dengan santai* "Ya bilang aja terima kasih, mohon doa, semoga sukses buat yang lain.." Yah, kira-kira begitu lah.
Gue: *nelen ludah sambil nyengir maksa menatap seluruh peserta upacara* Oke, tarik nafas dalam-dalam, keluarkan.

Akhirnya dengan modal pede moyang dan bahasa Inggris yang terbata-bata ngoceh lah gue di depan. Haha, memalukaann -.- Gue bener-bener blank and dunno what to say, selain karena takut kedengeran sombong gue tiba-tiba ngerasa sedih berdiri di sana, menatap semua temen-temen dan adik-adik kelas gue..

Selesai upacara, gue nyerahin rapor ke Bu Mimin (wali kelas XII IPA 1), pamitan sama kepsek, guru-guru, kesiswaan, petugas TU, bude kantin, ibu perpus, sampe pakde yang biasa bersih-bersih dan satpam sekolah gue. Terakhir baru sama temen-temen dan adik kelas (ngga semuanya juga sih). Semuanya rata-rata bilang:
"baik-baik yaa di sana"     iyaa pasti, doain ya..
"aah Azka gue sedih"     *jadi enak*
"Az, nitip bule ya!"     mau berapa lusin? :p
"jangan macem-macem di sana!"     emang "macem-macem" itu ngapain? :p
"jangan lupa solat"     insya Allah, harus.
"sukses ya Az di sana.."     terima kasih! :)
"cie Ka Azka senagkatan sama kita ya ntar!"     iya jangan manggil kakak lagi dong, berasa tua guee -___-
"kok lu ngga pergi-pergi sih??"     sial.

Alhasil gue mondar-mandir ke sana-sini, diwawancara ini-itu, dipeluk sana-sini, dan diberi wejangan segala rupa sebelum akhirnya bener-bener ninggalin sekolah tercinta dan pulang ke rumah (hiks!). Satu hal yang paling gue syukurin adalah karena gue banyak ikut kegiatan ini-itu, gue kenal hampir sebagian besar anak kelas XI yg insya Allah tahun depan bakal jadi temen seangkatan gue. Semoga itu bisa membantu readjustment gue tahun depan, insya Allah. :) Habis gue selalu dibilangin kalo adaptasi tersulit bukan waktu di sana, tapi pas kembali ke sini. Yah, gue bakal tau kenapa tahun depan..

Sooo hari ini gue merasa aneh ngga sekolah (padahal gue udah ngerjain peer fisika sama bahasa Inggris loo :p), ngeliat buku-buku pelajaran dan seragam nganggur, juga ngeliat tumpukan koper, travel bag, dan ransel di pojok ruang tengah. Asa kumahaaa kitu abdi teh. Perasaan kaya percaya ngga percaya bisa sampai di titik ini.. Ya, alhamdulillah.. Gue kangen sekolah. Kangen IPA 1. Kangen guru-guru. Kangen Bude kantin. Kangen latihan voice. Kangen semuanyaaaa :'( Habis gue serba salah, kalau sekolah pun pikiran gue ngga bisa 100% fokus juga ke pelajaran. Mana semua guru selalu mengingatkan soal ujian-ujian yang bakal dihadapi kurang dari setaun lagi, argh bikin stres deh. Better i focus to what i will face first, right?

Mungkin sebagian orang beranggapan ikut student exchange itu buang-buang waktu. Malah kalau bisa akselerasi aja biar cepet kuliah. Tapi gue percaya langkah ini berharga untuk gue dan yang lain, sekarang dan seterusnya. Sebagian kakak kelas gue udah di PTN, alhamdulillah (selamat buat kakak-kakak semuanya yaa i'm proud of you :) ), sebagian temen-temen gue yang aksel juga udah di PTN, congrats guys! Sebagian mungkin belum berhasil tahun ini, (semoga rezeki kalian tahun depan :) ), sebagian memilih swasta, mungkin yang lain ada yang memilih kerja atau langsung menikah (weew). Teman-teman seangkatan saya sekarang sedang struggle buat lulus dengan nilai memuaskan dan masuk PTN di jurusan yang mereka mau, adik-adik kelas saya pun mungkin sedang berusaha agar grafik nilai rapor mereka naik supaya bisa PMDK, walau sebagian mungkin masih menganggap enteng masa depan. Oh ya, teman saya ada yang ngga lolos AFS tapi dapet beasiswa di tempat lain, ada juga yang sedang apply beasiswa untuk S-1.

Yah, begitulah. Semua orang ada jalan hidupnya masing-masing, setiap orang memilih jalannya masing-masing. Ada yang jalannya begitu mulus, ada yang berliku, berputar-putar, terjal.. Kadang kita nggak pernah tau apa yang terbaik buat kita, tapi Allah pasti mengarahkan kita kepada sesuatu yang baik pada akhirnya. :) Gue percaya semua berawal dari mimpi, dilakukan dengan optimis, usaha, doa, mungkin terjatuh, bangkit, mencoba lagi.. sampai akhirnya sukses.

Jadi inget kata oma sama om Dimas, "Jangan pernah biarin sekolah menghalangi kita buat belajar."
Yah, pendidikan formal memang penting, tapi ngga cukup. Banyak hal yang lebih penting dari sekedar nilai tertulis di atas kertas (yang jaman sekarang pun banyak diragukan asalnya darimana). Jaman sekarang udah ngga jaman orang pinter tapi kuper. IQ tinggi jadi nonsense kalo ngga diimbangi dengan EQ yang bagus.

(hemm, jadi panjang-lebar gini, haha)

What i'm going to say is.. I think I'm almost ready for this challange.

AB.

Senin, Juni 07, 2010

Moral, Kepercayaan, Peradaban


Israel, Palestina, Kita, Dunia.
Saya lelah. Lelah dengan semua pemberitaan baik di media massa maupun cetak tentang perang. Khususnya, konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung lama dan seakan tiada akhir, yang belakangan kenbali menjadi trending topic.

Pemberitaan media massa pun simpang siur, sebagian cenderung provokatif, menyebabkan berbagai macam pula reaksi yang timbul di masyarakat, baik di Indonesia maupun internasional. Kebanyakan membenci Israel, marah, menuntut pembebasan Palestina. Sebagian lagi marah karena banyak orang yang tidak melihat konflik ini dari dua sisi, tidak hanya dari point of view Palestina, sehingga berargumen pun tidak ada gunanya. Sebagian yang lain hanya memperhatikan dan ngga mau ambil pusing soal konflik di Timur Tengah. "Yang penting ngga menggangu kehidupan saya!"

Saya ngga mau berkomentar kalau Israel jahat, ataupun menyesali mengapa Hitler ngga membunuh saja semua Yahudi yang ada kalau ujung-ujungnya jadi begini. Tapi saya tetap mengecam semua tindak kekerasan yang dilakukan terhadap kedua belah pihak. Saya hanya sedih dan miris memikirkan nasib anak-anak di sana, juga di semua anak-anak di daerah bekas perang ataupun yang masih berperang lainnya. Orang-orang dewasa boleh berperang sejuta kali, tapi anak-anak yang murni dan polos ngga bersalah apa-apa! Mereka harusnya bisa menikmati masa kecil sebagaimana anak-anak normal dengan penghidupan yang layak. Makanan, tempat tinggal, jaminan kesehatan, pendidikan, bahkan hiburan. Dibesarkan dengan kasih sayang, bukan tumbuh besar dengan melihat kekerasan dan kekacauan di depan mata setiap waktu! Mereka cuma korban yang ngga mampu (lebih tepatnya ngga tau) harus protes pada siapa. Saya sedih ngga bisa melakukan apa-apa untuk mereka. Lebih sedih lagi melihat banyak orang yang memiliki kebebasan dan hidup yang berkecukupan tapi menyia-nyiakan semua itu. Malah memilih jalan yang ngga memberi manfaat apa-apa. Makanya saya paling benci liat anak-anak SMP-SMA yang kalau pulang sekolah (atau bahkan jam sekolah -.-) malah nongkrong-nongkrong ga jelas sambil ngerokok atau kebut-kebutan. Kasarnya, ngapain sih hidup cuma buat sampah masyarakat? Perlu kacamata buat ngeliat kalau (jangankan dunia) negara ini aja msih banyak yang perlu diperbaiki? Kalau bukan kita, siapa..?

Kepercayaan, Kebaikan, Keindahan.
Saya terlahir dalam keluarga muslim. Namun kedua orangtua saya adalah orang yang berpemikiran sangat terbuka, dan saya tidak pernah dilarang untuk mempelajari agama-agama lain. Karena pada dasarnya, saya selalu penasaran, bertanya, ingin tahu tentang segala sesuatu yang ada.. Ada satu titik dalam masa SMA saya di mana saya begitu ingin mencari, mempelajari, dan meyakini. Sampai akhirnya saya menemukan yang saya cari, konsep ketuhanan yang paling bisa saya terima. Mungkin saya belum benar-benar menjadi muslim yang taat, tapi setidaknya saya sedang melakukan pergerakan ke arah sana. :]

Tapi hal itu bukan berarti saya menjelekkan agama lain, karena dari renungan saya sendiri, saya sangat sadar bahwa keyakinan tidak akan pernah bia dipaksakan. Hanya orang-orang yang benar-benar membuka hati untuk kebenaran yang akan menemukan apa yang dia cari. 

Satu hal lain yang membuat saya sedih adalah negatifnya pandangan tentang islam. Islam itu teroris, ngga fleksibel, dan segala macamnya lah.. Mungkin bukan salah orang-orang yang menilai, karena kenyataannya banyak muslim yang jauh sekali akhlaknya dengan yang dicontohkan rasulullah SAW. Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan. Saya yakin di agama lain pun tidak. Bukankah agama adalah salah satu norma yang mengatur hidup manusia?

Tapi tetap, prinsip saya, semua hal di dunia ini boleh saja baik, tapi kebenaran pasti hanya ada satu. Di mana pun kita menemukannya, itu hak setiap orang dan bukan untuk saling menjelekkan, apalagi dijadikan alasan untuk mencerai-beraikan manusia di bumi dan megahancurkan kedamaian. Bukankah dunia lebih indah dengan toleransi beragama..? :]


Well, saya bukan ahli sejarah, ahli agama, atau bahkan aktivis. Saya cuma remaja biasa yang terlalu lelah dan bosan dengan semua ini. Saya mungkin ngga benar-benar tau hal yang sebenarnya terjadi di sana, di antara pertikaian mereka, tapi saya (dan saya yakin kita semua) tau dengan jelas apa dampak perang tersebut bagi warga sipil yang ngga berdosa. Bukankah teknologi udah maju dan peradaban kita udah tinggi? Kenapa juga kita harus menodai semua itu dengan tindakan anarkis yang ngga bermoral? Seakan manusia ngga punya akal aja. Saya yakin, jauh di dalam lubuk semua orang, tidak ada yang menginginkan perang. Walaupun ini hanya pendapat dan doa saya, saya harap kelak dunia ini akan tenteram dan jauh dari kancah peperangan, dan di wajah anak-anak hanya ada senyum bahagia, bukan ketakutan.


AB

Minggu, Juni 06, 2010

Banjir dan Macet!


Kena macet standar di Jakarta sehari-hari aja udah bikin males, apalagi macet yang luar biasa. Bikin kekiiiiiii! -.-
Dan kemarin Jakarta lagi macet parah gara-gara banjir. Atau kalian ada yang terjebak juga di jalan tol tadi dan couldn't do anything selain guling-guling ngga jelas di mobil? Saya tau pasti bete banget, karena gara-gara banjir kemaren gue, bokap, dan adik gue beserta om, tante, dan sepupu-sepupu gue di mobil yang lain puter-puteran nggak jelas dari Tangerang-BSD-Alam Sutera-Kembangan-Puri Indah-Tangerang.


Ceritanya kita mau ngelayat sepupunya mama yang meninggal gara-gara kanker (inna lillahi wa inna lillahi rajiuun) ke rumahnya di daerah Bintaro. Mama berangkat duluan sama om. Awalnya kita mau lewat tol BSD, dan sepanjang jalan raya Serpong gue udah mulai curiga sama lalu lintas yang ngga kaya biasanya. Serpong emang selalu padat, tapi kayanya ngga gini-gini amat deh. Bener aja, pas mau masuk tol, kita dihadang polisi dan tulisan kalo ada genangan di jalan tol and it means ngga bisa lewat jalan itu. Akhirnya kita muter balik, dan itu macet parah.. berasa ngga sampe-sampe ke Alam Sutera. Sampe di sana, karena udah siang juga, kita makan dulu. Dan ujan turun gede banget, mana tempat makannya outdoor gitu. Redanya pas banget bertepatan dengan kita selesai makan. How lucky. -.-


Lanjut lagi, niatnya mau lewat Kebon Jeruk aja. Tapiii tadaaaaaaaaaaaaaaaaaa... dari sebelum Karang Tengah udah mulai tersendat-sendat. Dan kita mutusin buat keluar di Kembangan karena udah macet total ke Kebon Jeruk. Tau sendiri kalo keluar di pintu tol situ muter baliknya jauuuuhhh bener. Setelah puter balik, ngga ada perubahan apa-apa, dan kita akhirnya mutusin balik lagi ke Tangerang (tau gitu mah padahal langsung balik aja lewat Cengkareng -.-). Ada yang bilang bajir di tol Bintaro sampe sepinggang. Dan ternyata selain karena volume kendaraan yang padat, pengalihan dari ditutupnya tol BSD, gue denger di berita tol Kebon Jeruk juga ada genangan air gara-gara dibangun tembok tapi ngga dibikin lubang saluran air. Dodol banget kan. Ya ngga heran jadi menggenang airnya.. Yang parah malah di ruas-ruas tol di mana jalannya lebih tinggi dari arteri, udah nasibnya deh jalan arteri banjir! Gini nih jadinya kalo pembangunan ngga disertain perencanaan yang matang.. Lagian ngga bisa dikeluhkan juga banjir kayak begini, gimana air bisa diserap sama tanah kalo semua lahan abis buat ngebangun jalan tol, gedung-gedung, mall, apartemen.. Sawah diurug, pohon ditebang.. Mungkin ini peringatan juga gara-gara kita udah terlalu banyak merusak alam..


Lama banget kita kejebak macet, nyokap malah baru sampe rumah jam setengah sembilan malem. Yang gue kasihan jenazahnya, jadi lama dikebumikannya karena macet dan hujan gede (segitu udah dikawal polisi padahal). Macet kemarin ngingetin gue sama mudik lebaran tahun lalu, waktu gue sekeluarga kejebak macet di Nagrek 20 jam. Haha mabooookk! Bayangin aja, normalnya kan Bandung-Tasik cuma 3 jam! -.- Masalahnya selalu aja terbentur sama volume kendaraan yang numpuk, motor yang kadang suka seenaknya, mobil mogok, dan minimnya aparat yang mengatur lalu lintas..


Hmm, jadi semua kemacetan ini salah siapa?

AB

Minggu, Mei 30, 2010

Menjelang Juni


*sebenernya lagi semesteran, tapi emang dasar bandel malah nulis :p
Yup, saya lagi semesteran. Harusnya emang tanggal 7, tapi dimajuin jd kemarin gara-garanya... gue juga ga tau sih kenapa. haha. agak aneh juga rasanya memulai semesteran dengan TIK dan Bahasa Jepang :p
Pokoknya saya seneng. Kenapa? Karena interview visa udah pasti tanggal 8, it means bakal karantina lagi di handayani dari Senin-Rabu depan. Ngga kebayaaaanngg kalo ujiannya mesti susulan. Argh males banget. Semangat ya temen-temen yg susulan! Can't wait nih mau kumpul lagi sama kalian semua. :]

Oya selamat yaa buat temen-temen AFS/YES yg udah dapet kabar dri hostfam! Yang belum - termasuk gue juga - semangat semangat! Pasti dapet. :] Selamat juga buat adik-adik yang lulus seleksi tahap satu! Buat junior gue di SMAN1Tra, yang gue tau Fa'i, Juna, Romario.. Ayo ayo semangat semuanya! Perjalanan masih panjaaaaaaaannnnnnggggg :p

Beberapa hari yang lalu gue kesel banget gara-gara ada temen gue yang mengeluarkan statement rasis, gue jujur aja agak tersinggung juga. Gue ngga ngerti kenapa - mungkin akibat PMS juga, ngga tau deh - sampe pengen nangis saking keselnya. Atau mungkin karena gue punya pengalaman ngga enak juga dengan orang-orang rasis di waktu yang lalu, don't know. Yang pasti gue benci banget sama orang-orang kayak gitu. Orang-orang yang berpikiran - maaf - dangkal. Please deh, kita semua sama. Ngga ada Aceh, Batak, Padang, Sunda, Jawa, Maluku, Papua. Kulit putih, kulit hitam, kulit cokelat! Kita sama. Titik. Sadar ngga sadar, hal sekecil itu kan yang mendasari perang-perang yang selama ini ada. Salah manusia yang kadang merasa "lebih" dari yang lain, yang ngga menghargai bukan cuma sekedar kulit luar tapi juga isi.


AFS banyak merubah gue, jujur aja walaupun gue belum pergi, belum jadi returnee, belum volunteering penuh, tapi dampaknya kerasa banget. Yang paling menonjol ya itu.. Kesensitifan gue sama sekitar, sama isu-isu global.. Sama HAM, pemerintahan, banyak hal.. Sekarang gue jadi suka sejarah dan PKN. How amazing :p Bahkan, kalau dulu gue nonton berita yang di pikiran gue itu: "Hah, Indonesia ini mesti dibenerin dari mana dulu deh?" sekarang jadi: "Ya kalau bukan gue dan generasi muda yang lain, mau seterpuruk apa bangsa kita nanti?". Gue juga tambah semangat mempelajari lagu-lagu daerah kita yang keren-keren banget (biasanya gue nyanyi lagu luar terus :p)! Juga kuliner kita yang maknyuuuss. Ngga lupa pemandangan alam kita yang bisa bikin speechless saking bagusnya.


Mungkin buat sebagian orang statement kayak gitu omong kosong, lebay, apaan-sih-lo-nggak-penting-banget. Gue pernah dapet komen kayak gitu dari temen gue, dan gue ngga peduli. Kecintaan sama bangsa sendiri, itu hal terpenting yang banyak generasi muda ngga sadar. Yang mungkin aja gue pun baru sadar sekarang. Itu hal pertama yang ada sebelum muncul keinginan berbuat sesuatu. Dan gue ngerti sekarang kenapa banyak returnee AFS yang larinya ke HI atau hukum. Hehe.


Ngeliat temen-temen gue udah mulai semngat menata masa depan, gue ngga mau kalah ah. Gimana pun gue mau nyicil belajar dari sekarang, menentukan bidang yang mau gue ambil di bangku kuliah nanti. Ngga mau deh sampe salah jurusan. Dan gue belajar buat ngga mendengarkan apa kata orang lain, untuk mendengar diri sendiri. What my heart says, that's what I do. :]


Oke, belajar dulu yaa..

-AB-

Minggu, Maret 28, 2010

Sepakbola Indonesia dan Host Family
*Ngga ada hubungannya sih


Selamat sore..
Aduh hujan deres banget nih. Mudah-mudahan aja anginnya ngga tambah kenceng.
Tapi tetep semangat ke dojo! :] Seneng deh, kemaren gue baru belajar pake jo (tongkat). Ahaha. Yang bikin bete waktu renang kemaren, gue masih bolot aja gaya punggung. Ck. Pantat gue berat kali ya tenggelem mulu jadinya. -,-


Mau cerita nih, kemaren waktu gue balik renang kan gue ngelewatin bekas pasar Cikokol (yang sekarang udah jadi penghijauan dan Tangerang City), jalanan macet dan banyak batu-batu serta pecahan kaca di jalanan. Katanya sih bekas suporter bola, tapi saya ngga tau juga itu bener atau nggak. Eh tadi pagi gue dapet kabar anaknya guru agama ade gue koma, sekarang ada di ICU. Taunya dia koma gara-gara digebukin sama suporter bola. Gara-garanya dia main futsal di kampus, trus bolanya ngga sengaja melambung ke suporter bola itu (kampusnya di depan bekas pasar itu). Ngga tau gimana ceritanya dia sama beberapa temennya digebukin sampe luka-luka parah.


Mungkin kejadian kayak gitu bukan pertama kali, bukan juga hal yang wah, karena emang udah banyak kejadian kayak gitu. Tapi gue nyayangin banget, hal yang udah terkesan biasa itu kenapa lagi-lagi terulang. Seperti biasa, gue beropini hanya dari pandangan pribadi gue aja, dan tidak ingin menghakimi siapapun. Cuma bisa ngga sih, jangan kampungan? Jangan panasan, jangan kayak alay, jangan norak? Apa gayanya sih serombongan jadi sok jagoan, mau nonton bola aja pake bikin jalan macet, ngeberhentiin truk, manjat? Ngegebukin orang pula, nyakitin saudara sebangsa sendiri.


Kan lucu. Emang kalo suporternya saling ribut bisa bikin pemainnya semangat? Nggak kan? Gue heran aja, cowok-cowok yang ngga bisa dibilang masih bocah jadi kekanak-kanakkan begitu. Ngga bisa menerima hasil pertandingan jadi ribut. Udah dewasa masih aja ngga kenal sportifitas. Segitu yang dilawan masih saudara setanah air ya. Ckck. Makanya gue ngga pernah ngerti apa maunya suporter sepakbola yang menggelikan itu (ngga semua suporter ya, cuma yang tindakannya anarkis aja). Menang rusuh, kalah rusuh. Ngga usah tanding aja deh sekalian!


Saya mendukung banget kok kalo sepakbola Indonesia itu maju. tapi tolong dong, berikan semangat yang sewajarnya aja sama pemain-pemain kita, jangan malah jadi orang-orang yang bikin pertandingan sepakbola berkonotasi dengan tindakan anarkis. Malu-maluin tau nggak. -,-


Oke, alih topik. Kemaren gue ngulang lagi foto visa. Dan jeng jeng! Akhirnyaaa setelah riweuh sumpel sana sini jepit sana-jepit sini jadi juga hehehe. Alhamdulillah. :] Katanya temen gue yang dari Malang udah ada yang dapet hostfam! Waaahh padahal setau gue hostfam baru diseleksi bulan depan. Ya ampun seneng banget yaa, gue jadi dagdigdug nih. Kabar gue gimana yaa? Fufufu. Semoga gue dikasih yang terbaik sama Allah. Amiin.


Aduh, besok hari pertama masuk langsung ulangan MTK. Shit.


-AB-

Sabtu, Maret 06, 2010

Kemiskinan, Pendidikan, Tingkah Laku


Hey ho!
Mau cerita nih.
Jadi ceritanya Sabtu yang lalu gue dapet kiriman berkas dari AFS yang isinya persyaratan-persyaratan yang berhubungan sama pengurusan visa dan sekolah di sana (padahal hostfam belum ada yang dapet kabar -,-). Health Addendum yang mengharuskan gue melengkapi imunisasi yang belum-belum (ditambah booster untuk sebagian imunisasi), translate rapor, ngurus paspor (karena gue belum pernah ke luar negeri, hehe), juga ngisi form permohonan pengajuan visa. Untung aja ada papa yang bantuin karena gue bingung ngurusinnya.


Okee, singkat cerita, gue libur dari Rabu kemaren (yeeeeaaayy!!!) karena kelas 3 ada TO. Ah gilaaa, udah mau UN lagi aja! Semangat ya kakak-kakak semuanya!!! Gue juga kudu nyicil materi dari sekarang nih, hehe. kalo ngga bisa keteteran nanti. Dan karena lumayan banyak imunisasi yang perlu gue jalani, hari Rabu kemaren udah mulai start Hepatitis B dulu. Dan kemarin gue ke Imigrasi Tangerang buat foto&wawancara paspor. Ampuunn tabah-tabah-tabah, nunggunya bikin senewen! Lama gila! Malah ada ibu-ibu yang udah dateng dari jam setengah tujuh pagi, dan dapet wawancara giliran akhir. Ck. Makan ati deh diselak-selak gitu.. Gue jadi telat renang deh. -,-

Tadi gue nemenin bonyok ke SMP 1, ade gue dapet nomor 425. yah, best wishes for him lah, semoga ade gue bisa diterima di tempat terbaik.. :) Pulangnya, ke toko kue dulu, beli bahan-bahan bikin bolu, cake, sama bingka. Gue mau seriusin belajar masak bener-bener niihh.. Wanna be a tester? :p Pulangnya iseng mampir ke pasar, nyari tape singkong yang seger susah banget sih. Gue kirain cuma nyari di pinggir aja, jadi gue nemenin nyokap. Ngga sopan aja masa gue nunggu di mobil sama bokap. Ngga taunya abang-abangnya ngga jualan. Dan kita nyari tambah ke dalem. Pulangnya, gue mangkel abis dan gue NGGA MAU LAGI-LAGI KE PASAR!!!


Bukannya gue sok tajir, sok kepanasan, bla bla bla. Ya gue tau sih, emang tadi gue saltum abis ke pasar (wong niatnya ke sekolahan, ya gue pake baju semi-formal). Tapi asli deh, baju gue bahannya sangat memadai&bukan baju "memancing". Masih aja banyak yang gangguin. Abang-abang sampe kakek-kakek. Hiiiiyyy!!! Oke kalo sekedar verbal, nyaris aja tangan abang-abang nyolek-nyolek gue kalo gue ngga langsung ngibrit. KESEL!!!


Menyedihkan banget ya, orang-orang gitu. Orang-orang ngga berpendidikan. Bukannya gue mau sok mengkasta-kastakan orang, tapi emang kenyataannya kemiskinan dan pendidikan ngaruh banget sama tingkah laku seseorang. Contoh tadi cuma salah satunya. Dan belum lagi, kata-kata kasar dan ngga senonoh yang suka nyablak keluar dari mulut-mulut orang-orang di sana.


Sedih. Miris. Masih banyak aja orang-orang yang berkelakuan kampungan begitu, menggambarkan cewek sebagai objek yang ngga sepantasnya. Ck. Yah, sebagian salah perempuan juga sih yang kadang berpakaian atau bersikap terlalu berani. Yah, tapi sekali lagi, gue ngga mau menghakimi. Gue cuma bisa berharap, ke depannya tingkat kemiskinan negara kita bisa menurun, pemerataan pendidikan bisa menjangkau semua daerah DAN seluruh golongan masyarakat. Dan kelakuan setiap individu - dari hal terkecil aja deh - bisa lebih menghargai diri sendiri, orang lain, syukur-syukur... negaranya. Negara kita. :) Oh ya, selain itu gue jadi menyadari pentingnya beladiri, khususnya buat cewek. Gue jadi nyesel dulu ngga pernah serius belajar silat, karate, sama taekwondo, cuma sekedar lalu aja. Tapi sekarang gue mau serius belajar aikido! :)


Liburan ini, selain sibuk ngerjain tugas dan ngurus-ngurus buat AFS, gue nonton ulang film Love Story in Harvard. Ah, keren banget deh! Gue jadi pengen banget jadi dokter. Mupeng abis liat harvard! Dan... jadi pengen punya cowok pengacara. Haha. Yang idealis tapi, yang bener-bener memperjuangkan keadilan.. :p
*Ah kebanyakan ngayal lo Az


Happy weekend guys!

-AB-

Jumat, Februari 26, 2010

Menertawakan Kebodohan  

22.15
Tapi gue masih aja belum bisa tidur.
Sebenernya besok ada gerak jalan di sekolah, dan gue bingung mau ikut apa ngga. Siangnya gue mau pergi, dan kalau jam segini aja gue belum bisa tidur, bawaannya pasti keleyengan besok. Ngumpulnya aja jam setengah 7.

Tadi pagi gue nonton Situation Critical di NGC tentang perjuangan astronot Apollo kembali ke Bumi dari antariksa denga berkali-kali melalui kondisi kritis. Gue merenung, dan menertawakan diri sendiri yang suka ngedumel soal fisika dan kadang gue pikir ngga meaning banget gue pelajarin. Padahal fisika penting banget peranannya buat ilmu pengetahuan, apalagi soal tata surya yang ke-tanpabatas-annya selalu bikin gue takjub. Tapi gue sadar, semua keluhan yang datengnya dari diri gue cuma sekedar respon jujur karena dasarnya gue emang ngga suka fisika, cuma lagi-lagi karena tuntutan kurikulum kita yang begini adanya, harus kita terima.

Bahkan kalo lebih dipikir, lebih malesin lagi pelajaran MTK. Tapi gimanapun MTK digunakan untuk membangun logika berpikir dan bisa mendukung fisika. Juga kimia. Yang lebih parah (dan bikin gue sebel abis), orang-orang yang selalu merasa superior dengan menguasai eksak tapi menyepelekan bidang lainnya. Toh mau bahasa, seni, budaya, sejarah, kewarganegaraan, IT, sampe olahraga semuanya ilmu. Semuanya mendukung satu sama lain.

Mungkin sekarang pikiran gue mulai terbuka dalam memahami kata-kata (yang kedengerannya klise): "Nggak ada kata sia-sia dalam belajar." Percaya atau ngga, semuanya bermanfaat dan saling mendukung. Gue harus ngerubah sifat gue yang suka ngeluh ini nih. Gimanapun, karena kita semua dituntut untuk mempelajari pelajarn sepaket-sepaket, gue mau berusaha keras mencintai semuanya. Soalnya kalo ngga dimulai dari suka dulu ngga bakal bisa deh.

Bokap gue bilang, dari 6,5 milyar penduduk bumi ini yang muncul ke permukaan untuk ilmu pengetahuan mungkin cuma ribuan. Malah banyak yang jadi sampah masyarakat aja. Sungguh hidup yang sia-sia. Ngeliat orang-orang yang udah menyumbangkan otak sebut saja se-su-a-tu untuk dunia, gue ngerasa ngga guna banget. Yah, mudah-mudahan niat gue buat "melakukan sesuatu" aja udah bisa membedakan gue dari orang-orang yang hidup tanpa tujuan seperti kebanyakan anak jaman sekarang. 

Kebodohan kedua yang gue ketawain dari diri gue sendiri,  gue cape-cape membenci dan mikirin mantan sahabat gue tersayang (baca posting gue sebelumnya). Ngga diniatin, tapi kadang kepikiran juga. Ah, susah banget emang melupakan. Mudah-mudahan balesannya dari Allah aja.


Kebodohan ketiga, sadar nggak sadar, manusia suka lupa bersyukur. Gue harus inget-inget lagi kapan terakhir kali gue bersyukur. Balik ke poin pertama tadi, kayaknya gue lebih sering ngeluh. Aduduh. Astagfirullahal'adziimm.

Kita dilahirkan dengan kelebihan yang berbeda untuk saling melengkapi, so there's no reason to be an ordinary one! :)


Oh ya, tadi gue renang rutin seperti biasa. Dan ada anak kecil yang (yah gue emang SKSD main ngobrol aja sama bocah-bocah di kolam) nanya ke gue, "Kakak agamanya apa?", dengan tatapan yang sedikit menyidik. "Islam." Gue jawab. 
Trus giliran kakaknya, "Ras?"
"Indonesia." Gue jawab. "Kita semua kan orang Indonesia, jadi kita satu. Semuanya sama aja." Gue jawab sediplomatis mungkin.
Tapi si anak itu kekeuh nanyain soal ras. Ampuuunn.

Heran deh, anak kecil aja kok rasis amat. Jujur aja, gue kurang suka sama orangtua yang mendidik anaknya buat membeda-bedakan kayak gitu. Apalagi masalah agama. Ya ampun, semua juga tau Indonesia itu sangat heterogen. Islam, katolik, protestan, hindu, buddha, kong hu cu, belum lagi, aliran-alirannya yang udah macem-macem. Ada juga yang sebenernya atheis, dan nama agamanya cuma di KTP aja.


Ngapain sih kita milah-milah temen berdasar agama atau ras? Asli ngga penting. Apalagi ngedoktrin anak sejak kecil untuk bergaul hanya dengan kelompok tertentu aja. Ya ampuuunn. Yang parah soal agama. Emang susah ya mempelajari agama sendiri, mencari kebenaran di dalamnya tanpa harus menjelek-jelekkan agama lain? Boleh aja semua hal di dunia ini baik, tapi yang namanya kebenaran ngga mungkin lebih dari satu, kan? Masalah belief itu kan hak setiap orang. Gue sih pada dasarnya menghargai aja apapun keyakinan orang.

Ras atau suku juga, ya udah sih gue Sunda, si ini Padang, si ono Jawa, si itu Batak, so what?? Ngga penting banget dibeda-bedain! Kita semua sama aja..


-AB-