Jumat, Januari 21, 2011

Just a Piece of Words

I used to be a little girl. Actually smart, but sometimes naive and stupid.
Actually childish, but felt so sure that she was so mature.
Always tried to look wise and tough, when actually so fragile.
So small, but always thought she could conquer the world.

And as the time goes by,
I learn more about life.
About love.
About forgiveness.
About future.
And about who I am.

I know I could not change anything in the past, even just reach that time back.
But I know I can always make a change.. so do other people in my life.
I can make today better and always make the best in tomorrow.
No more regret, neither cry..

And I will say, "I'm growing up."


AB

Jumat, Januari 14, 2011

Berbincang Mengenai Kemiskinan dan Pendidikan (Lagi)

Semester pertama, salah satu kelas gue di Hunter Huss adalah Sociology distance learning; di mana kita belajar bareng sekolah-sekolah lain di gaston county lewat webcam. Untungnya penyajinya adalah guru di sekolah gue, jadi gue ngga cuma ngeliat gurunya lewat monitor aja, hehe.

As I wrote before about American students, mereka emang benci nomor satu sama yang namanya menghafal dan terbiasa berkutat dengan kalkulator. Tapi mereka emang bener-bener kritis dan cepat respon, apalagi di kelas-kelas sosial. Gue selalu kagum dengan gimana mereka menyampaikan ide-ide atau opini, yang nggak pernah dibuat-buat dan apa adanya (justru yang kayak gitu yang bikin gue terkesan, daripada kalimat-kalimat sok pinter yang malah bikin keliatan bodoh).

Well, anyway. Salah satu submateri di kelas sosiologi gue adalah poverty. Dan kita kudu bikin essay argumentasi whether we agree or disagree with statement "Whether rich or poor American live remarkably similar life". Dan sebagian temen-temen gue nggak setuju. Mereka bilang, kalo kaya ya kaya, bisa minta apa aja dari orangtua, bisa pergi ke private school atau college yang bagus. Mereka membandingkan kualitas public and private school, mengeluhkan berbagai hal tetang public school yang bikin gue miris banget. Oh yeah, miskin buat mereka adalah nggak punya mobil pribadi (padahal mobil keluarga ada 2), nggak tinggal di kawasan elite (padahal rumah sih bertingkat). Andai mereka melihat lebih luas.. Coba di negara kita, yang namanya miskin itu orang yang nyari makan aja susah. Tempat tinggalnya dipertanyakan kelayakannya. Sekolah negeri aja bayar. Belum bukunya. Seragam. Bayaran ina-inu ini itu. Though I know our government is trying to make our education better but still.. Gue sedih aja dengernya. Mereka pasti akan lebih bersyukur kalau mereka tau.

Di Amerika pengangguran aja dapet tunjangan dari pemerintah. Single mom dapet bantuan juga. Tapi bukan berarti hidup di sini semudah itu. Pajak di sini amit-amit -_____- So, sebenernya gimanapun ada plus minusnya masing-masing negara. Gue bersyukur dapet kesempatan dateng ke sini; no matter people said: "Nanti jadi liberal lo.." atau "Di sana pergaulannya kan.." atau "Amerika itu begini lho.." (padahal yang berkomentar pernah liburan ke sini aja nggak). Datang ke sini, berbicara dengan banyak orang dengan berbagai latar belakang dari berbagai penjuru dunia, gue belajar memahami yang namanya pilihan setiap orang. Nggak ada yang salah atau benar, semuanya relatif.

Gue udah 4 hari off school because the road is frozen. But I still have to make-up these days, zzz -______-
Dan gue flu lagi. Kebayang banget kalau Indonesia punya 4 musim, gimana caranya orang-orang yang hidup di garis kemiskinan survive? Harus punya clothing sesuai dengan pergantian cuaca. Apalagi abis ngobrol sama anak-anak chapter Jakarta soal tukang gorengan di Indonesia aja sekarang jual cabe. Haduh, tambah mikir aja gue apa yang bisa gue lakuin buat negara? -_____- I'm only little part of Indonesia yang terlempar jauh ke balahan lain bumi.. Tapi seenggaknya gue yakin dan percaya Indonesia itu kaya. SDM-nya juga bukan rendahan. Semoga besok bisa lebih baik dari hari ini..


AB.

Kamis, Desember 09, 2010

2011~

Happy New Yeaarrr!! :D
And another year has already passed. I have no idea why time is going so fast and become faster and faster every year. Looking back to my resolutions.. not bad lah. Kalo gue pikir-pikir gue emang rada lebay gitu bikin resolusi (read: too perfectionist). Kerasa banget my exchange year ini banyak menempa gue; salah satunya belajar buat MENERIMA. Hal sepele yang dampaknya luar biasa! Like my dad said: "Enjoy your time there, being excellent doesn't have to be perfect!" That's a sentence that remains in my mind. Every single seconds I remember. Hasilnya? Bukan cuma membersihkan hati dari rasa iri walau secuil, tapi juga lebih banyak bersyukur dan memaafkan.. :))

Well, maaf ngelantur. Anyway, it's been almost 5 months here, feel so yesterday I came here! I wish I can get at least one big achievement during my stay here. Feel so weird like I don't wanna go back home, but I really want to. I know it's weird.. but yah I'm just trying to say what I'm feeling right now. I had a perfect christmas; my first and perhaps last..? i don't know. I watched christmas concert with my local coordinator and her family, also my exchange friend from Turkey. I met Manado family there! hehe. I also went to Biltmore house with my Renassaince Club (grup khusus buat anak-anak dengan grade bagus heheh :p). Pertama kalinya gue kedinginan di sini sampe jari-jari gue sakit -_____- Ada plan mau ski loh bulan depan! asyik asyik :p Gue juga diwawancara sama koran lo hehe :p Dan gue kepilih jadi salah satu solois di christmas concert sekolah. Aduh rasanya terharu banget *loh?* waktu turun panggung dipeluk banyak orang..

Liburan ini gue pergi ke Florida with the Weezorak and (AGAIN) Shasha, sebelumnya ngerayain early christmas saa The Dawson; ke Tony's ice cream and saw lights in Mcadenville! :)) Kita ke Disneyworld, subhanallah berasa jadi kaya anak kecil lagi! Bener-bener kaya mimpi gueee.. Kita ke Magic Kingdom, sayang banget nggak sempet ke Epcot lain kali deh hehe. Amiin. Tita Shasha, Tito Sonny, Nanay, dan Keith juga baik.. (relativesnya mom Maria di FL) Feeling so thankful lah, walau ada juga yang gue gagal, tapi kan itu tadi.. belajar untuk menerima. We get some, loose some. Namanya juga hidup ngga sempurna hehe.

Mau curcol nih.. adaptasi sama cold weather in the beginning was really challanging me. Dan sekarang gue udah mulai terbiasa sama dingin (bahayaaaa ini pulang-pulang huhu). Second is saving money. ya allah susahnya amit-amit nabung di sini.. Gue kira monthly stipend $125 sebulan itu banyak, gue kira gue bisa nabung dan jadi kaya pas pulang. Ternyata? Boro-boro, zzz -_________-

Aduh jadi meracau nggak jelas gue, too much eating candy i guess hahah --"
Doakan saya yaa taun ini, semoga lebih baik dari kemarin. Alhamdulillah untuk semua hal baik dan ujian di 2010, semoga semuanya jadi kenangan dan pelajaran yang baik untuk saya ke depannya. my exchange year bener-bener mengubah gue.. ke sisi positif pastinya. Amiinn lah. :)

How about you? Gimana kamu memaknai tahun baru? :D
Gue sih cuma nonton TV semalem sama Mom and hostsister gue hehe :p
Hal-Hal Lainnya (part. 2)


1. Fast Food Restaurant
Di sini ada KGC beside KFC. Yeah-yeah sama-sama ayam, tapi KGC ini grilled instead of fried :) Dan yang lucu lagi, kita boleh refill beverages! Oh ya, di sini ada juga KFC-KGC versi buffet lo :p

2. (Lagi-lagi) Talking about Mall :p
Saya lupa cerita, ternyata yang gue ceritain soal mall di Gastonia waktu itu plaza bukan mall :p Mall di DC sama di Rochester sama aja kaya di Indo (tapi nggak tau kenapa yaa atmosfer mall Indo itu asyik dan wah :p). Shopping waktu di Charleston oke juga, sepanjang jalan toko-toko bertebaran; mulai dari gift shop, clothing, books, and food semua ada ;p *cuma bahaya banget ya kalo gue dihost deket tempat kaya begitu gue bakalan borooosss

3. Nursing and Fire Fighter
Mungkin di Indonesia profesi perawat nggak dipandang sejajar sama dokter. Tapi di sini, registered nurse adalah profesi yang disegani. Gitu juga halnya dengan pemadam kebakaran. Fire fighter di sini tuh dipandang mulia dan dihargai banget, so banyak anak-anak cowok yang dengan bangganya bilang, "I wanna be a firefighter!" :)

4. School and Fashion
Berhubung ngga pake seragam, penampilan remaja-remaja di sini beraneka ragam setiap harinya. Kalo di Indo pake boots berheels atau pake baju yang eye-cacthing keliatannya hebring atau dibilang lebay, di sini sih cuek aja. Semuanya suka-suka, berpenampilan seperti apapun itu rights yang nggak bisa diganggu gugat. Satu hal yang gue nggak ngerti, anak-anak SMA di sini banyak yang suka pake tas-tas yang kalau di Indo pasti diketawain (soalnya kaya anak SD). Contohnya tas-tas gendong dengan gambar-gambar film animasi. Ampun deh, haha.

5. Bel Bunyi.. ya Pulang.
Inget banget deh dulu di Indo salah satu guru saya pernah marah, gara-gara bel udah bunyi dan anak-anak udah grabak-grubuk beres-beres padahal dia masih nerangin. Coba di sini. Bel bunyi ya semuanya keluar kelas.. Hahah --" Yah, prinsip on timenya bener-bener diterapin, hehe :p

to be continue..

AB.