Rabu, Maret 23, 2011

Seleksi pertukaran pelajar AFS/YES/JENESYS 2012-2013 :D

Guys! Nggak kerasa udah seleksi lagi! I'm excited, wuuuhuuuuu :D
Well, anyway. For you who are still in sophomore (kelas 10 SMA) this is a thing that you have to try!
I copied this from Bina Antarbudaya website:

14 Maret-17 April 2011 Bina Antarbudaya Chapter Jakarta membuka pendaftaran seleksi program pertukaran pelajar ke  Amerika Serikat, Belgia, Belanda, Italia, Jepang, Jerman, Norwegia, Prancis, Swiss bagi siswa kelas 1 SMA/sederajat. Pendaftaran dibuka bagi kamu yang:
  1. Warga Negara Indonesia
  2. Sehat Jasmani dan Rohani
  3. Siswa kelas 1 SMA / Sederajat  (saat pendaftaran pada bulan April 2011 )
  4. Aktif berkegiatan.
  5. Mengikuti dan lulus proses seleksi bertahap yang diadakan oleh Bina Antarbudaya.
  6. Mendapat izin dari orangtua dan sekolah
Tahun ini, formulir pendaftaran hanya tersedia secara online mulai tanggal 14 Maret - 17 April. Berikut adalah langkah-langkah untuk mendaftar sebagai proses seleksi:
1. Unduh / Download-lah:
2. Isilah formulir pendaftaran dengan mengacu kepada Dokumen dan Video Panduan Pengisian Formulir.Berikut beberapa contoh dokumen yang bisa menjadi acuan kamu:
3. Lengkapi formulir pendaftaran serta siapkan kelengkapan dokumen yang dibutuhkan.
4. Serahkan 2 (dua) rangkap formulir yang telah diisi dan ditandatangani ke Sekretariat Chapter Jakarta. Tanda tangan yang tercantum harus asli (tidak boleh fotocopy) dan diserahkan dalam dua buah map biru Diamond.
5. Sebelum mengembalikan formulir, pastikan kamu telah memenuhi checklist yang terdapat di halaman terakhir formulir pendaftaran. Periksa kembali formulir dan dokumen yang dibutuhkan.  Jumlah dokumen yang diperlukan hanya seperti yang tercantum, tidak perlu dirangkap dua.
4.  Mohon pastikan agar hasil cetakan/ print-out terbaca dengan jelas. Tulisan tangan harus rapi dan bisa dibaca.
5. Formulir dikembalikan oleh siswa yang bersangkutan (tidak boleh diwakilkan) dengan membayar biaya pendaftaran Rp. 40.000,- di Jl. Limau No.22, Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12130, pada:
Sabtu dan Minggu tanggal 19, 20, 26, 27 Maret, 2, 3, 9,10, 16, dan 17 April
Pk. 10.00 - 16.00
(Pengembalian juga dibuka di SMAN 2 Tangerang Selatan, pada hari-hari yang akan diinformasikan selanjutnya)
6. Kamu baru resmi terdaftar sebagai peserta seleksi pendaftaran jika kamu sudah mengembalikan formulir dan mendapat Kartu Tanda Peserta Seleksi. Jadi jangan lupa mengembalikan formulirnya ya :) .
7. Hari terakhir pengembalian formulir adalah tanggal 17 April.
Kalau di sekolah kamu ada kakak-kakak returnee program AFS/YES/ Jenesys, kamu bisa menanyakan langsung perihal program ini kepada mereka. Namun jika sekolah kamu ingin didatangi untuk mendapatkan presentasi mengenai kegiatan program/ pendaftaran seleksi ini, kamu bisa meninggalkan komentar di situs ini atau menghubungi Kak Wendy di 081310107638.
Informasi mengenai program dan FAQ akan dibuat dalam posting berikutnya. Jika kamu bingung, kamu bisa bertanya ke Kak Abimantrana (08159659532) dan Kak Wendy (081310107638). Jangan SMS ya, menelepon saja agar penjelasannya bisa lebih menyeluruh. Mohon juga untuk menelepon pada jam kerja, ya.  Kak Wendy dan Kak Abi telah bersedia menyediakan waktu mereka di sela kegiatan perkuliahan dan pekerjaan mereka antara Pk. 09.00 - 19.00 (9 pagi - 7 malam)
The fun is actually on. Can't wait to meet you with your application :) !

FAQ
Hai semuanya. Tanggal 14 Maret - 17 April Chapter Jakarta membuka pendaftaran bagi siswa kelas X/1 SMA/ SMK/MA/sederajat boleh mendaftar untuk program pertukaran pelajar yang seru ini :) .  Mau tau lebih banyak tentang program ini? Semoga tanya-jawab ini bisa membantu ya.
1. Apa sih AFS dan Bina Antarbudaya? AFS adalah salah satu program pertukaran pelajar. Di Indonesia AFS punya rekan namanya Bina Antarbudaya yang setiap tahun memberangkatkan siswa SMA dari berbagai latar belakang budaya, ekonomi, etnis ke berbagai negara di dunia. Bina Antarbudaya berbasis relawan dengan 15 chapter di seluruh Indonesia: Banda Aceh, Medan, Padang, Palembang, Bogor, Bandung, Jakarta, Karawang, Semarang, Jogja, Malang, Surabaya, Banjarmasin, Makassar, dan Samarinda.
2. Siapa yang boleh mendaftar? Semua siswa yang duduk di kelas  X/1 SMA/ SMK/MA saat mendaftar boleh mengikuti seleksi. Kandidat akan dipilih melalui tiga tahap seleksi. Pendaftaran tidak dibuka untuk siswa kelas XI/2 SMA
3. Saya siswa akselerasi, boleh mendaftar? Boleh. Tapi  jangan lupa isi Surat Keterangan Akselerasi ya. Surat ini hanya untuk mereka yang saat ini sedang mengikuti program akselerasi, kalau kamu aksel waktu SMP tidak perlu melampirkan surat ini :) .
4.  Wah, susah ya pakai seleksi. Memang tahapannya apa saja? Setiap chapter akan melakukan rangkaian proses yang sama:
  • Pendaftaran
  • Seleksi Tahap I:  Pengetahuan Umum, Bahasa Inggris, dan Essay Bahasa Indonesia - 1 Mei 2011
  • Seleksi Tahap II: Wawancara Kepribadian dan English Interview - 29 Mei 2011
  • Seleksi Tahap III: Dinamika Kelompok - TBC
  • Tahap Nasional: Seleksi Berkas
  • Untuk Program YES tambahan Seleksi Nasional.
5. Musti rangking dong? Nilai raport dan performa akademis hanya menjadi salah satu elemen penilaian kami, tapi bukan satu-satunya. Tidak semua siswa yang rangking berhasil menjadi kandidat, tetapi semua yang menjadi kandidat pastinya berhasil menunjukkan mereka pintar dengan karakter mereka masing-masing.
6. Musti jago Bahasa Inggris dong? Kamu belum tentu ditempatkan di negara berbahasa Inggris, jadi kesempurnaan berbahasa Inggris bukan yang kami cari. Selama kamu bisa menunjukkan kamu bisa berkomunikasi (setidaknya) dengan keterbatasan bahasa yang ada, seharusnya tidak ada masalah. Menurut pengalaman di negara tujuan selain bahasa, akan ada halangan budaya, kebiasaan, dan lainnya. Jadi setidaknya kami bisa memulai dari yang paling sederhana, kan? :)
7. Program pertukaran pelajarnya ke mana saja? Kami ada 8 pilihan negara: Amerika Serikat, Jepang, Swiss, Jerman, Italia, Perancis, Norwegia, Belanda, dan Belgia. Untuk siswa akselerasi, pilihan negara hanya: Jerman, Jepang, Italia, Belgia, dan Belanda (referring ke Surat Pernyataan Akselerasi).  FYI, kamu boleh memberi rekomendasi negara pilihan kamu saat telah menjadi kandidat, tetapi penempatan kamu di mana tergantung keputusan Dewan Juri Nasional dan kuota setiap negara.
8. Memang berapa yang terpilih untuk berangkat? Kuota setiap tahun berbeda dan ini ditentukan banyak hal. Tetapi, jumlah siswa yang diberangkatkan dari seluruh Chapter untuk semua program ada di kisaran 80-100 siswa per tahunnya.
9. Tunggu, ini pasti ada biayanya dong? Bina Antarbudaya adalah program nirlaba yang bergerak di bidang pertukaran budaya. Kami memastikan, bahwa siswa/siswi yang kami kirim merupakan siswa/i terbaik yang terpilih melalui seleksi, tanpa memandang latar belakang ekonominya. Dan siswa Indonesia yang layak berangkat datang dari berbagai keadaan ekonomi. Untuk saat ini biaya yang perlu kamu pikirkan hanyalah biaya pendaftaran Rp. 40.000,-. Beranikan diri kamu untuk mendaftar dan fokuskan diri untuk melewati setiap tahapan seleksi. Kalau kamu memang kandidat yang layak untuk berangkat, kami akan berusaha semampu kami agar kamu bisa berangkat walaupun ada keterbatasan biaya. Selama ini kami juga mencarikan sponsor dan melakukan subsidi silang dengan kandidat yang secara ekonomi lebih mampu.
10. Ah, tetap saja musti bayar kan, saya tidak akan mampu! It breaks our heart to see if financial situation hinder you from applying, cause we will never know what you've got if you don't apply. Sekali lagi, ikuti tahapan seleksi dan tunjukkan kepada kami kamu layak berangkat. Kakak-kakak returnee yang sudah ada, datang dari berbagai keterbatasan ekonomi dan mereka berhasil menunjukkan kemampuan mereka dan akhirnya berangkat:). Seneng kan, kalau itu terjadi:).
11. Memangnya tidak ada beasiswa? Program Bina Antarbudaya pada dasarnya adalah program beasiswa yang terbagi menjadi beasiswa parsial/ penuh. Di host country, host family dan sekolah melakukannya dengan sukarela.Kami memiliki berbagai sponsor untuk membantu pendanaan program ini dan memastikan siswa Indonesia bisa mengalami pengalaman antarbudaya. Sponsor kami datang dari berbagai perusahaan, individu, pemerintahan negara tujuan, dll.
12. Beasiswa yang ada apa saja?
  • Program YES : disediakan oleh US State Department untuk negara dengan populasi muslim yang signifikan. Pemilihan dilakukan lewat seleksi di tingkat nasional bagi kandidat chapter yang telah dipilih.
  • Telkomsel School Community(TSC)-AFS Scholarship: kandidat nasional yang adalah anggota TSC akan diajukan untuk menerima beasiswa ini. Kamu bisa mendaftar sebagai TSC dengan:Ketik "SEKOLAH SCHOOL ID" dan kirim ke 4545 atau kirim identitas diri dan sekolah kamu melalui e-mail ke tsc@telkomsel.co.id
13. Apa saya bisa memilih lebih dari satu program? Bisa, seperti halnya pemilihan negara, kamu boleh memberikan rekomendasi program yang kamu inginkan, tetapi keputusan penempatan program bergantung kepada hasil tahapan seleksi dan rekomendasi tim juri. Program yang kami tawarkan di tahun ini:
  • AFS: Program pertukaran pelajar selama 11 bulan ke sembilan negara: Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Belanda, Swiss, Norwegia, Italia, Perancis, Belgia.Keberangkatan : Maret (Jepang) & Agustus / September (Eropa & A.S) ; Waktu Kedatangan:Februari(Jepang)  & Juli (tahun berikutnya)
  • The Kennedy-Lugar YES Program: Program beasiswa pertukaran pelajar dari US State Department bagi pelajar dari negara dengan populasi penduduk Muslim yang signifikan. Pelajar dari tingkat chapter akan melalui seleksi tambahan di tingkat nasional sebelum akhirnya terpilih dalam program ini. Selama 11 bulan siswa akan tinggal dan melalui kehidupan sebagai pelajar di berbagai negara bagian di Amerika Serikat dalam menjalani misi pemahaman budaya. Berangkat: Agustus, Kepulangan: Juli tahun berikutnya
  • JENESYS Year Program: Program beasiswa dari Pemerintah Jepang melalui AFS Jepang yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kerjasama antara masyarakat Jepang dengan negara-negara di Asia Pasifik. Berangkat: Maret, Kepulangan: Februari.
14. Saya tidak tinggal di Jakarta, apa saya masih bisa mendaftar? Ya, kamu bisa mendaftar ke chapter yang paling dekat dengan tempat tinggal kamu. Daftar chapter bisa kamu lihat di sini. Ingat, cari yang paling memudahkan kamu, karena selama proses pendaftaran hingga akhirnya terpilih sangat mungkin kamu diminta untuk datang ke chapter setempat. Kalau kamu merasa akses yang termudah adalah ke Jakarta, kamu boleh saja mendaftar di Chapter Jakarta. Tanggal pendaftaran di setiap chapter berbeda-beda, harap menghubungi chapter masing-masing secara langsung mengenai jadwal yang lebih akurat.
15. Lalu sekolah saya di sini? Kami akan meminta kamu untuk mengajukan cuti sekolah bila sudah mendapatkan penempatan. AFS adalah school based program, tetapi bukan academic oriented program. Kami meminta setiap exchange student yang sudah menyelesaikan program dengan Bina Antarbudaya untuk kembali ke sekolah masing-masing dan meneruskan proses edukasi mereka sembari membagikan pembelajaran dan pemahaman budaya lewat keseharian di lingkungan terdekat termasuk sekolah.
16. Apa program ini diketahui oleh Dinas Pendidikan? Ya. Tetapi karena Bina Antarbudaya adalah yayasan independen yang tidak tertaut dengan institusi mana pun. Kami secara resmi menginformasikan perihal program ini kepada Departemen Pendidikan Nasional karena program ini berbasis sekolah, sesuatu yang berhubungan erat dengan Depdiknas. Namun, dalam pelaksanaannya, program ini dilakukan secara independen.
Semoga cukup ya. Kalau kamu tinggal di Jakarta dan sekitarnya, langsung saja unduh formulir dan ikuti tahapannya lalu mendaftar ke Chapter Jakarta. Kami tunggu ya!:)

Everything starts from a dream. Cliche but it's true! It's not a mistake if you try, it's a mistake not to try!
Who knows you are the next exchange students..? ;)
I'll write again soon.

AB.

Minggu, Maret 06, 2011

Spring: Less than Four Months to Go

Hi, how are y'all doing? :)
Yeah yeah it's been long time since my last post. Classes I'm taking this semester make me work lil bit harder than last, but I love them thou. ^^

Well, anyway. The flowers start to bloom, though the weather pretty much still the same - around 45-65 degree F. And it's raining almost all the times. If it's not, it's always cloudy. Makes me feel melancholic, haha --" I'm sad realizing I don't know when I'll come back, and also remembering all my buddies will graduate before I come home.

Should I be happy? I don't know.

Wow, BinaBud selection for this year almost start again.. Time, where are you going? For you who are in sophomore grade, let's regist yourself and try! :D There's a lot of good things happen these weeks. I won the Talent Hunt in Gastonia! It'a a classical competition, I will go to district competition next April. Wish me luck guys ^^ I will also go to Miss. Asia Carolina - yeah, this is the weirdest thing ever, i never even imagine i will joi beauty pageant like this --" And two weeks ago I went skiing with Renaissance club and go to Model United Nation in UNCC. Though I fell a lot on the ski slope and din't get any awards either in MUN, it was fun to have that experiences. My choral class is preparing to go to chorus festival and I will go to Huskies Talent Show this month. :)

There's another thing. Yesterday my chorus teacher told me that there was a young lady donated a gown to me. Either she heard about me or she heard me sing - but it's really sweet since I don't know her at all! Wew. And my writing is published in The Jakarta Post too, alhamdulillah.. :) I got a lot of invitation about community service, I wish I could really do it.

Well, I wanna enjoy watching the rain *i can't focus writing --"
To be continue ;)

Oh ya, before i forget. Happy birthday for someone out there.. Yes, you. It's kinda late but rain reminds me of you. Haha. Well I wish you're growing up now, always success dear. :)

AB.

Minggu, Januari 30, 2011

Amerika
(nggak nemu judul yang menarik -_____-)

Hola!
Finally weekend.. This week seems like forever!
Mon: final test Spanish (well i exempted thou hehe :p)
Tue: make-up school
Wed: first day of 2nd semester!
Thurs: meeting with Charlotte's mayor anthony Fox, visit Queens university, and did mid-year orientation in Greek Isles (nyam! :p). Gue nyanyi loo American National Anthem buat beliau!! Finally I got the chance! :')
Fri: reg school
Not too bad right? :p But it feels so long..

Hehe anyway (i know itu ga penting buat diceritain), di pertengahan januari yang baru aja lewat, gue off school selama 10 hari gara-gara salju. (I know!) It sounds interesting buat kita yang belum pernah liat salju sebelumnya, tapi in fact it's b-o-r-i-n-g. Well, yeah the snow was fun tapi gue prefer went to school deh.. -_____- Snow is okay, tapi yang namanya es nggak banget deh. Bikin semuanya licin dan bahaya kalo ke luar rumah. Dan bodohnya gue malah nggak blogging ya waktu itu, hahah --"

Dan akhirnya udah ganti semester aja. Huhu sedih pisah sama classmates in first semester.. :'( Jadwal gue last semester asik banget, hehe. Jadwal gue sekarang.. yaa ngga bisa santai karena gue ambil English 12 sama Ap Chemistry 2 (yang karena sekelas sama anak IB, jadinya kita ngikutin materi IB minus praktikumnya yang seabrek itu, alhamdulillah --"). Tapi ya nggak papa lah, toh di Indo gue masih harus berjuang buat masuk PTN (wooy lulus SMA dulu kali Az). Gue dapet straight A's buat semua kelas, alhamdulillah.. Dan lucunya gue lulus pre-calculus dengan nilai 131, hahaha Pak ** ketawa deh --" Gara-gara gue exempted tapi tetep ambil final (which was the same thing that my teacher'd do if she were me, she said - mini me :p). Tapi emang gue lebih semangat belajar di sini, nggak tau ya kenapa.. Mungkin karena gue bisa jadi satu-satunya orang Indo yang temen-temen atau guru-guru gue kenal, gue nggak mau gambaran orang Indonesia yang mereka tau itu males atau have bad grades.

Ngomong-ngomong PTN, gue jadi bingung deh sama pemerintah. Well, gue sih setuju aja kalo SNMPTN didahuluin or SNMPTN jadi the only way to go to PTN, so semua anak kesempatannya rata. Cuma kenapa sih ngubahnya di tengah-tengah begini.. Kalo dari Juli taun kemarin kan setidaknya semuanya bisa nyiapin diri. Sadis juga ya tapi kalo dipikir-pikir; cuma ada 1 kesempatan buat masuk PTN. Kalo nggak masuk.. Ya udah bye-bye, optionnya: PTS, kerja, nunggu setaun (glek), atau.. nikah. Hahaha jangan lah ya yang terakhir ini mah. Mana pake acara UN-in agama di angkatan gue ntar lagi, udah gitu UN jadi prasyarat PTN.. *prasyarat boleh, tapi kalo SNMPTN dihapus jadinya digabung ke UN gue nolak mentah-mentah deh -_____- Hadeh daripada pusing ikhtiar aja lah ya sekarang mah.

Gue ambil current events juga semester ini, yang gue drop last semester karena gue mau ambil chorus yang merupakan AB class (for a whole year)--", awalnya bete karena muridnya sekelas banyak (lupa kali di Indo sekelas 40 anak), tapi nggak nyesel deh hehe. Selain pendapat gue di kelas ini bakal didenger banget (secara dari different point of view), gue juga belajar banyak. :)

Dan kemaren gue nonton dokumenter soal violence di Amerika. Di negara Paman Sam ini hak untuk barearms (melindungi diri dengan senjata) emang ada di konstitusi. rata-rata orang jawab kalo punya senjata itu "untuk melindungi diri". Tapi coba deh liat nggak di berita di koran atau TV.. setiap hari selalu aja ada accident gara-gara senjata api. Nggak disengaja maupun disengaja. Dan waktu gue ke mall, di hunting section, kita bisa dengan mudahnya beli senjata. banyak banget cowok-cowok yang liat-liat senjata dengan penuh minta, nyeh. Walau gue tau butuh permit yang nggak gampang juga dapetinnya, it shows how easy it is to get weapon here.. Setting film dokumenter otu nggak cuma di Amrik, tapi juga ke negara tetangganya di utara: Kanada. Well, di Kanada kehidupannya beda jauh banget sama US. Padahal mereka sama-sama suka senjata juga kok, but people don't use it.

Tapi kalo dipikir-pikir emang susah buat menemukan alasannya. Kenapa? Rasisme, ekonomi? Kalo orang jawab punya senjata alasannya buat melindungi diri, asalnya dari ketakutan kan. Kalau semua ortu begitu otomatis pola pikir anak-anak pun bakal jadi kayak gitu, ya nggak? Senjata api bukan alasan bukan menyelesaikan masalah.. Salah satu orang di Kanada yang diinterview bilang: "Orang di sini lebih memilih negosiasi, kalau di US banyak orang yang mengeluarkan senjata tanpa berpikir dahulu." Di Amerika masalah rasisme memang masih jadi issue walaupun segregasi hitam-putih emang udah lama banget.. Masalah ekonomi juga bisa faktor pemicu (walau yah semiskin-miskinnya di sini di Indonesia banyak yang lebih mengenaskan).

Jadi Amerika pun nggak sempurna dalam kenyataannya. Tapi kenapa orang-orang kita banyak yang lebih bangga dengan gaya kebarat-baratan? Produk Indonesia banyak juga malah di sini; dan harganya berkali-kali lipat. Pernah gue liat baju "made in indonesia" yang harganya amit-amit.. It's sad remembering buruh-buruh kita salarynya cuma seperberapanya kali gue ngga tau.

Haha jadi random gini --" Gitu deh ntar gue nulis lagi.
Anyway selamat berakhir pekan! :)

AB

Minggu, Januari 23, 2011

Random Curcol :p

Baru selesai cuci piring dan bersih-bersih nih, haha kerasa banget bedanya ya sama di Indonesia. Bukannya gue ngga pernah cuci piring di rumah, cuma kan kalo di sana occasional aja; misalnya kalo teteh lagi pulang kampung :p Di sini kalo gue bilang punya PRT di rumah orang-orang pada nganga kesannyaaa gue kaya gitu. Haha --" Padahal mah bukan masalah kaya, emang menggaji pembantu terjangkau kan di negara kita, nggak kaya di sini, cuma orang yang super-duper kaya aja yang punya pembantu. Hostmom gue nggak kerja, otomatis di rumah setiap hari, ngasuh ade-ade gue plus ngurus rumah TANPA BANTUAN. Salut banget deh gue. Gue ikut kesel sama ade gue kalo nyolot sama nyokap, dasar bocah (belum ngerti aja dia -_____-). One time she said to me, "If I have to give definition about being a mother, I don't know how to answer.". Ya Allah itu kalimat ngena banget di gue. Kebayang sama nyokap gue, yang mesti pergi tiap pagi-pagi buta buat ngajar ke Jakarta, pulang sore, masak, ngomel-ngomelin ade gue yang pulang maghrib abis main bola atau gue yang bukannya buru-buru shalat magrib abis adzan malah masih nonton Air Crash Investigation di NGC, nunggu iklan dulu. --" Udah gitu maih harus nyiapin bahan ngajar, meriksa ulangan.. (blah, pengen jadi anak-anak selamanya gue rasanya) Figur ibu itu.. undefined. Terlalu complicated kalau perlu dijelasin dengan kata-kata. Intinya gue makin sayang deh sama mama :* Dan bangga juga menjadi seorang perempuan yang nantinya bakal jadi ibu, hehe.

Bukannya gue mengesampingkan peran laki-laki ya.. Toh wanita dan pria kan saling melengkapi. Ya tak? :) Allah aja menciptakan makhluk di bumi ini berpasang-pasangan. *apa sih Az

Well anyway, sekalian nunggu cucian kering mending gue blogging aja, toh komputer juga lagi nganggur :p

Again.. Talking about one submaterial in my sociology class; this time nature versus nurture (seems like sociology is my favorite, huh? haha :p). In this material we try to figure out if an individual personality comes through heredity or social environment. We also watched video about feral children; children who live without parental guidance and protection.

Salah satu contoh simple, orang pinter itu karena gennya pinter apa karena rajin belajar? Well, kalo menurut gue pribadi, orang pinter itu yang punya gen pinter. Tapi kalo pinter tapi males, ya kalah sama yang biasa-biasa aja tapi rajin. Nah, lain cerita kalo yang pinter sama yang biasa-biasa ini sama-sama rajin. Yang biasa-biasa aja pasti bakal di bawah yang emang gennya asli pinter. Itu pendapat gue yaa~

Nah, di materi ini kita belajar ada yang namanya aptitude (things that we naturally good at - bakat) dan instinct (hal-hal yang nggak perlu diajari tapi kita tau sendiri, contohnya insting buat makan buat bertahan hidup). Video tentang feral children menarik banget buat gue, gimana kita mengikuti perjalanan ilmuwan yang meneliti soal anak-anak yang diabaikan ortunya, tinggal di luar rumah sama anjing dari kecil, hidup di hutan sendirian, dsb. Manusia memang punya ability untuk berkomunikasi, tapi namanya pembelajaran tentang komunikasi itu harus 2 arah; dengan kata lain anak belajar dari mendengar lalu berbicara, akhirnya mampu berkomunikasi. Feral children ini tingkah lakunya persis kaya binatang yang hidup di lingkungan tempat mereka berkembang. Dan ketika mereka dibawa ke "lingkungan manusia", inteligensi mereka di usia remaja setara dengan anak TK. And in the end I agree if personality comes through nurture. I agree both actually, but environment influence us more.

Ngomong-ngomong soal anak, secara adek gue masih kecil-kecil, gue selalu takjub melihat gimana mereka yang pas gue baru dateng masih kecil-kecil sekarang tumbuh, berkembang.. Gimana anak-anak menyerap apa aja yang mereka dengar, lihat (I do understand now bahayanya anak dibesarin di lingkungan ngga baik, apalagi umur-umur di bawah 5 tahun). Gimana mereka tambah tinggi, belajar bicara, belajar berguling, duduk, berdiri, merangkak, jalan.. Haha gue jadi nggak perlu ambil kelas parental atau teen living di sekolah, udah dapet pelajarannya kok dari dunia nyata. Afterall, gue kan sama aja kaya cewek-cewek lain. Mimpi untuk berkarir yes, tapi tetep mau berkeluarga, hehe. :) Berarti nature sama nurture juga berlaku buat pemilihan pasangan ya, kalo gennya bagus produknya bagus, apalagi kalau proses sosialisasinya juga baik. Kalau orangtuanya ngerokok, jangan salahin anaknya ngerokok juga. Ibaratnya gitu. Well, jadi mikir, kalo bapaknya playboy ntar anaknya playboy juga ngga ya? hihi :p

Maaf ngga jelas, hahah --"

AB.